Ahok Minta Djarot Tak 'Pilox' Sepatunya  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Djarot Saiful Hidayat. TEMPO/Tony Hartawan

    Djarot Saiful Hidayat. TEMPO/Tony Hartawan

    TEMPO.CO, Jakarta - Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama menyuruh calon Wakil Gubernur Djarot Saiful Hidayat untuk membeli sepatu baru. Sebab, menurut pengakuan Djarot kepada Ahok, dirinya tak punya sepatu berwarna putih. "Masak, di-Pilox warna putih sepatunya," ujar Ahok di Balai Kota, Kamis, 11 Desember 2014. (Baca: Ahok Diminta Damaikan Kubu Prabowo dan Jokowi)

    Selain sepatu, Ahok juga meminta Djarot mengganti baju dinasnya. Sebab, baju dinas yang lama ketika Djarot masih menjabat wali kota sudah jelek. "Sudah kuning, luntur," ucap Ahok. Basuki juga menganjurkan Djarot membuat baju baru di penjahit langganannya, Feng Sin Tailor, di Gunung Sahari. (Baca: Paripurna DPRD, Ahok dan Lulung Bercengkerama)

    Kepada Presiden Joko Widodo, Ahok mengajukan nama Djarot sebagai wakil gubernur sampai 2017. Pelantikan Djarot tinggal menunggu surat keputusan Presiden. Pelantikan diperkirakan tak akan lewat dari tanggal 19 Desember. Jadwal itu sesuai dengan aturan yang tercantum dalam Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang (Perpu) Nomor 1 Tahun 2014. (Baca: DPRD Interpelasi, Ahok: Tanya Jokowi Saja)

    Pada kesempatan itu, Ahok mengaku telah berbagi tugas dengan Djarot. Dari semua tugas, ujar Ahok, Djarot paling cocok mengurus kinerja pegawai negeri sipil. "Yang utama soal sumber daya manusia," ucapnya. Sebab, menurut Ahok, Djarot sangat berpengalaman mengurus PNS. (Baca juga: Ahok: Demo Buruh Bisa Jadi Obyek Wisata)

    ERWAN HERMAWAN

    Topik terhangat:

    Golkar Pecah | Kasus Munir | Interpelasi Jokowi | Susi Pudjiastuti

    Berita terpopuler lainnya:
    Busyro: Menteri Susi Adalah Siti Hajar Abad Ke-21
    Militer Intimidasi Pemutaran Film Senyap di Malang
    Menkeu: Ada Pemilik Lamborghini Lolos dari Pajak 
    Netizen: Fahrurrozi Gubernur FPI sampai Kiamat


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Perbedaan Pilkada Langsung, Melalui DPRD, dan Asimetris

    Tito Karnavian tengah mengkaji sejumlah pilihan seperti sistem pilkada asimetris merupakan satu dari tiga opsi yang mungkin diterapkan pada 2020.