Lupa Kata Sandi? Klik di Sini

atau Masuk melalui

Belum Memiliki Akun Daftar di Sini


atau Daftar melalui

Sudah Memiliki Akun Masuk di Sini

Konfirmasi Email

Kami telah mengirimkan link aktivasi melalui email ke rudihamdani@gmail.com.

Klik link aktivasi dan dapatkan akses membaca 2 artikel gratis non Laput di koran dan Majalah Tempo

Jika Anda tidak menerima email,
Kirimkan Lagi Sekarang

Begini Awal Mula Produksi Video Porno Gay di Gym Depok Terbongkar

Reporter

image-gnews
Ilustrasi Video Kamera. Treatyougoods.com
Ilustrasi Video Kamera. Treatyougoods.com
Iklan

TEMPO.CO, Depok - Dua pria pembuat video porno gay di sebuah gym di Kota Depok menjajakan diri dengan menyebarkannya lewat aplikasi Hornet.

“Mereka mengaku tidak tergabung dalam kelompok gay manapun. Pelaku mencari pasangan melalui aplikasi Hornet,” kata Kepala Satuan Reserse dan Kriminal (Kasatreskrim) Polres Depok Komisaris Putu Kholis Aryana ketika dihubungi Tempo pada Ahad, 21 Januari 2018.

Kedua tersangka, yang juga pemerasan video porno tersebut, adalah Rudi Saputra aalias Daniel, 21 tahun, warga Desa Tanjung Agung, Kecamatan Waylima Pesawaran, Lampung Selatan. Pelaku lainnya, Muchsin alias Aris alias Ucil, (31), beralamat di Jalan Raya Sawangan, Kelurahan Rangkapan Jaya Baru, Kecamatan Pancoran Mas. Muchsin juga karyawan sebuah tempat kebugaran atau gym di Jalan Raya Sawangan.

BacaKasus Video Porno Bocah SD, Polisi Meringkus 6 Orang Pelaku

Pelaku juga menyebarkan video porno melalui akun Twitter @prassongsup pada Rabu 21 Juni 2017. Dalam akun tersebut terdapat ratusan foto dan video vulgar, seperti laki-laki telanjang atau adegan mesum sesama jenis.

Menurut Putu, pelaku menyebarkan video porno sebagai alat promosi untuk jasa seks komersial. Salah seorang pelaku diketahui mendapatkan uang Rp 300 ribu hingga Rp 700 ribu tiap memberikan layanan seks.

Berdasarkan penelusuran Tempo, pada 21 Juni 2017 di akun tersebut terdapat dua video porno yang masing-masing berdurasi hampir 2 menit. Pada dua video pendek tadi, dua laki-laki tanpa busana melakukan adegan seks di sebuah ruangan penuh dengan alat-alat olahraga.

Iklan
Scroll Untuk Melanjutkan

Video diduga direkam tanpa bantuan kamerawan karena sudut pandang video tidak berubah dari awal hingga akhir. Sebelum merekam, pelaku meletakkan kamera dan mengarahkan lensa ke lokasi adegan mesum. Wajah satu orang pemerannya tidak terlihat kamera karena seluruh kepalanya ditutup dengan lilitan kaos oblong.

Para tersangka dijerat dengan Undang-undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE) Pasal 4 Ayat 1 jo Pasal 29 UU RI No. 44 Tahun 2008 tentang Pornografi dan Pasal 27 Ayat 1 jo Pasal 45 Ayat 1 UU RI No.  19 Tahun 2016 tentang Perubahan atas UU RI No. 11 Tahun 2008 tentang ITE. Mereka terancam hukuman di atas lima tahun penjara.

Menurut Putu Kholis Aryana, video porno itu direkam di gym Jalan Raya Sawangan, Kecamatan Pancoran Mas, Kota Depok. Polisi menyita barang bukti sebuah kaos oblong berwarna putih serta tiga telepon seluler pintar dengan merek yang berbeda.

Bagaimana kasus video porno gay Depok ini bisa terungkap?

Penangkapan Rudi dan Muchsin bermula dari laporan pemilik gym yang menjadi lokasi pengambilan video porno tersebut, yakni Yos Desambra. Yos merasa nama baiknya tercoreng atas ulah mereka berdua karena rekaman video porno gay itu sudah beredar dan diketahui banyak orang.

