Penumpang Wajib PCR, Simak Tarif dan Titik Tes PCR di Bandara Soekarno-Hatta

Reporter:
Editor:

Endri Kurniawati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Bagikan Berita
    Ilustrasi PCR Test. Shutterstock

    Ilustrasi PCR Test. Shutterstock

    TEMPO.CO, Tangerang-Pengelola Bandara Internasional Soekarno-Hatta, PT Angkasa Pura II memastikan tarif RT PCR yang disiapkan di sejumlah titik di Bandara Soekarno-Hatta bertarif sama yaitu Rp 495 Ribu. Calon penumpang di Bandara Soekarno-Hatta bisa memanfaatkan layanan tes RT-PCR  di Airport Health Center yang tersebar di sejumlah titik seperti walk in service dan pre-order service di Terminal 3, serta walk in service, pre-order service, dan drive thru service di Terminal 2.

    Airport Health Center dioperasikan oleh mitra yang memiliki kompetensi di bidang itu. "Hasilnya dapat diketahui 1x24 jam," ujar Senior Manager of Branch Communication & Legal Bandara Soekarno-Hatta M. Holik Muardi, Ahad, 24 Oktober 2021.

    Jika calon penumpang hendak mendapatkan layanan RT-PCR lebih cepat dengan hasil kisaran 3 jam, dapat memanfaatkan layanan layanan RT-PCR drive thru Airport Health Center di  Terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta.

    "Cukup  menunjukkan tiket penerbangan pada hari yang sama dengan tes, maka dapat mengetahui hasil tes RT-PCR dalam waktu kisaran 3 jam setelah sampel diambil."

    Menurut Holik, tidak terdapat perbedaan harga tes RT-PCR antara hasil diketahui dalam kisaran 3 jam dan 1x24 jam. Tarif RT-PCR di Airport Health Center Bandara Soekarno-Hatta ditetapkan Rp 495 ribu.

    Harga itu, kata Holik, sesuai dengan Surat Edaran Direktur Jenderal Pelayanan Kesehatan nomor HK.02.02/I/2845/2021 Tentang Batas Tarif Tertinggi Pemeriksaan Reserve Transcription Polymerase Chain Reaction (RT-PCR).

    Baca: Hari ini Penumpang Wajib PCR, Bandara Soekarno-Hatta Siapkan Tes PCR 3 Jam Jadi


     

     

    Lihat Juga


    Newsletter


    Selengkapnya
    Grafis

    Apa itu Satelit Orbit 123 derajat BT dan Kronologi Kekisruhannya?

    Kejaksaan Agung menilai pengelolaan slot satelit orbit 123 derajat BT dilakukan dengan buruk. Sejumlah pejabat di Kemenhan diduga terlibat.