Praperadilan Budi Gunawan Kelar, Jalan Ampera Lancar Lagi

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah anggota polisi sujud syukur usai mendengarkan putusan hakim saat sidang praperadilan status tersangka Komjen Budi Gunawan di PN Jakarta Selatan, Jakarta, 16 Februari 2015. TEMPO/Dian Triyuli Handoko

    Sejumlah anggota polisi sujud syukur usai mendengarkan putusan hakim saat sidang praperadilan status tersangka Komjen Budi Gunawan di PN Jakarta Selatan, Jakarta, 16 Februari 2015. TEMPO/Dian Triyuli Handoko

    TEMPO.CO, Jakarta - Sidang praperadilan penetapan tersangka korupsi, Komisaris Jenderal Budi Gunawan, di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan sempat memacetkan lalu lintas Jalan Ampera pada kedua arahnya. Bahkan saat sidang berjalan, polisi sempat melakukan pengalihan arus selama hampir satu jam.

    Dua unit mobil meriam air dan baracuda Polri terparkir di samping gedung pengadilan. Selama persidangan berlangsung beberapa kelompok massa pendukung Budi Gunawan berunjuk rasa. 

    Kelompok pendukung BG yang mengatasnamakan Gerakan Masyarakat Bawah Indonesia misalnya, berorasi dan memasang spanduk dukungan untuk Budi Gunawan. Kelompok lain dari Komite Aksi Mahasiswa Pemuda untuk Reformasi dan Demokrasi (KAMERAD) bergabung dengan para polisi di halaman gedung pengadilan memantau jalannya sidang.

    Sementara itu, sebanyak dua puluh pendukung Komisi Pemberantasan Korupsi yang membawa bendera putih bertuliskan "Save KPK" hanya duduk-duduk di sekitar area pengadilan. Seusai hakim Sarpin Rizaldi membacakan putusan yang menyatakan penetapan tersangka Komisaris Jenderal Budi Gunawan oleh KPK tidak sah, mereka membubarkan diri. Sebaliknya pendukung Budi Gunawan bersorak-sorak bersama para polisi.

    Satu jam pascasidang, situasi kawasan Ampera masih padat oleh para pengunjung sidang. Begitu juga ratusan polisi yang menjaga persidangan bubar, arus lalu lintas dari arah Pejaten menuju Kemang maupun sebaliknya berangsur normal.

    PRAGA UTAMA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    UMP 2020 Naik 8,51 Persen, Upah Minimum DKI Jakarta Tertinggi

    Kementerian Ketenagakerjaan mengumumkan kenaikan UMP 2020 sebesar 8,51 persen. Provinsi DKI Jakarta memiliki upah minimum provinsi tertinggi.