Cerita Sopir Taksi Online Lolos STRP dan Penyekatan di PPKM Darurat

Reporter:
Editor:

Dwi Arjanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pengemudi taksi online menunggu penumpang di dalam mobilnya yang dipasangi sekat pelindung di kawasan jalan Kendal, Jakarta, Rabu, 10 Juni 2020. Penggunaan sekat pelindung untuk pembatasan antara pengemudi dan penumpang tersebut sebagai bentuk penerapan protokol kesehatan guna meminimalisir risiko penyebaran virus COVID-19 dalam menghadapi era normal baru. ANTARA/Galih Pradipta

    Pengemudi taksi online menunggu penumpang di dalam mobilnya yang dipasangi sekat pelindung di kawasan jalan Kendal, Jakarta, Rabu, 10 Juni 2020. Penggunaan sekat pelindung untuk pembatasan antara pengemudi dan penumpang tersebut sebagai bentuk penerapan protokol kesehatan guna meminimalisir risiko penyebaran virus COVID-19 dalam menghadapi era normal baru. ANTARA/Galih Pradipta

    TEMPO.CO.Tangerang-Wira 33 tahun seorang pengemudi taksi online harus menelan pil pahit dengan diberlakukannya PPKM Darurat, lebih-lebih (yang terbaru) STRP.

    Bagi mereka yang bekerja di sektor jasa angkutan kini harus mengantongi surat tanda registrasi pekerja alias STRP.

    "Penyekatan saja bikin ribet apalagi harus menunjukan surat registrasi pekerja,"katanya  kepada Tempo Selasa 13 Juli 2021.

    "Saya pernah kena suspend (dihentikan sementara) oleh perusahaan, karena ketemu penyekatan, penumpang batalin padahal sudah dalam kendaraan,"kata Wira.

    Kehilangan penumpang itu gara-gara  di pos penyekatan, polisi tidak mau buka barikade sedikit, padahal titik tujuan  penumpang berjarak paling jauh 200 meter.

    Saking sering ketemu penyekatan,  Wira pernah berdebat dengan seorang polisi di pos cek poin di daerah Jakarta Timur.  "Pak polisi mau kasih saya uang,  asal saya putar arah. Ujung-ujungnya penumpang saya batal, saya pulang  tak bawa  uang,"kata Wira.

    Selain pengalaman pahit di pos penyekatan, pengemudi taksi online itu pernah mengalami membawa penumpang ke Tangerang dari Sudirman, lewat  Pancoran ditutup harus lewat Cawang. "Habis deh tekor di jalan ," tutur Wira.

    Dengan banyaknya penyekatan di PPKM Darurat otomatis dia harus berputar-putar mencari jalan alternatif. Pendapatan jadi tak sebanding dengan argo dan bensin yang dikeluarkan.

    Misalnya argo Rp 20 ribu karena harus memutar arah sampai enam kilometer maka argo terpotong 25 persen, " pernah cuma bawa pulang tiga ribu perak,"ujar Wira.

    Selanjutnya: Banyak pengemudi taksi online tak setuju STRP...


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Pelonggaran Kembali PPKM: Aturan Baru WFO, Bioskop, dan Anak-anak

    Pemerintah kembali melonggarkan sejumlah aturan PPKM yang berlaku hingga 4 Oktober 2021. Pelonggaran termasuk WFO, bioskop, dan anak-anak di mall.