Somasi Tak Digubris, Sopir Angkot Tanah Abang Akan Gugat Anies Baswedan ke Pengadilan

Reporter:
Editor:

Clara Maria Tjandra Dewi H.

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Aktivitas pedagang kaki lima yang memenuhi Jalan Jatibaru Raya, Tanah Abang, Jakarta, 9 Maret 2018. Polisi berencana memanggil Pemprov DKI Jakarta untuk membandingkan data terkait penutupan jalan tersebut. TEMPO/Subekti.

    Aktivitas pedagang kaki lima yang memenuhi Jalan Jatibaru Raya, Tanah Abang, Jakarta, 9 Maret 2018. Polisi berencana memanggil Pemprov DKI Jakarta untuk membandingkan data terkait penutupan jalan tersebut. TEMPO/Subekti.

    TEMPO.CO, Jakarta - Perwakilan sopir angkot Tanah Abang, Abdul Rosyid akan menggugat Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan ke pengadilan terkait penutupan Jalan Jatibaru Raya, Tanah Abang. Hal ini dilakukan setelah Pemerintah Provinsi DKI Jakarta tidak merespons somasi sopir angkot Tanah Abang.

    “Hari ini akan ke Pengadilan Negeri Jakarta Pusat,” kata Rosyid saat dihubungi Tempo, Selasa 13 Maret 2018.

    Menurut Rosyid, para sopir angkot Tanah Abang telah berkoordinasi dengan kuasa hukum. Untuk materi gugatan nanti disampaikan di PN Jakarta Pusat. “Sekitar jam 10 nanti kami sudah ada di pengadilan,” katanya.
     
    Kebijakan Gubernur Anies Baswedan menutup Jalan Jatibaru Raya, Tanah Abang, untuk menempatkan para pedagang kaki lima (PKL) menuai banyak kritik. Selain digugat sopir angkot Tanah Abang, Anies juga menghadapi kasus di Polda Metro Jaya gara-gara kebijakan kontroversial tadi.

    Baca: Sopir Angkot Tanah Abang Ultimatum Anies Baswedan

    “Kami kasih waktu lima hari untuk membuka Jalan Jatibaru Raya," kata Abdul Rosyid, di Balai Kota DKI Jakarta pada Rabu, 7 Maret 2018. "Kalau teguran ini tidak digubris, saya akan masukkan ke pengadilan."

    Dalam surat somasi sopir angkot Tanah Abang itu disebutkan bahwa penutupan Jalan Jatibaru Raya sejak 22 Desember 2018 telah melanggar Pasal 130 Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan serta Pasal 12 Undang-Undang Nomor 38 2004 tentang Jalan.

    Kuasa hukum para sopir angkot, Ferdian Sustanto, menyatakan siap mengajukan gugatan ke pengadilan kalau sampai 5 x 24 jam Gubernur Anies Baswedan tidak membuka Jalan Jatibaru Raya. “Kami sedang siapkan strateginya.“

    Menurut Rosyid, solusi yang ditawarkan oleh pemerintah daerah kepada para sopir Tanah Abang berupa program OK-OTrip juga tidak banyak membantu lantaran tidak sesuai dengan pola kerja mereka. Dalam program OK-OTrip, dipatok target 190 kilometer sedangkan trayek angkot Tanah Abang tak sejauh itu.

    Baca: Pengamat Transportasi Kritik Wacana Becak Listrik Anies Baswedan

    Dia mencontohkan, trayek Mikrolet 08 Tanah Abang-Kota, sekali jalan hanya 10 km. Dalam setengah hari, paling cuma lima kali keliling atau sejauh 50 km. Dari pagi sampai sore paling banter 10 kaki keliling atau 100 km. Di samping itu, armada angkot di trayeknya mencapai 260 mobil sedangkan program OK-Otrip cuma butuh 90. "Sisanya (mau di bawa) ke mana?” tutur Rosyid.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Aturan Skuter Listrik Pasca Insiden GrabWheels Belum Ada Rujukan

    Pemerintah Provinsi DKI berencana mengeluarkan aturan soal skuter listrik setelah insiden dua pengguna layanan GrabWheels tewas tertabrak.