Kronologi Penangkapan Pretty Asmara dalam Kasus Narkoba

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pretty Asmara. Tempo/Hadriany Puji

    Pretty Asmara. Tempo/Hadriany Puji

    TEMPO.CO, Jakarta - Polisi menciduk artis Pretty Asmara dalam kasus narkoba di Hotel Grand Mercure Jakarta, Kemayoran, Minggu dinihari, 16 Juli 2017. Sebelum penangkapan, kepolisian sempat melakukan pengintaian.

    "Proses penangkapan tersebut dilakukan setelah memperoleh informasi dari masyarakat mengenai adanya pesta narkoba di Center Stage Club & Karaoke Hotel Grand Mercure pada Jumat, 14 Juli 2017," kata Kepala Subdirektorat II Direktorat Reserse Narkoba Kepolisian Daerah Metro Jaya Ajun Komisaris Besar Doni Alexander di Polda Metro Jaya, Selasa, 18 Juli 2017.

    Baca: Pretty Asmara Ditangkap Polisi atas Kepemilikan Sabu dan Ekstasi

    Ia melanjutkan, setelah mendapat informasi, Sabtu, 15 Juli 2017, sekitar pukul 17.00 WIB, setelah melakukan penyelidikan, polisi mendapat informasi bahwa PA telah memesan tempat di Room Paris Center Stage Club & Karaoke Hotel Grand Mercure Jakarta, Kemayoran.

    Baru pada Minggu dinihari, pukul 00.45 WIB, PA terlihat keluar dari Room Paris dan naik ke Lobby Hotel Grand Mercure Jakarta, Kemayoran, menemui seorang laki-laki dengan gerak-gerak mencurigakan yang kemudian dilakukan penyergapan. Dari penggeledahan kamar itu, polisi menemukan 0,92 gram sabu.

    Hasil tes urine menyatakan PA negatif menggunakan narkoba. Ia ditetapkan sebagai tersangka karena mengedarkan serta membayar narkoba.

    "Kalau makai bukan masalah urine, menyediakan dalam Pasal 132 pemufakatan itu bisa masuk dan itu lebih berat. Dia menyediakan, dia menyiapkan, dan dia membayarkan," ujarnya.

    Polisi juga masih mengusut keterlibatan pihak pemasok narkoba ke Pretty Asmara. Berdasarkan pengakuan Pretty, ia mendapatkan dari Mardani. Barang tersebut kemudian dijual kepada Alvin yang kini masuk daftar pencarian orang (DPO).

    Saat konferensi pers, Pretty berteriak menyatakan dia dijebak oleh Alvin. Ia juga berteriak bahwa dia negatif dari narkoba. Menanggapi pernyataan Pretty tersebut, Doni menyatakan pihaknya akan mendalami lebih jauh proses penyidikan tersebut

    "Kalau terkait masalah proses penjebakan ataupun bagaimana, itu nanti akan kita lihat," ujar Doni.

    WULAN NOVA S | EA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Calon Menteri yang Disodorkan Partai dan Ormas, Ada Nama Prabowo

    Presiden Joko Widodo menyatakan bahwa sebanyak 45 persen jejeran kursi calon menteri bakal diisi kader partai.