Wagub DKI Jakarta Jatah PKS, Gerindra Bantah Ada Kesepakatan

Reporter:
Editor:

Clara Maria Tjandra Dewi H.

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan - Sandiaga Uno menghadiri rapat paripurna Pergantian Antar Waktu (PAW) di Gedung DPRD DKI, Jakarta, 7 November 2017. DPRD DKI melantik Romli H Solo sebagai anggota DPRD DKI Jakarta Fraksi Hanura. TEMPO/Subekti.

    Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan - Sandiaga Uno menghadiri rapat paripurna Pergantian Antar Waktu (PAW) di Gedung DPRD DKI, Jakarta, 7 November 2017. DPRD DKI melantik Romli H Solo sebagai anggota DPRD DKI Jakarta Fraksi Hanura. TEMPO/Subekti.

    TEMPO.CO, Jakarta - Ketua DPD DKI Jakarta Partai Gerindra Muhammad Taufik membantah ada kesepakatan wagub DKI Jakarta berasal Partai Keadilan Sejahtera (PKS). Menurut Taufik, pemilihan pengganti Sandiaga Uno lebih baik mengikuti mekanisme yang berlaku saja.

    Baca: Pengganti Sandiaga Butuh Waktu, Anies: Saya Bisa Sama Siapa Saja

    Kesepakatan wakil gubernur DKI Jakarta jatah PKS itu pernah disampaikan oleh Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan pada Kamis lalu. Namun Taufik justru menilai kesepakatan itu adalah keinginan PKS.

    "Itukan maunya PKS saja, sudahlah kok repot. Kirim satu nama dari Gerindra kadernya, dan satu nama dari PKS kadernya juga, serahkan sama DPRD, kan ketentuannya yang milih DPRD," kata Taufik kepada Tempo, Ahad, 19 Agustus 2018.

    Taufik berujar, mekanisme yang berlaku tetap akan dipakai untuk menjaring calon pengganti Sandiaga Uno. Mekanisme itu yaitu bahwa partai pengusung Anies-Sandi pada Pilkada DKI 2017 lalu, Gerindra dan PKS punya hak mengusulkan satu nama pengganti.

    Mengenai pernyataan Presiden PKS Sohibul Iman tentang barter kursi calon wakil presiden dengan kursi Wagub DKI Jakarta, Taufik menjawab santai. "Masa segitunya sih cara berdemokrasi membangun bangsa, saya kira itu maunya PKS saja," katanya.

    Anies Baswedan menyatakan dua partai pengusungnya pada Pemilihan Kepala Daerah atau Pilkada DKI 2017 sudah sepakat bahwa yang akan menyodorkan pengganti Sandiaga Uno adalah PKS.

    "Setahu saya sudah ada kesepakatan antara Gerindra dan PKS bahwa yang mengusulkan nanti adalah PKS," kata Anies di Balai Kota, Jakarta Pusat, Kamis, 16 Agustus 2018.

    Baca: Empat Nama Ini Bersaing Jadi Wakil Gubernur DKI Jakarta

    Walau sudah ada kesepakatan, saat itu Anies mengaku belum tahu siapa kandidat pengganti Sandiaga yang akan disodorkan PKS. Selain itu, Anies berujar bahwa pergantian itu tidak akan terburu-buru. "Toh semua pekerjaan masih terhandle dengan baik," kata Anies.

    Sandiaga Uno meninggalkan jabatan sebagai Wakil Gubernur DKI Jakarta untuk maju sebagai calon wakil presiden mendampingi Prabowo Subianto. Sebagai partai pengusung di Pilkada, Gerindra dan PKS berhak menyodorkan satu nama pengganti Sandiaga.

    Keinginan PKS untuk mengisi kursi Wagub DKI Jakarta sudah dikemukakan sejak dipilihnya Sandiaga sebagai calon wakil presiden Prabowo Subianto.

    Presiden PKS Sohibul Iman mengatakan bahwa partainya berhak mendapat kursi wagub DKI Jakarta karena telah merelakan posisi cawapres yang semestinya menjadi jatah PKS. "PKS memberikan posisi wakil presiden, tentu mereka memberikan hak prioritas kepada PKS untuk menjadi wagub," kata Sohibul di kantor KPU, Jumat, 10 Agustus 2018.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    GERD Memang Tak Membunuhmu tapi Dampaknya Bikin Sengsara

    Walau tak mematikan, Gastroesophageal reflux disease alias GERD menyebabkan berbagai kesengsaraan.