Polda Sebut Tanah Abang Makin Macet, Sandiaga: Data Will Not Lie

Reporter:
Editor:

Untung Widyanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno mengunjungi lokasi penataan pedagang kaki lima (PKL) di jalan Jatibaru Raya Tanah Abang, Jakarta, 26 Desember 2017. Sandiaga Uno mengatakan bahwa kebijakan penataan kawasan Tanah Abang dan memfasilitasi PKL merupakan langkah membantu tugas Presiden Jokowi. TEMPO/Hendartyo Hanggi

    Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno mengunjungi lokasi penataan pedagang kaki lima (PKL) di jalan Jatibaru Raya Tanah Abang, Jakarta, 26 Desember 2017. Sandiaga Uno mengatakan bahwa kebijakan penataan kawasan Tanah Abang dan memfasilitasi PKL merupakan langkah membantu tugas Presiden Jokowi. TEMPO/Hendartyo Hanggi

    TEMPO.CO, Jakarta - Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno mengatakan akan terus menjalankan kebijakan penataan kawasan Tanah Abang. Padahal, Direktur Lalu Lintas Kepolisian Daerah Metro Jaya Komisaris Besar Halim Pagarra memberikan masukan untuk evaluasi karena berdampak pada kepadatan kendaraan.

    "Tentu kebijakan ini harus terus dikaji, direview, dan disesuaikan, dimodifikasi," kata Sandiaga di Balai Kota DKI, Jumat, 5 Januari 2018.

    "Kami sekali lagi mengapresiasi dan sangat-sangat berterima kasih kepada Pak Halim dan seluruh jajarannya yang sudah menjadi mitra kami dan kami akan teruskan ini."

    Baca juga: Polisi Ungkap Penataan Tanah Abang Anies Baswedan Tabrak 4 Aturan

    Soal evaluasi penataan Tanah Abang, Sandiaga mengatakan akan melakukan survei untuk mengetahui efektivitas kebijakan yang dikeluarkan Gubernur Anies Baswedan tersebut. Hasil surveinya akan diumumkan pada 19 Februari 2018.

    Menurut Sandiaga, survei yang dilakukan akan lebih sahih dan dipercaya. Ia kemudian mengungkapkan bahwa besar atau tidaknya dampak kemacetan akan terlihat dari data tersebut. Namun ungkapan itu ia lontarkan dalam bahasa Inggris.

    "Data will not lie (data tidak akan bohong). Dibilang kemacetan bertambah, ya, please convince me (tolong yakinkan saya), how (bagaimana) kemacetan bertambah kalau datanya menunjukkan seperti ini," ujarnya.

    Sandiaga melanjutkan, "Tapi anyway, kita enggak usah berdebat mengenai itu, masukannya kami terima dan kami berterima kasih. Dan kami pastikan bahwa kami akan terus mengevaluasi," katanya.

    Dalam evaluasi penataan di pekan kedua, Sandiaga justru mengklaim kawasan Tanah Abang mengalami penurunan kemacetan yang signifikan sejak mulai ditata pada 22 Desember 2017 sampai 4 Januari 2018.

    Sandiaga menyebutkan, jumlah kemacetan di pekan pertama turun sebanyak 58 persen. Adapun dalam periode 22 Desember 2017-4 Januari 2018, rata-rata penurunan jumlah laporan kemacetan sebesar 46 persen untuk weekday, dan 25 persen untuk weekend jika dibandingkan sebelum penataan (1-21 Desember 2017).

    Penataan tahap pertama kawasan Tanah Abang sudah berlangsung selama dua pekan, sejak 22 Desember 2017. Penataan Tanah Abang tahap pertama merupakan solusi jangka pendek Gubernur Anies Baswedan dan Sandiaga Uno untuk mengatasi kesemrawutan di sana.

    Anies memberlakukan sterilisasi di Jalan Jatibaru Tanah Abang selama 10 jam sejak pukul 08.00 WIB. Satu jalur jalan diperuntukkan hanya untuk shuttle bus. Sedangkan satu sisi kosong digunakan untuk menampung sekitar 400 pedagang kaki lima.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tips Menghadapi Bisa Ular dengan Menggunakan SABU

    Untuk mengatasi bisa ular, dokter Tri Maharani memaparkan bahwa bisa ular adalah protein yang hanya bisa ditawar dengan SABU polivalen.