Depok Makin Macet, Warga Minta Sistem Satu Arah Dihentikan  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kota Depok di sekitar kawasan Jalan Margonda Raya, Depok. Kota Depok menempati peringkat kelima kota termacet di Indonesia dengan laju kendaraan 21,4 Km/jam. TEMPO/Subekti.

    Kota Depok di sekitar kawasan Jalan Margonda Raya, Depok. Kota Depok menempati peringkat kelima kota termacet di Indonesia dengan laju kendaraan 21,4 Km/jam. TEMPO/Subekti.

    TEMPO.CODepok - Uji coba sistem satu arah di Jalan Dewi Sartika dan Jalan Nusantara membuat kemacetan arus lalu lintas di Kota Depok makin parah. "Bukan memperlancar jalan, malah tambah bikin macet," kata Novianti, pengguna jalan, Kamis, 3 Agustus 2017.
     
    Novianti menganggap pemerintah gagal memberi solusi untuk mengatasi kemacetan di Depok. Sebab, kata dia, imbas penerapan satu arah tersebut membuat sejumlah jalan lain menjadi ikut macet.

    BacaSistem Satu Arah di Depok, Durasi 4 Lampu Lalu Lintas Diset Ulang
     
    Menurut Novianti, sejumlah jalan yang terkena dampak kemacetan adalah Jalan Raya Sawangan di Parung Bingung sampai pertigaan Sekolah Cakra Buana, sepanjang Arif Rahman Hakim, dan Jalan Raya Kartini. "Memang di Jalan Dewi Sartika dan Nusantara lancar, tapi macetnya menjadi pindah ke jalan-jalan lain," ujar Novianti.
     
    Warga Serpong yang bekerja di kawasan jalan Margonda, Kota Depok, itu mengatakan biasanya dirinya membutuhkan waktu satu jam setengah untuk mencapai kantornya. “Sekarang bisa lebih dari dua jam perjalanan untuk berangkat kerja ke Margonda," ucap Novianti.
     
    Komarudin, warga Citayam, mengatakan kemacetan semakin parah dari Jalan Raya Citayam menuju Jalan Raya Kartini. "Kemarin saya dari Ratu Jaya sampai ke GDC lewat jalan Citayam-Kartini, yang berjarak satu kilometer, menghabiskan waktu satu jam," katanya.
     
    Menurut Komarudin, kemacetan di jam sibuk pada pagi hari di Jalan Raya Citayam-Kartini karena terjadi penyempitan ruas jalan sebagai imbas sistem satu arah. Penyempitan terjadi karena arus satu arah di Jalan Dewi Sartika bertemu dengan kendaraan dari Jalan Kartini. "Saya harap kebijakannya dihapus," ujarnya.
     
    Kepala Satuan Lalu Lintas Kepolisian Resor Kota Depok Komisaris Sutomo mengakui kebijakan satu arah di Depok banyak dikeluhkan masyarakat. Namun, ia berharap, masyarakat melihat penerapan sistem ini selama sepekan terlebih dulu. "Kan masih diuji coba," tuturnya.
     
    Sutomo mengakui penerapan sistem satu arah berdampak pada penumpukan kendaraan di jalan lain. "Nanti hasil evaluasi akan kami berikan ke Wali Kota Depok," katanya.

    Baca jugaSistem Satu Arah di Depok, Perlintasan Kereta Sebabkan Kemacetan

    Kepala Seksi Rekayasa Lalu Lintas Dinas Perhubungan Kota Depok Ari Manggala mengatakan pihaknya masih mengevaluasi sistem satu arah. Menurut dia, dampak dari sistem satu arah di Jalan Dewi Sartika dan Jalan Nusantara menyebabkan kemacetan di jalan lain. "Masih kami evaluasi," ujar Ari.
     
    IMAM HAMDI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Virus Korona Wuhan Menjangkiti Kapal Pesiar Diamond Princess

    Jumlah orang yang terinfeksi virus korona Wuhan sampai Minggu, 16 Februari 2020 mencapai 71.226 orang. Termasuk di kapal pesiar Diamond Princess.