Ahok: Saya Cek APBD 2014, Modus Nyolongnya Sama

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama, tiba di Gedung KPK, Jakarta, 27 Februari 2015. TEMPO/Eko Siswono Toyudho

    Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama, tiba di Gedung KPK, Jakarta, 27 Februari 2015. TEMPO/Eko Siswono Toyudho

    TEMPO.CO, Jakarta - Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama, atau yang biasa disapa Ahok, berjanji akan membuka lebih banyak lagi kejanggalan dalam dokumen Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah DKI Jakarta.

    "Saya akan bongkar lagi. Sudah saya siapkan dokumennya," ujar Ahok ketika diwawancara Tempo, Jumat, 6 Maret 2015.

    APBD menuai polemik setelah Gubernur Basuki Tjahaja Purnama, alias Ahok, menemukan anggaran siluman sebesar Rp 12,1 triliun dalam APBD 2015.

    Dugaan itu berawal dari dokumen Dewan Perwakilan Rakyat Daerah DKI Jakarta yang mengganggarkan sejumah proyek yang pagu anggarannya lebih tinggi daripada harga pasar.

    Temuan itu membuat Ahok menolak menyerahkan dokumen APBD versi DPRD kepada Kementerian Dalam Negeri. Ahok kemudian melaporkan kasus tersebut kepada Komisi Pemberantasan Korupsi.

    Menurut Ahok, dugaan anggaran siluman tak hanya terjadi pada 2015. Praktek serupa juga ada dalam dokumen APBD tahun-tahun sebelumnya.

    "Saya mau mundurkan lagi ke 2014 karena praktek nyolong-nya sama. Bisa juga nanti yang 2013 dan 2012. Pokok-pokok pikiran yang janggal itu lengkap dari 2012 sampai 2015," katanya.

    Untuk wawancara selengkapnya, baca majalah Tempo edisi 9-16 Maret 2015.

    DINI PRAMITA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    UMP 2020 Naik 8,51 Persen, Upah Minimum DKI Jakarta Tertinggi

    Kementerian Ketenagakerjaan mengumumkan kenaikan UMP 2020 sebesar 8,51 persen. Provinsi DKI Jakarta memiliki upah minimum provinsi tertinggi.