Evaluasi Inasgoc, Tiket Festival Asian Games 2018 Turun Harga

Reporter:
Editor:

Zacharias Wuragil

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Suasana penonton yang menyaksikan pertandingan final cabang olah raga bulu tangkis lewat layar besar di kompleks Gelora Bung Karno (GBK), Jakarta Pusat, Selasa, 22 Agustus 2018. Tempo/Adam Prireza

    Suasana penonton yang menyaksikan pertandingan final cabang olah raga bulu tangkis lewat layar besar di kompleks Gelora Bung Karno (GBK), Jakarta Pusat, Selasa, 22 Agustus 2018. Tempo/Adam Prireza

    TEMPO.CO, Jakarta - Panitia Pelaksana Asian Games 2018 (Inasgoc) menurunkan harga tiket festival. Harga tiket ini turun menjadi Rp 10 ribu, dari awalnya Rp 30 ribu - Rp 25 ribu.

    Baca:
    Loket Tiket Asian Games Sepi Usai Final Badminton? 
    Kisruh Tiket Badminton Asian Games, Ratusan Orang Difasilitasi Layar Lebar 

    “Supaya memudahkan masyarakat yang ingin masuk ke Gelora Bung Karno (GBK),” kata Direktur Ticketing INASGOC Sarman Simanjorang di Pintu 5 Stadion Utama GBK, Kamis 23 Agustus 2018.

    Sarman mengatakan, harga tiket festival Rp 10 ribu akan berlaku hingga perhelatan Asian Games 2018 berakhir. Penurunan harga disebut bagian dari evaluasi INASGOC selama ini.

    Sarman mengatakan, di dalam kompleks GBK, pengunjung bisa menikmati pertandingan lewat layar lebar, panggung musik, atau hiburan lain yang disediakan sponsor. Pemilik tiket festival juga bisa berkeliling menikmati venue-venue pertandingan atau melakukan swafoto.

    Baca juga:
    Akhirnya Raja Ubur ubur Ditetapkan Tersangka, Begini Jeratnya

    Sarman menambahkan, panitia akan menerapkan sistem jemput bola untuk penjual tiket festival Asian Games 2018. Pantauan Tempo, sistem itu diterjemahkan dengan petugas loket berkoar menggunakan pengeras suara menjajakan tiket tersebut.

    Sarman mengklaim penjualan cukup laris. "Sudah 5000 tiket terjual sampai sore ini," katanya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Virus Korona COVID-19 Hantam Ekonomi Indonesia pada Maret 2020

    Dampak Virus Korona terhadap perekonomian Indonesia dipengaruhi kondisi global yang makin lesu. Dunia dihantam coronavirus sejak Desember 2019.