Pesta Lajang di Sunter, Sekda DKI: Itu Laki Sama Laki?

Reporter:
Editor:

Zacharias Wuragil

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi pasangan gay. (AP Photo/Don Ryan)

    Ilustrasi pasangan gay. (AP Photo/Don Ryan)

    TEMPO.CO, Jakarta - Sekretaris Daerah (Sekda) Pemerintah Provinsi DKI Jakarta Saefullah mempertanyakan kasus penangkapan 23 pria dari sebuah pesta lajang di rumah mewah di Sunter Agung, Jakarta Utara, Minggu 30 September 2018. Ke-23 pria itu ditemukan rata-rata hanya mengenakan celana dalam sembari pesta narkoba.

    Baca:
    Kasus Narkoba di Pesta Lajang: Istri Pergi, Suami Gelar Pesta 

    “Itu laki sama laki? Itu perilaku menyimpang ngga?” ujar Saefullah di Balai Kota, Jakarta Pusat, Senin 1 Oktober 2018. Dia merujuk kepada dugaan pesta gay dalam pesta tersebut seperti yang juga sedang didalami penyidik kepolisian.

    Kalau benar yang terjadi adalah pesta gay, Saefullah menegaskan penertiban atas perilaku seperti itu telah dijalankan Pemerintah Kota Jakarta Pusat. Hal itu, kata dia, cukup mewakili sikap Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dalam mencegah perilaku pesta seks sesama jenis dan narkoba. 

    Baca:
    5 Fakta Soal Pesta Lajang Bertabur Ekstasi di Sunter Agung

    “Itu (pesta seks sesama jenis) memang tak ada di peraturan daerah, tapi itu termasuk mengganggu ketertiban umum,” ujar Saefullah. 

    Sejauh ini polisi belum menyimpulkan praktik seks menyimpang dari pesta yang digerebeknya itu. Sebanyak empat orang ditetapkan tersangka berdasarkan barang bukti narkoba jenis ekstasi yang dikumpulkan polisi.

    Baca:

    Ekstasi di Pesta Lajang Sunter Agung, Kenapa Tetangga Bilang Kecolongan?

    Sedang Ketua RW setempat, Jaya Hartanto, menyatakan selama ini tidak curiga dengan DS, pemilik rumah yang juga tersangka penyalahgunaan narkoba tersebut. Dia menuturkan DS beristri dan memiliki seorang anak sekalipun si anak belum tercantum dalam dokumen Kartu Keluarga.

    Selama ini, Jaya mengatakan, "Ini rumah tangga baik-baik."


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Skenario Satu Arah Pada Arus Mudik 2019 di Tol Jakarta - Cikampek

    Penerapan satu arah ini dilakukan untuk melancarkan arus lalu lintas mudik 2019 dengan memanfaatkan jalur A dan jalur B jalan Tol Jakarta - Cikampek.