Korban Kebakaran di Tambora Mengungsi di Tiga Titik

Reporter:
Editor:

Martha Warta Silaban

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Seorang warga melintas dibangunan yang terbakar di permukiman warga Kelurahan Jembatan Besi, Kecamatan Tambora, Jakarta, 19 Januari 2016. Kebakaran yang disebabkan oleh korsleting listrik ini menewaskan satu keluarga yang terdiri dari lima orang, salah satunya ibu hamil. TEMPO/M IQBAL ICHSAN

    Seorang warga melintas dibangunan yang terbakar di permukiman warga Kelurahan Jembatan Besi, Kecamatan Tambora, Jakarta, 19 Januari 2016. Kebakaran yang disebabkan oleh korsleting listrik ini menewaskan satu keluarga yang terdiri dari lima orang, salah satunya ibu hamil. TEMPO/M IQBAL ICHSAN

    TEMPO.CO, Jakarta- Kepala Seksi Operasi Damkar Jakarta Barat, Eko Sumarmo, mengatakan sebanyak 776 orang korban kebakaran di di Gang Venus, Jalan Jembatan Besi II, Tambora, Jakarta Barat, mengungsi di tiga titik pengungsian. Mereka tak dapat pulang setelah rumahnya dilahap si jago merah dinihari tadi. “(lokasi pengungsian) di rumah dinas Lurah, lantai 4 kantor Kelurahan Jembatan Besi, dan Mushollah Nurul Falah,” ucap Eko lewat pesan pendek, Selasa, 19 Mei 2020.

    Eko menjelaskan, warga membutuhkan bantuan berupa obat-obatan, makanan bayi, makanan siap saji, dan air mineral. Meski begitu, menurut data yang diberikan Eko, sejumlah instansi telah menyalurkan bantuan kepada para warga.

    Salah satunya adalah Taruna Siaga Bencana yang siang ini mengirimkan 500 kotak makanan siap saji dan Kepolisian Resor Jakarta Utara 100 kotak makanan siap saji. Ada pula Badan Penanggulangan Bencana Daerah DKI Jakarta yang telah mengirimkan air mineral 50 dus, pakaian anak 20 lembar, 40 paket sandang, 60 buah matras, 10 terpal, 200 helai sarung, 180 helai mukena, serta pakaian layak pakai sebanyak 6 karung. Dinas Sosial DKI Jakarta juga telah mengirimkan 30 lembar selimut, 36 helai handuk, 30 buah tiker, 300 buah popok bayi, 576 buah pembalut wanita, serta satu tenda keluarga.

    Kebakaran di Tambora tepatnya terjadi di perumahan padat penduduk di Jalan Jembatan Besi II. Api melahap rumah di tiga rukun tetangga, yakni 01, 02 dan 13 di RW 04, Kelurahan Jembatan Besi, Kecamatan Tambora, Jakarta Barat, pada Selasa pagi, 19 Mei 2020 pukul 04.50 WIB. Dalam kejadian tersebut, sebanyak 102 rumah warga ludes terbakar. Eko sebelumnya mengatakan kerugian ditaksir mencapai Rp 900 juta.

    Eko menyatakan asal api diduga berasal dari korsleting listrik rumah milik salah seorang warga bernama Astapura, 51 tahun. Lantaran kondisi wilayah yang padat, api dengan cepat menyebar. Sebanyak dua rumah yang dihuni lima kepala keluarga ludes di RT 01/04. Sedangkan di RT 02/04 dan 13/04 terdapat 100 rumah yang dihuni 380 kepala keluarga hangus terbakar. “Luas area yang terbakar kurang lebih 500 meter persegi,” tutur Eko.

    Menurut dia, tim pemadam kebakaran mendapat informasi dari warga yang melapor ke pos di daerah Angke. Sebanyak 36 unit pemadam kebakaran lantas diberangkatkan ke lokasi. Eko mengatakan kalau api baru bisa dipadamkan pukul 06.00 WIB. Ia menyebut hingga saat ini tak ditemukan laporan adanya korban jiwa akibat kebakaran tersebut.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Jokowi Marah karena Tersulut Lambatnya Stimulus Kredit

    Presiden Joko Widodo geram karena realisasi anggaran penanganan pandemi masih minim. Jokowi marah di depan para menteri dalam sidang kabinet.