Pemerintah Kabupaten Tangerang Verifikasi 464 penderita HIV/AIDS

Reporter:
Editor:

Suseno

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi pemeriksaan HIV. ANTARA/Zabur Karuru

    Ilustrasi pemeriksaan HIV. ANTARA/Zabur Karuru

    TEMPO.CO, Tangerang - Dinas Kesehatan Kabupaten Tangerang memverifikasi data penderita HIV/AIDS yang tersebar di 15 kecamatan. Dari verifikasi itu tercatat saat ini sebanyak 464 orang hidup dengan penyakit itu.

    Baca: Margonda Zona Merah HIV, 140 dari 222 Penderita Kaum Gay

    "Sebanyak 65 persen penderita adalah perempuan, selebihnya laki-laki," kata Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit, Dinas Kesehatan Kabupaten Tangerang, Hendra Tarmizi, Kamis, 7 Februari 2019.

    Hendra mengatakan penderita terbanyak berada di kawasan pesisir seperti di Kecamatan Kosambi, Teluknaga, Sukadiri, Pasar Kemis, dan Mauk. Berdasarkan catatan, jumlah penderita setiap tahun terus bertambah. Misalnya saja pada 2016 jumlah penderita sebanyak 390 orang dan pada 2017 menjadi 434 orang.

    Penyebaran utama HIV/AIDS di Kabupaten Tangerang adalah melalui hubungan seksual yang sering berganti pasangan tanpa menggunakan alat pengaman. Penderita bukan sebatas perempuan pekerja seks atau pria pengguna jasa pekerja seks. Tidak sedikit di antara mereka yang berstatus buruh pabrik, ibu rumah tangga, anak-anak, atau nelayan.

    Untuk mencegah penyebaran penyakit, pemerintah Kabupaten sudah menutup lokasi prostitusi di Kelurahan Dadap, Kecamatan Kosambi. Namun kebijakan ini ternyata belum mampu mengurangi penyebaran.

    Baca: Diskriminasi terhadap Penderita HIV/AIDS Masih Terjadi

    Langkah pencegahan yang saat ini tengah dijalankan pemerintah adalah mensosialisasi penularan dan bahaya penyakit ini. Untuk itu pemerintah berkoordinasi dengan aktivis peduli HIV/AIDS yang setiap saat memantau kegiatan di luar ruangan.


     


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Harley Davidson dan Brompton dalam Daftar 5 Noda Garuda Indonesia

    Garuda Indonesia tercoreng berbagai noda, dari masalah tata kelola hingga pelanggaran hukum. Erick Thohir diharapkan akan membenahi kekacauan ini.