Isi Ajakan Pelajar Berbuat Rusuh Saat Demo UU Cipta Kerja: Bawa Batu yang Tajam

Reporter:
Editor:

Martha Warta Silaban

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Polisi memeriksa sejumlah pelajar di bawah Flyover Senayan, Jakarta, Rabu, 7 Oktober 2020.  Aparat Polda Metro Jaya pun akhirnya menggelandang 39 pemuda yang di berada di sekitar gedung DPR. TEMPO/M Taufan Rengganis

    Polisi memeriksa sejumlah pelajar di bawah Flyover Senayan, Jakarta, Rabu, 7 Oktober 2020. Aparat Polda Metro Jaya pun akhirnya menggelandang 39 pemuda yang di berada di sekitar gedung DPR. TEMPO/M Taufan Rengganis

    TEMPO.CO, Jakarta - Penyidik Kepolisian Daerah Metro Jaya baru saja membongkar grup media sosial yang memprovokasi agar para pelajar melakukan aksi anarkisme di demonstrasi menolak Omnibus Law UU Cipta Kerja hari ini. Dalam provokasi tersebut, para pelajar diminta membawa benda-benda untuk melukai polisi. 

    "Jangan gentar, anak-anak anjing semua itu. Bawa batu yang tajam, biar pecah pala dan mampus mereka (polisi). Kaca, botol, kalau enggak gear motor yang dilempar, jangan diikat, biar bar-bar," ujar Kadiv Humas Mabes Polri Inspektur Jenderal Argo Yuwono di Polda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Selasa, 20 Oktober 2020. 

    Baca Juga: Polda Metro Jaya Siagakan 20 Ribu Personel untuk Jaga Demo UU Cipta Kerja

    Selain arahan untuk membawa benda-benda berbahaya, Argo mengatakan grup Facebook yang bernama STM Se-Jabodetabek itu juga membagi tips mengenai barang bawaan yang disarankan dibawa. Alat-alat itu seperti misalnya kacamata renang, masker, hingga sarung tangan. 

    Mereka juga menekankan agar demonstrasi Omnibus Law harus berakhir bentrokan "Tujuannya mereka, demonstrasi harus rusuh dan harus ricuh," kata Argo. 


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Dari Alpha sampai Lambda, Sebaran Varian Delta dan Berbagai Varian Covid-19

    WHO bersama CDC telah menetapkan label baru untuk berbagai varian Covid-19 yang tersebar di dunia. Tentu saja, Varian Delta ada dalam pelabelan itu.