Operasi Takjil, Satpol PP Temukan Makanan Berformalin

Reporter:
Editor:

Clara Maria Tjandra Dewi H.

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Petugas dari Suku Dinas Kesehatan dan tim jejaring pangan melakukan uji sampel makanan yang dijual dikantin sekolah bertaraf internasional di kawasan Rawamangun, Jakarta, 7 Agustus 2015. Dalam sidak tersebut petugas menemukan lima makanan seperti Bola bola Lobster, Bakso, Sosis, Tahu, Mie dan juga saos yang positif mengandung Formalin, Boraks dan Rodamin. TEMPO/Eko Siswono Toyudho

    Petugas dari Suku Dinas Kesehatan dan tim jejaring pangan melakukan uji sampel makanan yang dijual dikantin sekolah bertaraf internasional di kawasan Rawamangun, Jakarta, 7 Agustus 2015. Dalam sidak tersebut petugas menemukan lima makanan seperti Bola bola Lobster, Bakso, Sosis, Tahu, Mie dan juga saos yang positif mengandung Formalin, Boraks dan Rodamin. TEMPO/Eko Siswono Toyudho

    TEMPO.CO, Jakarta - Petugas Kelurahan Kartini Jakarta Pusat menemukan dua pedagang menjual makanan berformalin dalam Operasi Takjil di hari ke-20 Ramadan 1441 Hijriyah, Rabu siang. Operasi itu digelar bersama petugas dari Kecamatan Sawah Besar.

    "Ada dua pedagang ditemukan memakai formalin dalam makanan yang dijualnya. Yaitu pedagang martabak dan kolak pacar cina," kata Kepala Satpol PP Kelurahan Kartini Nova dalam keterangannya, Rabu 13 Mei 2020.

    Hasil itu didapatkan dari pemeriksaan petugas Puskesmas Kecamatan Sawah Besar yang langsung mengetes kandungan makanan di tempat para pedagang takjil berjualan. Hasilnya dengan cepat diketahui usai pengetesan.

    Nova mengatakan, barang dagangan yang diketahui mengandung bahan berbahaya itu langsung diamankan untuk dimusnahkan. Pendataan identitas pedagang juga dilakukan oleh petugas Satpol PP Kelurahan Kartini.

    "Kalau sanksi untuk pedagang belum ada namun petugas langsung menyita dan memusnahkan makanan yang mengandung zat berbahaya itu," kata Nova.

    Selain Operasi Takjil, Satpol PP Kelurahan Kartini juga turut melakukan Operasi PSBB di Kelurahan Kartini, Sawah Besar, Jakarta Pusat.

    "Warga yang tidak menggunakan masker kami minta untuk pulang kembali ke rumah. Pedagang juga kami larang melayani warga yang tidak pakai masker," kata Nova.

    Kegiatan serupa turut dilakukan di Kelurahan Karang Anyar yang juga berada di Kecamatan Sawah Besar. Namun tidak ditemukan pedagang takjil yang menjual makanan berformalin. "Tadi kita sama Puskemas periksa 50 pedagang yang seluruhnya tidak didapati kandungan zat berbahaya," kata Sekretaris Kelurahan Karang Anyar Lingga saat dikonfirmasi.


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    6 Rumor yang Jadi Nyata pada Kelahiran GoTo, Hasil Merger Gojek dan Tokopedia

    Dua tahun setelah kabar angin soal merger Gojek dengan Tokopedia berhembus, akhirnya penggabungan dua perusahaan itu resmi dan lantas melahirkan GoTo.