Dahnil Anzar Gembira Dipanggil Soal Hoax Ratna Sarumpaet, Kenapa?

Reporter:
Editor:

Dwi Arjanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Calon presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto, Ketua Dewan Kehormatan PAN Amien Rais, koordinator juru bicara Badan Pemenangan Nasional Dahnil Anzar Simanjuntak, beserta tim suksesnya mengadakan konferensi pers terkait dugaan penganiayaan terhadap Ratna Sarumpaet di Jalan Kertanegara 4, Jakarta Selatan, Selasa malam, 2 Oktober 2018. TEMPO/Francisca Christy Rosana

    Calon presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto, Ketua Dewan Kehormatan PAN Amien Rais, koordinator juru bicara Badan Pemenangan Nasional Dahnil Anzar Simanjuntak, beserta tim suksesnya mengadakan konferensi pers terkait dugaan penganiayaan terhadap Ratna Sarumpaet di Jalan Kertanegara 4, Jakarta Selatan, Selasa malam, 2 Oktober 2018. TEMPO/Francisca Christy Rosana

    TEMPO.CO, Jakarta -Polisi akan memeriksa Koordinator juru bicara Badan Pemenangan Nasional Prabowo - Sandiaga Uno, Dahnil Anzar Simanjuntak, soal kasus kebohongan (hoax) aktivis Ratna Sarumpaet, Selasa, 16 Oktober 2018.

    Dahnil pun mengatakan akan memenuhi panggilan besok. “(Akan datang) dengan gembira, dengan sangat gembira,” kata Dahnil Anzar ketika dikonfirmasi wartawan pada Senin, 15 Oktober 2018 terkait pemeriksaan kasus Ratna Sarumpaet itu.

    Baca : Hoax Ratna Sarumpaet, Nanik S. Deyang Penuhi Panggilan Polda Metro Jaya

    Menurut Dahnil Anzar, dia telah menerima surat panggilan dari penyidik Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya. Rencananya, polisi akan memeriksa Dahnil besok pukul 10.00 WIB.

    “Saya akan menyampaikan banyak hal. Nanti setelah selesai (pemeriksaan) saya akan sampaikan banyak hal juga,” ujar Dahnil.

    Adapun polisi sebelumnya telah memeriksa pihak Rumah Sakit Khusus Bina Estetika tempat Ratna menjalani operasi plastik, Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) Said Iqbal, serta Ketua Dewan Kehormatan Partai Amanat Nasional (PAN) Amien Rais.

    Aktivis Ratna Sarumpaet saat tiba di Polda Metro Jaya Jakarta, Kamis malam, 4 Oktober 2018. Ratna ditangkap polisi atas kasus penyebaran berita bohong atau hoax terkait dengan berita penganiayaan terhadap dirinya. TEMPO/Amston Probel

    Pihak RSK Bina Estetika telah dua kali menjalani pemeriksaan. Pertama pada Kamis, 4 Oktober 2018 di mana kuasa hukum rumah sakit, Arrisman, yang hadir. Dalam pemeriksaan itu, ia menolak memberikan keterangan dan rekam medis Ratna kepada polisi dengan alasan menunggu perintah dari pengadilan.

    Selanjutnya, pada Selasa, 9 Oktober 2018, pendiri sekaligus pemilik RSK Bina Estetika Sidik Setiamihardja juga memenuhi panggilan penyidik. Namun, usai diperiksa, ia bungkam.

    Saksi selanjutnya, Said Iqbal, diperiksa penyidik pada Selasa, 9 Oktober 2018 terkait dengan pertemuan antra Prabowo dengan Ratna pada 2 Oktober 2018 lalu. Kepada penyidik, Said menjelaskan kalau dirinya hanya dimintai tolong oleh Ratna agar dapat dipertemukan dengan Prabowo untuk menceritakan kisahnya.

    Simak pula :
    Tersangka dan Ditahan, Augie Fantinus Mau Hadapi Kasusnya Sendirian

    Kemudian pada Rabu, 10 Oktober 2018, polisi telah memeriksa Amien Rais. Selama pemeriksaan, penyidik menanyai Amien perihal konferensi pers oleh calon Presiden RI Prabowo Subianto di kediamannya, Jalan Kertanegara, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Selasa, 2 Oktober 2018. Saat itu Amien Rais menyaksikan jumpa pers Prabowo.

    Hari ini polisi juga tengah memeriksa Timses Prabowo Subianto - Sandiaga Uno lainnya, Nanik S. Deyang. Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Komisaris Besar Argo Yuwono berencana menggali informasi terkait pertemuan Ratna Sarumpaet dan Ketua Umum Gerindra Prabowo Subianto.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Calon Menteri yang Disodorkan Partai dan Ormas, Ada Nama Prabowo

    Presiden Joko Widodo menyatakan bahwa sebanyak 45 persen jejeran kursi calon menteri bakal diisi kader partai.