Sidang Narkoba, Tio Pakusadewo Berkaus Hitam dengan Tulisan JE3RA

Reporter:
Editor:

Dwi Arjanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Artis Tio Pakusadewo tiba di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan untuk menjalani sidang lanjutan perkara penyalahgunaan narkoba pada Senin, 7 Mei 2018. TEMPO/Salsabila Putri Pertiwi

    Artis Tio Pakusadewo tiba di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan untuk menjalani sidang lanjutan perkara penyalahgunaan narkoba pada Senin, 7 Mei 2018. TEMPO/Salsabila Putri Pertiwi

    TEMPO.CO, Jakarta - Aktor Tio Pakusadewo kembali menjalani sidang perkara penyalahgunaan narkoba di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, pada Senin siang, 7 Mei 2018. Agenda sidang meliputi pemeriksaan saksi dari jaksa penuntut umum (JPU).

    Tio Pakusadewo tampak bugar saat tiba di pengadilan bersama rombongan tahanan lain. Mengenakan kacamata dan kaus hitam berkerah bertulisan “JE3RA: Second Chance”, yang merupakan produk kerajinan lembaga pemasyarakatan (lapas), aktor senior tersebut bahkan sempat bergurau dengan rekannya.

    Baca: Tio Pakusadewo Mendadak Berpuisi dalam Sidang Perdana Kasus Narkoba

    Tio juga mengaku dalam kondisi baik. "Sehat, sehat," katanya. Ia sempat mengangkat tangannya dengan pose seperti berdoa saat ditanya wartawan mengenai persiapannya menjalani sidang lanjutan hari ini.

    Sebelumnya, JPU Hatmoko mendakwa Tio melanggar Pasal 112 ayat (1) subsider Pasal 127 ayat (1) huruf a Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika golongan I jenis sabu. Pasal 112 tentang penguasaan narkoba mengatur pidana minimal empat tahun penjara. Sementara pidana berdasarkan Pasal 127 tentang penyalahgunaan narkoba adalah maksimal 4 tahun penjara.

    Baik Tio Pakusadewo maupun tim kuasa hukumnya tidak mengajukan keberatan atas dakwaan tersebut.

    SALSABILA PUTRI PERTIWI | DA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ekspor Benih Lobster, dari Susi Pudjiastuti hingga Edhy Prabowo

    Kronologi ekspor benih lobster dibuka kembali oleh Edhy Prabowo melalui peraturan menteri yang mencabut larangan yang dibuat Susi Pudjiastuti.