Djarot Mau Datang, Mesin Layanan Mati Diumpetin

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Wakil Gubernur DKI Jakarta, Djarot Saiful Hidayat memberikan makan ikan koi peliharaannya usai bersilaturahmi dengan sejumlah wartawan di rumah dinasnya di jalan Besakih, Jakarta, 25 Desember 2014. TEMPO/Dasril Roszandi

    Wakil Gubernur DKI Jakarta, Djarot Saiful Hidayat memberikan makan ikan koi peliharaannya usai bersilaturahmi dengan sejumlah wartawan di rumah dinasnya di jalan Besakih, Jakarta, 25 Desember 2014. TEMPO/Dasril Roszandi

    TEMPO.CO, Jakarta - Kabar kedatangan Wakil Gubernur DKI Djarot Saiful Hidayat ke kantor Wali Kota Jakarta Timur pada Kamis, 15 Januari 2014 membuat sibuk para pegawai negeri di sana. Salah satu kesibukan terlihat di lobi ruang Pelayanan Terpadu Satu Pintu yang terletak di lantai dasar gedung Wali Kota.

    Sebelum Djarot datang, beberapa petugas berseragam batik hilir mudik mempersiapkan kedatangan orang nomor dua di DKI itu.

    Salah satu yang membuat pegawai negeri di Kantor PTSP sibuk ialah mesin layar sentuh di samping resepsionis yang tak berfungsi. Mesin berwarna hijau itu menjadi sarana bagi warga untuk memperoleh informasi soal layanan PTSP. Nyatanya, saat layar disentuh mesin itu tak merespon. "Rusak sepertinya," kata seorang pegawai yang enggan disebut namanya.

    Dua orang langsung sibuk memperbaiki mesin setinggi 1,5 meter itu. Kabel yang terpasang di belakang mesin diurai satu per satu. Lima belas menit berusaha, pegawai negeri itu menyerah. Dua orang lantas menggotong mesin itu dan dimasukkan ke salah satu ruangan. Tentu saja mereka berharap Djarot tak bertanya bila menemukan mesin rusak yang seharusnya menjadi fasilitas yang memudahkan warga.

    RAYMUNDUS RIKANG

    Berita Terpopuler:
    Pratikno Tak Tahu Sutarman Tolak Budi Gunawan 
    Mayra Hills, Pemilik Dada Terbesar di Dunia
    Rahasia Jokowi Mengatasi Kisruh Budi Gunawan 
    Cara Gampang Jokowi 'Cut' Budi Gunawan  


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    UMP 2020 Naik 8,51 Persen, Upah Minimum DKI Jakarta Tertinggi

    Kementerian Ketenagakerjaan mengumumkan kenaikan UMP 2020 sebesar 8,51 persen. Provinsi DKI Jakarta memiliki upah minimum provinsi tertinggi.