Ahok Lupa Sudah Setahun Menjabat Gubernur DKI Jakarta

Reporter

Editor

Suseno TNR

Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) merapihkan topi yang selalu merosot di kepalanya sebelum acara pelatikan sebagai Gubernur DKI Jakarta di Istana Negara, 19 November 2014. Tempo/Aditia Noviansyah

TEMPO.CO, Jakarta - Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama lupa telah setahun menjabat sebagai gubernur, 19 November 2015 ini. "Gue aja lupa tanggal berapa gue dilantik," ujar Ahok, sapaan akrab Basuki, saat ditemui di Balai Kota pada Rabu, 18 November 2015.

Ahok berujar, dalam sisa waktu kepemimpinannya, dia ingin menyelesaikan masalah terbesar di balai kota, yaitu persoalan anggaran. "Kenapa? Karena masih banyak kegiatan-kegiatan yang enggak perlu," kata Ahok.

Kegiatan yang dia anggap tidak perlu itu terjadi di Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) DKI Jakarta. Sebab, masih banyak SKPD yang belum bisa menentukan skala prioritas. "Saya ambil contoh gini, kita butuh enggak event festival-festival di Jakarta? Butuh. Tapi perlu sekali enggak kalau uangnya enggak cukup? Enggak perlu. Kenapa? Karena festival-festival udah dilakukan oleh swasta," ujar Ahok.

Ahok mencontohkan kegiatan Jakarta Fashion Week dan Food & Fashion Festival di Kelapa Gading. Kegiatan yang digelar oleh swasta itu sudah berjalan dengan baik. "Itu bagus banget. Kami tinggal dukung aja kan," katanya.

Menurut Ahok, mengeluarkan dana untuk peningkatan fasilitas, terutama fasilitas kesehatan, lebih penting dibanding menghambur-hamburkan uang untuk kegiatan yang tidak begitu penting. "Lebih penting mana, mengoperasikan puskesmas baru masing-masing Rp 40 miliar atau bikin festival?" 

Ahok pun berencana memperbaiki fasilitas kesehatan yang ada di Jakarta dengan menaikkan kelas Rumah Sakit Umum Daerah Koja menjadi kelas A Pendidikan, serta membuat rumah sakit baru di Cakung, Jakarta Timur. Rencana itu muncul setelah Universitas Negeri Jakarta akan membuka  Fakultas Kedokteran di Koja. "Berarti nanti, Koja udah jadi rumah sakit tersier, dari puskesmas enggak bisa rujuk lagi ke Koja," katanya. Karena itu, pemerintah perlu membangun lagi rumah sakit tipe B atau tipe C. "Penting enggak bangun rumah sakit di Cakung? Menurut saya penting."

Ahok bercerita, saat ia baru memegang tampuk pemerintahan DKI Jakarta, penentuan skala prioritas dalam anggaran oleh SKPD lebih parah terjadi. "Kalau enggak cukup, langsung suruh semua SKPD potong 10-20 persen, potong, potong. Padahal pengertian berbasis kinerja bukan potong uang, tapi disusun skala prioritas. Kalau duit enggak cukup, berarti prioritas yang bawah yang dibuang. Nah, mereka mulai ngerti tahap ini," ujar Ahok.


ANGELINA ANJAR SAWITRI






Banjir Jakarta, Sumur Resapan Anies Baswedan, dan Naturalisasi vs Normalisasi Ahok

2 hari lalu

Banjir Jakarta, Sumur Resapan Anies Baswedan, dan Naturalisasi vs Normalisasi Ahok

Anies Baswedan menyebutkan pembangunan sumur resapan merupakan salah satu upaya mengatasi banjir Jakarta pada beberapa lokasi cekungan.


Anies Baswedan Diusung NasDem, Ganjar Pranowo Dijagokan PSI: Sesama Alumnus UGM yang Menjadi Gubernur

2 hari lalu

Anies Baswedan Diusung NasDem, Ganjar Pranowo Dijagokan PSI: Sesama Alumnus UGM yang Menjadi Gubernur

NasDem mengusung Anies Baswedan sebagai Capres 2024, sedangkan Ganjar Pranowo Dijagokan PSI. Keduanya sama-sama alumnus UGM dan jadi gubernur.


Ketua Umum PSSI Diminta Mundur Buntut Tragedi Kanjuruhan, Ini Profil Mochamad Iriawan

4 hari lalu

Ketua Umum PSSI Diminta Mundur Buntut Tragedi Kanjuruhan, Ini Profil Mochamad Iriawan

Buntut insiden tragedi Kanjuruhan, Malang, yang menewaskan 125 orang itu antara lain tuntutan Ketua Umum PSSI Mochamad Iriawan mundur.


Wagub Riza Patria Sebut Pergub Penggusuran Bakal Dicabut Sebelum 16 Oktober

6 hari lalu

Wagub Riza Patria Sebut Pergub Penggusuran Bakal Dicabut Sebelum 16 Oktober

Warga kembali berunjuk rasa di depan Balai Kota menagih janji Anies Baswedan yang mau mencabut Pergub Penggusuran


Warga Kembali Gelar Aksi Tagih Janji Anies Baswedan Cabut Pergub Penggusuran

6 hari lalu

Warga Kembali Gelar Aksi Tagih Janji Anies Baswedan Cabut Pergub Penggusuran

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan telah berjanji bakal mencabut Pergub Nomor 207 Tahun 2016 alias Pergub Penggusuran


Anies Bicara Keadilan, Sindir Kebijakan Ahok Batasi Pemotor di Sudirman-Thamrin

9 hari lalu

Anies Bicara Keadilan, Sindir Kebijakan Ahok Batasi Pemotor di Sudirman-Thamrin

Gubernur DKI Anies Baswedan menilai membatasi pengendara motor lewat Jalan Sudirman-Thamrin tidak adil


Pantai Maju di Pulau Reklamasi Ahok yang Diubah Anies, Prostitusi, dan BJ Habibie Masuk Top 3 Metro

11 hari lalu

Pantai Maju di Pulau Reklamasi Ahok yang Diubah Anies, Prostitusi, dan BJ Habibie Masuk Top 3 Metro

Pantai Maju Jakarta di pulau reklamasi Ahok yang diubah Anies, prostitusi yang dilarang di Jakarta , dan kenangan BJ Habibie masuk Top 3 Metro.


Pantai Maju Jakarta, Pulau Reklamasi Ahok yang Diubah Anies, dan Tempat Main Layang-layang

12 hari lalu

Pantai Maju Jakarta, Pulau Reklamasi Ahok yang Diubah Anies, dan Tempat Main Layang-layang

DKI Jakarta mengoperasikan kawasan Jalan Sehat dan Sepeda Santai (Jalasena) Pantai Maju Jakarta untuk bermain layang-layang.


Survei: 58,8 Persen Warga Tak Puas Kinerja Anies Baswedan, Dia Merelokasi Mirip Ahok

12 hari lalu

Survei: 58,8 Persen Warga Tak Puas Kinerja Anies Baswedan, Dia Merelokasi Mirip Ahok

NSN mengungkapkan tingkat kepuasan publik terhadap kinerja Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan semakin melorot yang mencapai 30,3 persen.


Anies Sebut Kampung Kota Tak Diakui pada 2014, Saat Itu DKI Dipimpin Jokowi - Ahok

15 hari lalu

Anies Sebut Kampung Kota Tak Diakui pada 2014, Saat Itu DKI Dipimpin Jokowi - Ahok

Anies Baswedan memasukkan kampung kota dalam regulasi baru. Menurut dia, tidak ada terminologi kampung dalam aturan lama tata ruang tahun 2014.