Polresta Depok pun membentuk tim Cyber Patrol untuk mengumpul informasi dan mengindentifikasi pelaku. “RS dan MS ditangkap di gym dan fitnes yang dijadikan lokasi pembuatan syuting video porno sesama jenis laki-laki," kata Kepala Polresta Depok Komisaris Besar Didik Sugiarto di kantornya pada Ahad, 21 Januari 2018, menjelaskan penangkapan tersangka pada Sabtu lalu itu.

Iklan



Rekomendasi Artikel

Konten sponsor pada widget ini merupakan konten yang dibuat dan ditampilkan pihak ketiga, bukan redaksi Tempo. Tidak ada aktivitas jurnalistik dalam pembuatan konten ini.

 

Video Pilihan


Cuci Rapor Menjadi Modus yang Buat Katrol Nilai Rapor 51 Siswa SMPN 19 Depok

3 jam lalu

Sekdis Pendidikan Kota Depok Sutarno dikonfirmasi terkait cuci nilai rapor hingga 51 CPD dianulir usai monitoring MPLS di SMPN 22 Depok, Jalan Bima, Kelurahan Mekarjaya, Kecamatan Sukmajaya, Rabu, 17 Juli 2024. TEMPO/Ricky Juliansyah
Cuci Rapor Menjadi Modus yang Buat Katrol Nilai Rapor 51 Siswa SMPN 19 Depok

Kemendikbudristek melakukan pengecekan nilai melalui aplikasi e-rapor dan ditemukan, nilai e-rapor berbeda dengan nilai rapor yang diunggah.


Kejari Selidiki Dugaan Manipulasi Nilai Rapor di SMPN 19 Depok

14 jam lalu

Suasana di SMPN 19 Depok, Jalan Leli, Kelurahan Depok Jaya, Kecamatan Pancoran Mas, Selasa, 16 Juli 2024. TEMPO/Ricky Juliansyah
Kejari Selidiki Dugaan Manipulasi Nilai Rapor di SMPN 19 Depok

Kejari Depok menyelidiki dugaan korupsi dalam kasus katrol nilai rapor siswa SMPN 19.


Fakta-fakta Kasus Manipulasi Rapor di Depok, Nilai Dinaikkan hingga 20 Persen

20 jam lalu

Plh Kepala Dinas Pendidikan Jawa Barat Mochamad Ade Afriandi bicara terkait cuci rapor di Depok, Selasa, 16 Juli 2024. Foto : Dokumentasi Pribadi
Fakta-fakta Kasus Manipulasi Rapor di Depok, Nilai Dinaikkan hingga 20 Persen

Sejumlah fakta dalam kasus manipulasi rapor di Depok, nilai dinaikkan 20 persen dan guru diberi sanksi.


Buntut Skandal Katrol Nilai Rapor di Depok, Disdik Bakal Lakukan Sejumlah Hal Ini

23 jam lalu

Sekdis Pendidikan Kota Depok Sutarno dikonfirmasi terkait cuci nilai rapor hingga 51 CPD dianulir usai monitoring MPLS di SMPN 22 Depok, Jalan Bima, Kelurahan Mekarjaya, Kecamatan Sukmajaya, Rabu, 17 Juli 2024. TEMPO/Ricky Juliansyah
Buntut Skandal Katrol Nilai Rapor di Depok, Disdik Bakal Lakukan Sejumlah Hal Ini

Disdik Kota Depok bakal melakukan hal berikut ini terkait skandal katrol nilai rapor di SMPN 19 Depok.


Dinas Pendidikan Jawa Barat Sebut Modus Cuci Rapor PPDB Hanya di Depok

1 hari lalu

Kaum perempuan atau ibu-ibu menggelar aksi unjuk rasa mengkritik sistem PPDB zonasi dan afrimasi di depan gedung DPRD Jawa Barat di Bandung, 24 Juni 2024. Perempuan dari Forum Masyarakat Peduli Pendidikan menuntut agar pemerintah menambah jumlah sekolah khususnya SMA/SMK negeri di seluruh wilayah dengan merata serta menuntut penambahan kuota untuk PPDB jalur afirmasi. Minimnya jumlah SMA negeri di Kota Bandung masih jadi celah praktik jual beli bangku dan perpindahan domisili secara ilegal. TEMPO/Prima mulia
Dinas Pendidikan Jawa Barat Sebut Modus Cuci Rapor PPDB Hanya di Depok

Pelaksana harian (Plh) Kepala Dinas PEndidikan Jawa Barat Mochamad Ade Afriandi mengatakan, kasus cuci rapor hanya terjadi di Kota Depok.


