Pencabulan Anak oleh Teman Mengaji, Akibat Nonton Film Porno

Reporter:
Editor:

Zacharias Wuragil

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi pencabulan anak. shutterstock.com

    Ilustrasi pencabulan anak. shutterstock.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Tim dari Kepolisian Resor Tangerang Selatan menangkap remaja berinisial AZ, 17 tahun, dalam kasus pencabulan terhadap seorang bocah perempuan berusia 9 tahun, HNF. Keduanya tergabung dalam kelompok pengajian di musala yang sama di perumahan di Kampung Utan, Ciputat Timur, Tangerang Selatan.

    Baca:
    Guru Agama di Tangsel Diperiksa untuk Dugaan Pencabulan

    Menurut Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Tangerang Selatan Ajun Komisaris Alexander Yurikho, AZ ditangkap pada Kamis, 28 Februari 2019. "Tersangka kami tangkap sekitar pukul 17.00 WIB di daerah Pamulang," kata Alexander dalam keterangan tertulisnya, Senin 5 Maret 2019.

    Peristiwa pencabulan itu berawal saat HNF pulang mengaji pada Ahad pagi 13 Januari 2019, sekitar Pukul 07.00 WIB. Saat di perjalanan, HNF dipanggil oleh AZ dari sebuah rumah kontrakan kosong. Menurut Alexander, HNF langsung diperkosa oleh AZ sesaat setelah ia masuk ke dalam rumah tersebut.

    "Setelah selesai perbuatan pidana susila, tersangka menyuruh korban untuk pulang," ucap Alexander.

    Baca: 
    Pencabulan Bocah SD, Polsek Ciledug Tangkap Rentenir Tua

    Sesampainya di rumah, HNF mengganti celana dalamnya yang teradapat bercak darah. Orang tua yang melihat langsung memanggil HNF. Setelah HNF bercerita, pihak keluarga langsung melaporkan kejadian tersebut ke Polres Tangerang Selatan.

    Alexander mengatakan kalau hubungan antara HNF dengan AZ hanya sebatas teman yang sama-sama menuntut ilmu agama di musala yang sama. Korban, kata dia, tak begitu mengenal AZ. Sedang AZ mengaku kepada polisi nekat mencabuli korban lantaran terdorong hasrat seksual sehabis menonton film porno di ponsel rekannya.

    Baca: 
    Kasus Pencabulan Bocah di Pondok Aren, KPAI Sebut Pelaku Pedofil

    Polisi berencana menjerat AZ dengan pasal 81 Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2014 tentang perlindungan anak dengan ancaman hukuman maksimal 15 tahun penjara. Namun sejalan dengan itu juga akan dilakukan pendampingan terhadap kedua tersangka dan korban pencabulan itu bersama Bapas Kementerian Hukum dan HAM Kantor Wilayah Banten dan P2TP2A Kota Tangerang Selatan.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Peta Suara Jokowi - Ma'ruf dan Prabowo - Sandiaga di Pilpres 2019

    Komisi Pemilihan Umum mencatat pasangan Jokowi - Ma'ruf menang di 21 provinsi, sedangkan Prabowo - Sandiaga unggul di 13 provinsi saat Pilpres 2019.