DPC Gerindra Jakarta Timur Kritik Anies Baswedan, Pengamat: Wagub DKI Juga

Reporter:
Editor:

Dwi Arjanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, berbicara dengan petugas medis saat memantau ruang ICU dari ruang kontrol rumah sakit Cengkareng. Anies juga mengimbau warganya untuk mengurangi kegiatan di luar rumah. Selain itu, ia meminta warga untuk mentaati protokol kesehatan. Facebook/@Anies Baswedan

    Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, berbicara dengan petugas medis saat memantau ruang ICU dari ruang kontrol rumah sakit Cengkareng. Anies juga mengimbau warganya untuk mengurangi kegiatan di luar rumah. Selain itu, ia meminta warga untuk mentaati protokol kesehatan. Facebook/@Anies Baswedan

    TEMPO.CO, Jakarta -Pengamat politik dari Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta, Adi Prayitno, mengatakan Partai Gerindra seharusnya turut meminta Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria mundur, tak cuma Gubernur Anies Baswedan.

    Sebab, Anies Baswedan tak kerja sendirian menangani wabah atau pandemi Covid-19 di Ibu Kota.

    Wagub DKI Riza, politikus Gerindra, mendampingi Anies sejak 15 April 2020.

    "Ingin mengkritik kebijakan penanganan Covid-19 di Jakarta, tapi hanya Anies yang disasar, wakilnya tidak, ini kan lucu," kata dia saat dihubungi, Senin, 25 Januari 2021.

    Sebelumnya, Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Gerindra Jakarta Timur Ali Lubis minta Anies lengser dari jabatannya. Alasan Ali mengeluarkan pernyataan itu sebagai kritik penanganan Covid-19 di Jakarta oleh Anies.

    Adi menilai, tidak maksimalnya penanganan Covid-19 bukan hanya terjadi di Jakarta, melainkan seluruh provinsi di Indonesia. Untuk itu, DPC Gerindra Jaktim seyogiyanya juga mengkritik pejabat negara, seperti menteri dan wakil menteri.

    " Jadi kalau mau mengkritik jangan sepotong-sepotong. Kritiklah keseluruhan," ujar Direktur Eksekutif Parameter Politik Indonesia ini soal kritik terhadap Gubernur Anies Baswedan tersebut.

    Baca juga : Soal Krisis Lahan Makam Covid-19, Wagub DKI: Enggak Cuma di Jakarta
    LANI DIANA


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Penggerogotan Komisi Antirasuah, Isu 75 Pegawai KPK Gagal Tes Wawasan Kebangsaan

    Tersebar isu 75 pegawai senior KPK terancam pemecatan lantaran gagal Tes Wawasan Kebangsaan. Sejumlah pihak menilai tes itu akal-akalan.