Penyebab Pemudik di Terminal Lebak Bulus Turun: Ada Mudik Gratis

Reporter:
Editor:

Ninis Chairunnisa

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Posko arus balik di Terminal Lebak Bulus, Senin 18 Juni 2018. TEMPO/Imam Hamdi

    Posko arus balik di Terminal Lebak Bulus, Senin 18 Juni 2018. TEMPO/Imam Hamdi

    TEMPO.CO, Jakarta - Terminal lintasan Lebak Bulus mencatat adanya penurunan penumpang yang berangkat mudik pada Lebaran 2019. Kepala Terminal Lebak Bulus, Supri Hartono, melihat ada sejumlah faktor yang menyebabkan jumlah pemudik menurun jika dibandingkan tahun sebelumnya.

    "Kami perkirakan sekarang banyak yang ikut mudik gratis dan menggunakan kendaraan pribadi karena Tol Trans Jawa yang menghubungkan Merak-Probolinggo telah beroperasi," kata Supri saat ditemui di Terminal Lebak Bulus, Senin, 3 Juni 2019.

    Baca: Mudik 2019, Terminal Pulogebang Berangkatkan 6.000 Pemudik Sehari

    Pada H-7 lebaran tahun lalu, Supri mencatat ada 1.703 penumpang yang naik dari Lebak Bulus. Pada H-6, jumlah penumpang sebanyak 1.655 orang, H-5 sebanyak 1.715 penumpang, H-4 sebanyak 1.422 penumpang dan H-3 ada 1.108 penumpang.

    Sedangkan, pemudik tahun ini pada H-7 hanya 1.077. Lalu secara berurutan mencapai 1.422 penumpang, 1.021 penumpang, 1.193 penumpang dan H-3 kemarin 1.077 penumpang. "Tahun kemarin puncak penumpang mudik terjadi pada H-5 dan tahun ini H-6," kata Supri.

    Baca: Arus Mudik dari Terminal Kampung Rambutan Memuncak H-3

    Pada arus mudik tahun lalu, Supri mengatakan Terminal Lebak Bulus mampu memberangkatkan 10.056 orang. Mereka tersebar menuju kampung halamannya di Jawa Tengah, Jawa Timur, Jawa Barat dan Palembang.

    Menurut Supri, meski hanya terminal lintasan, terminal Lebak Bulus masih diminati calon pemudik untuk berangkat ke kampung halamannya. "Buktinya ribuan orang masih bisa diberangkatkan dari Terminal Lebak Bulus tahun ini, meski jumlahnya berkurang dibandingkan tahun lalu," kata dia.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Diduga Ada Enam Perkara Di Balik Teror Terhadap Novel Baswedan

    Tim gabungan kepolisian menyebutkan enam perkara yang ditengarai menjadi motif teror terhadap Penyidik KPK Novel Baswedan.