Didukung Golkar, Ahok: Tunggu Keputusan Teman Ahok

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok datang ke Teman Ahok Fair dengan membeli tiket masuk sendiri di Gudang Sarinah, 29 Mei 2016. Tempo/ Destrianita

    Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok datang ke Teman Ahok Fair dengan membeli tiket masuk sendiri di Gudang Sarinah, 29 Mei 2016. Tempo/ Destrianita

    TEMPO.COJakarta - Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok belum menentukan sikap setelah Partai Golkar memastikan mendukung dia maju dalam pemilihan Gubernur DKI Jakarta pada 2017. Ahok mengaku masih mempertimbangkan posisi relawannya, Teman Ahok. "Aku belum mikir," kata Ahok di Masjid Hidayaturrahman, Pegangsaan Dua, Jakarta Utara, Selasa, 14 Juni 2016.

    Ahok mengatakan selama ini dukungan kuat datang dari relawannya lantaran kelompok yang terdiri atas anak muda ini khawatir dia gagal maju dalam pemilihan Gubernur DKI Jakarta mendatang. Kekhawatiran itu muncul lantaran sebelumnya tidak ada sinyal dari partai untuk mengusung Ahok. Itu sebabnya, mereka mengumpulkan kartu tanda penduduk sebagai syarat maju sebagai calon independen.

    BACA: Kasus Sumber Waras Selesai, Batman Makin Kuat Dukung Ahok

    "Dulu kan kami hanya berpikir Teman Ahok khawatir saya enggak bisa ikut gitu kan. Makanya sekarang saya mau tanya mereka maunya gimana," kata Ahok. Ia juga menuturkan belum menimbang untung-rugi jika maju lewat partai atau non-partai.

    Ahok berencana menemui relawannya tersebut jika jumlah KTP sudah mencapai batas target, yaitu 1 juta lembar. Setelah mendapat dukungan tambahan dari partai, Ahok mengatakan ia juga akan membicarakan hal serupa kepada mereka. "Saya enggak tahu, mereka yang suruh putusin. Ya, bergantung pada mereka aja maunya apa," ucapnya.

    Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Golkar memastikan dukungan terhadap Ahok dalam pemilihan Gubernur DKI Jakarta. Keputusan tersebut akan diumumkan dalam musyawarah daerah Partai Golkar pada Ahad, 19 Juni 2016.

    Sebelumnya, Hanura dan NasDem menyatakan mendukung Ahok. Jumlah kursi ketiga partai tersebut ada 24 buah. Jumlah kursi tersebut sudah cukup untuk mengusung calon. Rinciannya, Partai NasDem memiliki 5 kursi, Hanura 10 kursi, dan Golkar 9 kursi. 

    KPUD mengajukan syarat bagi pasangan calon non-partai untuk menggalang dukungan hingga minimal 532.210 pemilih atau 7,5 persen dari Daftar Pemilih Tetap. Sejak Mei lalu, jumlah KTP sebagai syarat sudah terpenuhi. Sampai Selasa, 14 Juni 2016, berdasarkan data dari situs yang dibuat tim relawan Ahok, www.temanahok.com, jumlah KTP yang telah terkumpul mencapai 976.478 lembar.

    LARISSA HUDA

    Baca juga:
    Prancis, Jerman atau…: Ini  Rahasia Penentu  Juara Euro 2016
    Euro, Copa, Dominasi Eropa


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Mengering di Sana-sini

    Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika mengeluarkan peringatan dini bahaya kekeringan untuk wilayah Provinsi Banten dan Provinsi DKI Jakarta.