Warga Mengeluh Jalan Rusak, Wakil Wali Kota Bekasi: Sabar

Reporter:
Editor:

Suseno

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi jalan rusak. TEMPO/Wisnu Agung Prasetyo

    Ilustrasi jalan rusak. TEMPO/Wisnu Agung Prasetyo

    TEMPO.CO, Bekasi - Masyarakat Kota Bekasi mengeluhkan jalan rusak yang sudah berbentuk kubangan. Pemandangan itu bisa dilihat di Jalan K.H. Noer Ali atau lebih dikenal dengan Jalan Kalimalang di wilayah Bekasi Selatan. Jalan itu menjadi akses utama menuju Jakarta. Akibat jalan yang berlubang, kemacetan lalu lintas tidak bisa dihindari.

    Baca: Kota Bekasi Mulai Kebut Perbaikan Jalan Rusak Akibat Hujan

    "Ini sudah lama, tapi karena dibiarkan kerusakan semakin parah," ujar Deni, warga Bekasi Selatan, Jumat, 8 Februari 2019. Ia berharap pemerintah segera memperbaiki kerusakan itu.

    Wakil Wali Kota Bekasi Tri Adhianto meminta masyarakat untuk bersabar karena saat ini pemerintah tengah berupaya memperbaiki jalan meski masih belum bisa seluruhnya. "Kalau di Kalimalang, kami meminta bantuan kontraktor tol Becakayu," kata Tri.

    Tri mengatakan, kontraktor tol Becakayu  adalah PT. KKDM. Perusahaan itu meminta waktu enam hari untuk memperbaiki jalan di samping pusat perbelanjaan Metropolitan Mal (MM). Rencananya jualan itu akan dibeton sehingga tidak mudah tergerus air. "Jalan yang rusak itu masih menggunakan material aspal, sehingga mudah melebur ketika terkena air," ujar Tri.

    Secara keseluruhan, kata Tri, jalan di Kota Bekasi yang rusak mencapai 40 persen. Sambil menunggu perbaikan dari Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air, pemerintah memasang rambu peringatan pada titik yang rusak itu untuk menghindari kecelakaan. "Ada 30 sampai 40 persen jalan yang harus diperbaiki," kata Tri.

    Baca: Jalan Berlubang Bermunculan di Kota Bekasi, Begini Keluhan Warga

    Karena itu Tri meminta masyarakat bersabar karena upaya perbaikan jalan rusak tengah dikebut oleh instansi terkait. Tri berjanji pada musim kemarau nanti, akan dilakukan perbaikan secara permanen. "Perbaikan jalan di musim hujan tentu tidak efektif," ujarnya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Korban Konflik Lahan Era SBY dan 4 Tahun Jokowi Versi KPA

    Konsorsium Pembaruan Agraria menyebutkan kasus konflik agraria dalam empat tahun era Jokowi jauh lebih banyak ketimbang sepuluh tahun era SBY.