Lupa Kata Sandi? Klik di Sini

atau Masuk melalui

Belum Memiliki Akun Daftar di Sini


atau Daftar melalui

Sudah Memiliki Akun Masuk di Sini

Konfirmasi Email

Kami telah mengirimkan link aktivasi melalui email ke rudihamdani@gmail.com.

Klik link aktivasi dan dapatkan akses membaca 2 artikel gratis non Laput di koran dan Majalah Tempo

Jika Anda tidak menerima email,
Kirimkan Lagi Sekarang

Hasil Tes Psikologis, Jessica Perempuan Cerdas  

Editor

Suseno TNR

image-gnews
Prof Sarlito Wirawan Sarwono, Guru Besar Psikologi UI bidang Psikologi Sosial usai menjadi saksi ahli kasus Mirna di Polda Metro Jaya, 28 Januari 2016. TEMPO/Inge Safitri
Prof Sarlito Wirawan Sarwono, Guru Besar Psikologi UI bidang Psikologi Sosial usai menjadi saksi ahli kasus Mirna di Polda Metro Jaya, 28 Januari 2016. TEMPO/Inge Safitri
Iklan

TEMPO.CO, Jakarta - Guru besar psikologi sosial dari Universitas Indonesia, Sarlito Wirawan Sarwono, mengatakan Jessica Kumala Wongso adalah perempuan cerdas secara inteligensi. Kecerdasan perempuan 28 tahun itu diketahui berdasarkan hasil tes psikologis. "Dia sangat normal dan tidak ada kelainan apa pun," kata Sarlito di Kepolisian Daerah Metro Jaya, Jumat, 5 Februari 2016.

Berdasarkan hasil tes itu juga, Sarlito memastikan Jessica tidak memiliki kepribadian ganda seperti yang banyak orang duga selama ini. Namun kesimpulan Sarlito ini belum sempurna karena dia belum secara langsung bertatap muka dengan Jessica. Sarlito baru membaca hasil tes psikologis gadis itu. Sebagai psikolog, Sarlito merasa tak cukup hanya membaca hasil tes saja. "Sebagai psikolog, saya harus tatap muka dong, ingin tahu," ujarnya.

Hari ini rencananya Sarlito bertemu dengan Jessica. Namun, karena kondisinya yang sedang tidak sehat, ia meminta kepolisian menjadwal ulang pertemuannya. "Saya terlalu capek hari ini," ucapnya. Jadi hari ini ia datang ke Polda hanya untuk melengkapi berita acara pemeriksaan.

Baca: Didesak Kasus Mirna, Krishna Murti: Ini Bukan Tebak-tebakan!

Scroll Untuk Melanjutkan

Sarlito belum menjadwal ulang pertemuannya dengan Jessica. Namun dia memastikan, jika kesehatannya sudah pulih, dia segera menghubungi penyidik. "Atau menunggu panggilan Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya Kombes Krishna Murti," tuturnya.

Jessica adalah tersangka pembunuh Wayan Mirna Salihin. Mirna tewas setelah menenggak es kopi pada 6 Januari 2016. Kopi itu dipesan Jessica sebelum Mirna dan temannya, Hani, datang. Belakangan diketahui, kopi itu mengandung sianida. Polisi menduga orang yang menaburi kopi Mirna dengan racun itu adalah Jessica.

MAYA AYU PUSPITASARI

Iklan



Rekomendasi Artikel

Konten sponsor pada widget ini merupakan konten yang dibuat dan ditampilkan pihak ketiga, bukan redaksi Tempo. Tidak ada aktivitas jurnalistik dalam pembuatan konten ini.

 

Video Pilihan


Ayah bunuh Anak di Serang akan Jalani Pemeriksaan Kejiwaan di RSDP Serang

16 jam lalu

Ilustrasi pembunuhan. FOX2now.com
Ayah bunuh Anak di Serang akan Jalani Pemeriksaan Kejiwaan di RSDP Serang

Seorang ayah di Serang, Banten membunuh anak kandungnya demi mendalami ilmu kebatinan


Polisi Ungkap Ada Pengacara Pelaku Pembunuhan Vina dan Eky Datangi Saksi Agar Berbohong

1 hari lalu

Kadiv Humas Polri Irjen. Pol. Shandi Nugroho memimpin apel gelar pasukan kesiapan Satgas Humas Ops Mantap Brata 2023. Operasi tersebut digelar dalam rangka pengamanan Pemilu 2024, pada 16 Oktober 2023. Foto: Istimewa
Polisi Ungkap Ada Pengacara Pelaku Pembunuhan Vina dan Eky Datangi Saksi Agar Berbohong

Polisi mengatakan pengacara dan orang tua pelaku menjanjikan uang agar saksi berbohong dalam kasus pembunuhan Vina dan Eky.


Ayah Bunuh Anak di Serang Banten, Beralibi Dalami Ilmu kebatinan Demi Kekayaan

2 hari lalu

Ilustrasi pembunuhan dengan senjata tajam. news18.com
Ayah Bunuh Anak di Serang Banten, Beralibi Dalami Ilmu kebatinan Demi Kekayaan

Penangkapan itu setelah Agus sempat melarikan diri usai melakukan pembunuhan terhadap anak kandungnya di Ciomas, Serang.


