Wakil Ketua DPRD DKI Dukung Keputusan Sekolah Tatap Muka

Reporter:
Editor:

Martha Warta Silaban

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Zita Anjani, politikus Partai Amanat Nasional. Putri Ketua Umum PAN Zulkifki Hasan ini menjadi caleg DPR RI untuk Pemilu 2019. Usianya kini 28 tahun. Foto: Istimewa

    Zita Anjani, politikus Partai Amanat Nasional. Putri Ketua Umum PAN Zulkifki Hasan ini menjadi caleg DPR RI untuk Pemilu 2019. Usianya kini 28 tahun. Foto: Istimewa

    TEMPO.CO, Jakarta -Wakil Ketua DPRD DKI Zita Anjani mendukung keputusan dibukanya kembali sekolah tatap muka oleh Menteri Pendidikan Nadiem Makarim pada Januari 2021. Menurut dia sekolah dan anak-anak adalah satu kesatuan yang tidak bisa dipisahkan.

    "Sebagai unsur pimpinan DPRD DKI Jakarta yang fokus terhadap pendidikan, saya sangat mendukung keputusan ini," kata Zita dalam keterangan yang diterima Tempo via WhatsApp, Minggu, 22 November 2020.

    Baca Juga: KPAI Minta DKI Tidak Asal Buka Sekolah Tatap Muka Tahun Depan

    Menurut dia, pembelajaran jarak jauh yang diterapkan membuat anak menjadi korban. Seperti kasus seorang siswa di Kalimantan yang bunuh diri akibat stres tugas menumpuk, dan juga kasus seorang ibu yang tega membunuh anaknya sendiri akibat emosi sekolah daring.

    Bahkan jika merujuk pada data i-Ready Digital Instruction and Assessment Software, bahwa hanya 60 persen orang dengan pendapatan rendah yang login di Online Learning, sedangkan orang kaya berada di angka 90 persen yang login di Online Learning. Ini membuktikan bahwa PJJ tidak hanya berhasil merenggut nyawa anak, tetapi juga telah mendiskriminasi pendidikan kita.

    Penelitian di Irlandia membuktikan bahwa dari 56.000 siswa di sekolah yang dites, hanya ditemukan 2 kasus dimana anak menularkan ke orang tuanya, selebihnya adalah kasus orang tualah yang menularkan ke anak. "Oleh karenanya, saya percaya bahwa sekolah tidak akan menjadi klaster, Gugus Tugas tidak perlu khawatir soal itu."

    Ia berharap pemerintah mendukung sekolah-sekolah dengan membagikan masker gratis, dan menyediakan fasilitas lain untuk menopang penerapan protokol kesehatan di sekolah. Hal itu akan mempermudah sekolah menerapkan protokol kesehatan dengan baik sebagaimana Jepang, Australia, dan Korea Utara membuka sekolah. Terutama untuk sekolah swasta yang kondisi keuangannya sangat memprihatinkan.

    "Saya berpikir sudah saatnya Indonesia memfokuskan energi ke hal yang lebih substansi. Jangan sampai kita terlarut dalam dinamika konflik antar kelompok. Jika Pemerintah ingin benahi Tanah Air, maka mulailah dari Pendidikan." Ia pun mengutip pesan Nelson Mandela bahwa, ‘Pendidikan Adalah Senjata Yang Paling Ampuh Yang Bisa Anda Gunakan Untuk Mengubah Dunia’

    Sebelumnya, Pemprov DKI belum bisa memastikan pembukaan sekolah tatap muka mulai Januari 2021 meski Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim sudah memberi izin.

    Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria menyatakan saat ini kondisi penyebaran Covid-19 di Jakarta masih tidak pasti dan bergerak dinamis, naik turun. "Kita lihat, kurva masih turun naik di seluruh Indonesia, termasuk Jakarta. Bisa jadi minggu depan tiba-tiba meningkat, minggu depan menurun," kata Wagub DKI Riza Patria di Balai Kota DKI Jakarta Jumat, 20 November 2020 seperti dikutip dari ANTARA.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    INFO Gotong Royong Solid Di Masa Sulit Untuk Pendidikan dan Kebudayaan Indonesia

    Kemendikbud mengajak untuk bergotong royong dan bekerja sama memastikan pembelajaran tetap berlangsung walaupun peserta didik tidak dapat hadir.