Soal Sumber Waras, Ini Beda Audit BPK Zaman Foke dan Ahok

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok, duduk di ruang tunggu  jelang pemeriksaan di Gedung KPK, Jakarta, 12 April 2016. TEMPO/Eko Siswono Toyudho

    Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok, duduk di ruang tunggu jelang pemeriksaan di Gedung KPK, Jakarta, 12 April 2016. TEMPO/Eko Siswono Toyudho

    TEMPO.COJakarta - Setelah diperiksa Komisi Pemberantasan Korupsi terkait dengan kejanggalan pembelian lahan Rumah Sakit Sumber Waras, Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok langsung menyerang balik Ketua Badan Pemeriksa Keuangan Harry Azhar Aziz.

    Ahok menuding BPK tidak transparan mengaudit laporan keuangan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. "Yang pasti, saya bilang, BPK menyembunyikan data kebenaran," ujar Gubernur Basuki setelah menjalani pemeriksaan di gedung KPK, Jakarta Selatan, Selasa, 12 April 2016.

    BACA: Ahok: Pertanyaan Penyelidik Soal Sumber Waras Lucu Banget

    "Tak beres dari dulu, tapi kenapa mendapat WTP?" ucap Ahok, Juli 2014. WTP atau wajar tanpa pengecualian menunjukkan laporan keuangan bagus. Maksud Ahok, pada pemerintah Gubernur Fauzi Bowo 2011 dan 2012, BPK selalu memberi opini WTP. Basuki berkilah opini tersebut aneh. "Kami lebih transparan, lebih rapi sekarang, bagaimana Anda bilang saya WDP?" ujarnya.

    Memasuki kepemimpinan Gubernur Jokowi, BPK memberi opini wajar dengan pengecualian (WDP). WDP maksudnya masih ada beberapa pelaporan rekening atau item tertentu yang mendapat pengecualian. Padahal, menurut Ahok, pemerintah DKI sudah melakukan banyak langkah perbaikan dalam pengelolaan keuangan.

    BACA: Protes BPK, Ahok: Lu Kira Gue Takut!

    Misalnya, Jakarta melakukan sensus aset pada 2013 dan memberlakukan transaksi nontunai untuk pembayaran lebih dari Rp 100 juta. Bahkan BPK dilibatkan dalam cash management system bersama Bank DKI untuk memantau transaksi keuangan daerah secara real time.

    Namun seorang pejabat BPK yang mengetahui proses audit mengatakan ada perlakuan berbeda dalam kegiatan pemeriksaan 2013 dengan sebelumnya. Pada 2012, tim tak menemukan banyak persoalan signifikan karena sampel sengaja direkayasa jauh lebih sedikit. "Tahun ini sampling lebih banyak. Makanya hasil berbeda."

    BACA: 12 Jam Dicecar KPK, Ahok: BPK Sembunyikan Kebenaran!

    Meskipun waktu itu Ahok menerima hasil audit BPK, ia meminta BPK memeriksa keuangan Pemerintah Provinsi DKI untuk tahun-tahun berikutnya. "Silakan audit anak buah saya agar ketahuan borok-borok yang lama," katanya. "Asal, dengan satu syarat, standar yang dipakai sama dengan daerah lain."

    EVAN | PDAT | SUMBER DIOLAH TEMPO

    BERITA MENARIK
    Yuni Shara Buka Rahasia Soal Nikah dengan Duda Wanda Hamidah
    Perawat Suntik Mati 24 Pasien, Berharap Hidup Lagi


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Perbedaan Rapid Test, Swab, dan TB-TCM dalam Deteksi Virus Corona

    Ada tiga tes yang dapat dilakukan untuk mendeteksi virus corona di dalam tubuh, yaitu dengan Rapid Test, Swab, atau metode TB-TCM. Simak perbedaannya.