Selasa, 24 September 2019

Go-Jek Luncurkan Layanan Go-Box, Berapa Tarifnya?

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Nadiem Makarim. Twitter.com

    Nadiem Makarim. Twitter.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Go-Jek Indonesia kembali meluncurkan sebuah layanan pengangkutan barang dengan mobil boks, mobil pickup, truk engkel, serta truk engkel boks yang bernama Go-Box.

    "Go-Box sama persis seperti Go-Jek, yang memiliki aset transportasi adalah pihak lain, bukan kami," ujar CEO Go-jek Indonesia Nadeem Makarim dalam acara Indonesia Transport Supply Chain and Logistics (ITSCL) di Jakarta International Expo, Kemayoran, Jakarta Pusat, Rabu, 7 Oktober 2015.

    Baca juga:
    5 Misteri dalam Kasus Bocah yang Dibunuh dalam Kardus
    Kenapa Sopir Go-Jek yang Dipukuli di UI Cabut Berkas Laporan

    Nadiem menjelaskan, Go-Box hadir di empat kota di Indonesia, yakni Jakarta, Bandung, Surabaya, dan Bali. Go-Box memiliki empat tipe layanan. Untuk layanan mobil pickup, Go-Box mematok harga Rp 7 ribu per kilometer dengan minimal pemesanan Rp 170 ribu. Untuk layanan mobil boks, Go-Box mematok harga Rp 9 ribu per kilometer dengan minimal pemesanan Rp 210 ribu. Untuk layanan truk engkel, Go-Box mematok harga Rp 10 ribu per kilometer dengan minimal pemesanan Rp 300 ribu. Sedangkan itu, untuk layanan truk engkel boks, Go-Box mematok harga Rp 12 ribu per kilometer dengan minimal pemesanan Rp 370 ribu.

    "Tarif yang dibayarkan nanti terdiri dari tarif perjalanan sekaligus tarif bagi sang sopir," ujar Head of Go-Box Raditya Wibowo.

    Menurut dia, tidak ada berat maksimal yang ditentukan. Pengguna dapat memilih tipe mobil pengangkut yang sesuai dengan kebutuhan pengguna, sebab masing-masing tipe memiliki dimensi isi yang berbeda-beda. Selain itu, menurut Raditya, layanan ini dapat mengantar barang pengguna hingga ke 15 titik destinasi dalam sekali pemesanan.

    Selanjutnya, berapa jarak maksimal layanan Go-Box?


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Imam Nahrawi dan Para Menteri di Pusaran Korupsi

    KPK menetapkan Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi sebagai tersangka. Artinya, dua menteri kabinet Presiden Joko Widodo terjerat kasus korupsi.