Pencabulan Bocah SD, Polsek Ciledug Tangkap Rentenir Tua

Reporter:
Editor:

Ali Anwar

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi pencabulan anak. shutterstock.com

    Ilustrasi pencabulan anak. shutterstock.com

    TEMPO.CO, Tangerang Selatan -  Kepala Polsek Ciledug Tangerang Selatan Komisaris Supiyanto mengatakan pihaknya menangkap seorang kakek rentenir, Kamidun, 72 tahun, yang telah melakukan pencabulan bocah perempuan siswi sekolah dasar berusia 12 tahun di Pondok Aren, Kota Tangerang Selatan, Jumat, 22 Februari 2019.

    Baca juga: Jaksa Tuntut Hercules Dihukum Penjara Tiga Tahun

    "Benar, kakek usia 72 tahun sudah batuk-batuk, jalannya sudah bungkuk,” kata Supiyanto, Rabu, 26 Februari 2019. Untuk mempertangungjawabkan perbuatannya, Kamidun dijebloskan di sel tahanan Polsek Ciledug sejak 23 Februari 2019.

    Korban pencabulan tersebut, kini mengalami trauma. Korban yang dihubungi Tempo di Pondok Aren menceritakan, peristiwa bermula saat pelaku bertamu ke rumah orang tuanya di Pondok  Aren pada Desember 2018.  

    Di tengah pembicaraan, korban menyela dan meminta dibelikan tas sekolah kepada orang tuanya. “Dia (pelaku) denger saya minta dibeliin tas sama orang tua,” kata korban, Rabu, 27 Februari 2019.

    Setelah itu, pelaku yang berprofesi sebagai rentenir itu mengajak korban untuk menagih utang. “Kalau dapet, nanti dibeliin tas," katanya. Atas izin orang tuanya, korban ikut pelaku menagih utang di daerah Petukangan.

    Tidak berhasil menagih utang, pelaku mengajak korban ke rumah pelaku di Pondok Aren. “Saya diajak ke kamar, disuruh duduk. Setelah itu disuruh tiduran, kemudian celana saya dibuka," katanya.

    Menurut korban, setelah kejadian pertama, dirinya tidak ke rumah pelaku lagi, karena mau ujian sekolah. Setelah ujian sekolah selesai dan mengambil rapot, pelaku menghubungi kembali korban untuk minta ditemani menagih utang.

    "Dia SMS, katanya bisa nemenin nagih utang lagi apa tidak, saya jawab tidak bisa,” ujar korban. Namun, esok paginya, korban ke rumah pelaku. “Kejadiannya bulan Desember 2018, saya lupa harinya," ujarnya.

    Setelah puas melakukan aksi bejatnya, pelaku meminta korban ke kamar mandi untuk membersihkan diri. Korban diberi uang Rp 50 ribu, lantas diantar pulang. "Dia bilang, kalau mau main ke rumah, jangan bilang orang tua, saya nanti dimarahin.”

    Seingat korban, pencabulan yang dilakukan kakek itu sebanyak tiga kali. “Tiga kali dilakukan penetrasi dan satu kali pakai tangan," katanya.

    Setelah berhasil menjerat korban, pelaku Kamidun memotret korban yang telah mengenakan pakaian menggunakan kamera telepon selularnya. Kepada korban, Kamidun mengatakan hendak menawarkan kehormatan korban kepada orang lain.

    "Dia bilang 'siapa tahu temen saya mau. Kan lumayan dapet uangnya banyak, dapat Rp 1 atau 2 juta, biar bisa ngasih orang tua kamu'," kata korban menirukan iming-iming pelaku.

    Terhadap iming-iming itu, korban mengaku diam saja. Jeratan lain, pelaku mempinjamkan telepon genggamnya kepada korban, dan mengatakan bahwa korban  dianggap sebagai cucu sendiri.

    Polsek Ciledug yang memeriksa pelaku pencabulan bocah mengatakan, pelaku juga pernah bercerita kepada orang tua korban bahwa dirinya suka menolong orang, membantu anak sekolah. Menurut Komisaris Supiyanto, dari hasil pemeriksaan sementara, belum ditemukan korban lain. “Dia sudah saya tahan," ucap Supiyanto.

    Baca juga: Di Muka Hakim dan Jaksa, Hercules: Peluru Saja Saya Tidak Takut

    Supiyanto mengatakan, tersangka pelakau pencabulan bocah, Kamidun, dijerat dengan Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak, dan Pasal 332 KUHP. “Siapapun yang membawa pergi seorang perempuan yang belum dewasa, tanpa dikehendaki orangtuanya atau walinya," ujar Supiyanto.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Sulli dan Artis SM Entertaintment yang juga Tewas Bunuh Diri

    Sulli, yang bernama asli Choi Jin-ri ditemukan tewas oleh managernya pada 14 Oktober 2019. Ada bintang SM lainnya yang juga meninggal bunuh diri.