Kronologi Skandal Manipulasi Nilai Rapor di Depok Terungkap

1 hari lalu

Suasana di SMPN 19 Depok, Jalan Leli, Kelurahan Depok Jaya, Kecamatan Pancoran Mas, Selasa, 16 Juli 2024. TEMPO/Ricky Juliansyah
Kronologi Skandal Manipulasi Nilai Rapor di Depok Terungkap

Kepala SMP Negeri 19 Depok Nenden Eveline Agustina menyatakan sekolah siap menerima konsekuensi atas skandal manipulasi nilai rapor siswa di PPDB.


Soal Skandal Cuci Nilai Rapor, Dinas Pendidikan Depok: Siapa Tahu di SD Juga

1 hari lalu

Sekdis Pendidikan Kota Depok Sutarno dikonfirmasi terkait cuci nilai rapor hingga 51 CPD dianulir usai monitoring MPLS di SMPN 22 Depok, Jalan Bima, Kelurahan Mekarjaya, Kecamatan Sukmajaya, Rabu, 17 Juli 2024. TEMPO/Ricky Juliansyah
Soal Skandal Cuci Nilai Rapor, Dinas Pendidikan Depok: Siapa Tahu di SD Juga

Dinas Pendidikan menyesalkan kasus cuci nilai rapor dalam PPDB 2024 yang mengakibatkan 51 calon siswa asal SMPN 19 Depok dianulir masuk SMA Negeri.


Skandal Katrol Nilai Rapor di Depok, Dinas Pendidikan: Kami Akan Beri Sanksi ke Guru yang Lakukan Itu

1 hari lalu

Sekdis Pendidikan Kota Depok Sutarno dikonfirmasi terkait cuci nilai rapor hingga 51 CPD dianulir usai monitoring MPLS di SMPN 22 Depok, Jalan Bima, Kelurahan Mekarjaya, Kecamatan Sukmajaya, Rabu, 17 Juli 2024. TEMPO/Ricky Juliansyah
Skandal Katrol Nilai Rapor di Depok, Dinas Pendidikan: Kami Akan Beri Sanksi ke Guru yang Lakukan Itu

Dinas Pendidikan tak tinggal diam atas skandal katrol nilai rapor yang ditemukan di SMPN 19 Depok. Siswa yang dianulir tetap bisa ke sekolah swasta.


Skandal Cuci Nilai Rapor di SMPN Depok: Kronologi hingga 51 Calon Peserta Didik Dianulir

1 hari lalu

Plh Kepala Dinas Pendidikan Jawa Barat Mochamad Ade Afriandi bicara terkait cuci rapor di Depok, Selasa, 16 Juli 2024. Foto : Dokumentasi Pribadi
Skandal Cuci Nilai Rapor di SMPN Depok: Kronologi hingga 51 Calon Peserta Didik Dianulir

Disdik mengatakan tidak bisa melanjutkan 51 calon peserta didik yang dianulir lantaran cuci nilai rapor ke SMA Negeri Depok.


51 Calon Siswa Dianulir Usai Kasus Katrol Nilai Rapor di Depok, Siapa yang Berhak Mengisi Kursi Kosong?

2 hari lalu

Plh Kepala Dinas Pendidikan Jawa Barat Mochamad Ade Afriandi bicara terkait cuci rapor di Depok, Selasa, 16 Juli 2024. Foto : Dokumentasi Pribadi
51 Calon Siswa Dianulir Usai Kasus Katrol Nilai Rapor di Depok, Siapa yang Berhak Mengisi Kursi Kosong?

Dinas Pendidikan Jawa Barat menyebut tidak bisa melanjutkan 51 calon peserta didik (CPD) yang dianulir lantaran cuci nilai rapor ke SMA Negeri Depok.