4 Polisi Filipina Divonis Bersalah atas Pembunuhan saat Perang Narkoba

3 hari lalu

Petugas kepolisian bersama sejumlah sukarelawan patroli wanita saat melakukan patroli malam di Pateros, Metro Manila, Filipina, 27 Januari 2020. Kelompok sukarelawan dibentuk pada 2016 saat terjadinya perang narkoba pada pemerintahan Duterte. REUTERS/Eloisa Lopez
4 Polisi Filipina Divonis Bersalah atas Pembunuhan saat Perang Narkoba

Empat polisi Filipina dinyatakan bersalah pada Selasa 18 Juni 2024 karena membunuh seorang ayah dan anak, kata pejabat pengadilan.


Mengenal Seluk-beluk Hukuman Penjara Seumur Hidup dalam KUHP

6 hari lalu

Sidang tuntutan Altafasalya Ardnika Basya,  terdakwa pembunuhan mahasiswa UI Muhammad Naufal Zidan di Pengadilan Negeri Depok, Kecamatan Cilodong, Depok, Rabu, 13 Maret 2024. Foto : Humas Kejari Depok
Mengenal Seluk-beluk Hukuman Penjara Seumur Hidup dalam KUHP

Hukuman ini diatur di Pasal 10, Pasal 11, dan Pasal 12 KUHP, yang memberikan kerangka hukum terkait pelaksanaan dan pengertian penjara seumur hidup.


Jejak Kasus Altaf di Pembunuhan Mahasiswa: Dari Hukuman Mati Hingga Vonis Seumur Hidup

7 hari lalu

Sidang tuntutan Altafasalya Ardnika Basya,  terdakwa pembunuhan mahasiswa UI Muhammad Naufal Zidan di Pengadilan Negeri Depok, Kecamatan Cilodong, Depok, Rabu, 13 Maret 2024. Foto : Humas Kejari Depok
Jejak Kasus Altaf di Pembunuhan Mahasiswa: Dari Hukuman Mati Hingga Vonis Seumur Hidup

Altafasalya Ardnika Basya, atau yang lebih dikenal sebagai Altaf, menjadi terdakwa dalam kasus pembunuhan berencana yang menggemparkan masyarakat, khususnya komunitas akademik UI.


Kronologi Kasus Pembunuhan Mahasiswa UI oleh Altaf si Kakak Tingkat yang Lolos dari Hukuman Mati

7 hari lalu

Tersangka Altafasalya Ardnika Basya (23) saat rekonstruksi kasus pembunuhan mahasiswa Universitas Indonesia (UI) di tempat kejadian perkara (TKP) Indekos Apik Zire, Beji, Depok, Jawa Barat, Selasa, 22 Agustus 2023. Polres Metro Depok menggelar rekonstruksi kasus pembunuhan mahasiswa Sastra Rusia Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya Universitas Indonesia (FIB UI) Muhammad Naufal Zidan alias MNZ (19) oleh kakak tingkatnya Altafasalya Ardnika Basya alias AAB (23). Motif pembunuhan tersebut dilarenakan pelaku yang sedang terlilit tunggakan bayar kos hingga pinjaman online (pinjol), pelaku sempat mencuri sejumlah barang pribadi milik korban, mulai dari laptop MacBook, Hp iPhone hingga dompet. TEMPO/M Taufan Rengganis
Kronologi Kasus Pembunuhan Mahasiswa UI oleh Altaf si Kakak Tingkat yang Lolos dari Hukuman Mati

Kronologi kasus pembunuhan mahasiswa UI Naufal Zidan, oleh kakak tingkat Altafasalya Ardnika Basya alias Altaf.


Polisi Ungkap Motif Kakek di Bekasi Tersangka Pembunuhan dan Pencabulan Anak Perempuan 9 Tahun

11 hari lalu

Didik Setiawan, 61 tahun, tersangka pembunuhan dan pencabulan anak di Bekasi. Tempo/Adi Warsono
Polisi Ungkap Motif Kakek di Bekasi Tersangka Pembunuhan dan Pencabulan Anak Perempuan 9 Tahun

Motif tersangka pembunuhan dan pencabulan itu diketahui berdasarkan penyelidikan polisi bersama Apsifor, KPAD dan DP3A.


Bos Rental Mobil Dituduh Maling di Pati, Polisi Kejar Pelaku yang Pukul Korban Pakai Batu

12 hari lalu

Satreskrim Polresta Pati menggelar olah TKP di lokasi amuk massa yang menewaskan bos rental mobil di Desa Sumbersoko, Kecamatan Sukolilo, Kabupaten Pati, Jawa Tengah. POLRESTA PATI
Bos Rental Mobil Dituduh Maling di Pati, Polisi Kejar Pelaku yang Pukul Korban Pakai Batu

Korban dikeroyok hingga tewas usai diteriaki maling saat mengambil mobil rentalnya di Desa Sumbersoko, Kecamatan Sukolilo, Pati


Bos Rental Mobil Tewas Dikeroyok di Pati, Jumlah Tersangka Bertambah

12 hari lalu

Markas Polresta Pati, Jawa Tengah. Foto: ANTARA/Akhmad Nazaruddin Lathif
Bos Rental Mobil Tewas Dikeroyok di Pati, Jumlah Tersangka Bertambah

Pengusaha rental mobil tewas dikeroyok usai diteriaki maling saat mengambil kendaraannya di Desa Sumbersoko, Kecamatan Sukolilo, Pati, Jawa Tengah