Tol Cikampek Satu Arah ke Jakarta, Arus Arteri Pantura Melonjak

Reporter:
Editor:

Clara Maria Tjandra Dewi H.

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Foto udara kemacetan ruas Tol Jakarta-Cikampek KM 66, di Karawang, Jawa Barat, Selasa, 19 Juni 2018. Bagi pengendara dari Jakarta menuju ke Cikampek, diarahkan melewati jalur alternatif. ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A

    Foto udara kemacetan ruas Tol Jakarta-Cikampek KM 66, di Karawang, Jawa Barat, Selasa, 19 Juni 2018. Bagi pengendara dari Jakarta menuju ke Cikampek, diarahkan melewati jalur alternatif. ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A

    TEMPO.CO, Jakarta - Pemberlakuan sistem satu arah atau oneway di Tol Cikampek arah Jakarta berimbas pada arus lalu lintas di jalan arteri Jalur Pantura. Arus lalu lintas di Pantura Jawa Barat pada Selasa malam mengalami lonjakan dua kali lipat dari biasanya, akibat pemberlakuan satu arah di Jalan Tol mulai Brebes sampai Halim.

    Lonjakan arus lalu lintas yang keluar dari Cikampek menuju Pamanukan mulai terasa sejak sore hari dan terus berlangsung sampai menjelang tengah malam.

    Baca: Tol Cikampek Macet, One Way Kembali Diberlakukan Sampai Halim

    Sejumlah pengendara yang ditemui di SPBU Losarang mengatakan, kepadatan terjadi di jalan arteri sepanjang Bekasi, Tambun sampai Cikampek sehingga waktu tempuh dua kali lebih lama dari biasanya.

    "Dari Tambun sampai Losarang delapan jam, padahal biasanya cukup empat jam," kata Andreas, warga Cilimus, Kuningan yang baru silaturahmi ke Bekasi. Ia mengungkapkan, kepadatan terjadi karena semua bus malam melalui jalan arteri.

    Baca: Kendaraan Arus Balik Meningkat, Tol Cikampek Berlakukan One Way

    Hal senada diungkap, Sofyan yang memutuskan beristirahat di SPBU. Semua dia hendak masuk Tol Cikampek dari Jatiwaringin tetapi karena jalan tol ditutup, dia terpaksa menggunakan jalur Kalimalang.

    "Hampir 8 jam perjalanan setengahnya berjuang menembus sampai Cikampek, setelah Cikampek lancar, katanya.

    Kepadatan kendaraan pribadi dan bus juga terjadi di Jalan Raya Palimanan, Brigjen Darsono atau Jalan By Pass Cirebon, serta Jalan Raya Kanci yang menuju ke Jawa Tengah.

    Baca: Pengunjung Rest Area Membeludak, Tol Cikampek Padat Merayap

    Sejumlah restoran di Pantura Subang dan Indramayu menjadi kebanjiran pembeli karena kedatangan bus-bus malam yang biasanya memasuki jalan tol.

    Asep Gunawan, salah satu pengelola rumah makan Niki di Gempolsari Subang, mengakui adanya penutupan membuat banyak kendaraan pribadi dan bus yang mampir untuk makan, namun lonjakannya tidak sebanyak saat pengalihan arus mudik sebelum Lebaran.

    "Pada H-2 dan H-3 kemarin saat pengalihan arus mudik dari tol ke arteri Pantura juga membuat omzet meningkat tiga kali lipat," katanya.

    Baca: Arus Balik, 10 Jam Tol Cikampek Berlaku Satu Arah ke Jakarta

    Selasa atau H+3 ini diperkirakan merupakan puncak arus balik karena kendaraan yang melintas di Gerbang Tol Palimanan keluar dan masuk, pada Selasa 18 Juni pukul 14.00 WIB sebanyak 36.102 unit kendaraan.

    Jumlah itu naik 7.53 persen dari hari Senin (18/5) siang pukul 14.00 WIB yang mencapai 33.573 unit.

    Sampai Selasa dini hari diperkirakan baru melintas 40 persen kendaraan mudik yang kembali ke arah Jakarta dari 528.957 total arus mudik yang melintas di Tol Cipali.

    Pemberlakuan sistem satu arah atau oneway di Tol Cikampek dilakukan karena volume kendaraan mengalami peningkatan pada arus balik Lebaran 2018, Selasa, 19 Juni 2018. Untuk mengurai kemacetan, polisi memberlakukan sistem satu arah atau one way ke Jakarta mulai pukul 15.25.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Waspada, Ini Tanda-Tanda Anda Terjangkit Cacar Monyet

    Cacar monyet atau monkey pox merupakan penyakit yang berasal dari sisi Barat Afrika. Penyakit ini menular melalui monyet, tikus Gambia, dan tupai.