Kasus Kekerasan Seksual 11 Santriwati di Depok, Polda Metro Tetapkan 4 Tersangka

Ilustrasi pencabulan anak. shutterstock.com

TEMPO.CO, Jakarta - Tim penyidik dari Polda Metro Jaya menetapkan 4 orang tersangka dalam kasus kekerasan seksual terhadap 11 santriwati di sebuah pesantren yang berlokasi di Beji, Depok, Jawa Barat. Para tersangka ini diduga telah menyetubuhi para santriwati itu yang merupakan anak di bawah umur.

Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Endra Zulpan mengatakan, 4 orang tersangka itu terdiri dari 3 ustaz pondok pesantren dan 1 orang laki-laki yang merupakan santri senior. Meski begitu, Zulpan belum menginformasikan adanya penangkapan dan penahanan terhadap 4 orang tersangka itu.

"Kan sudah disampaikan tadi, sudah naik sidik dan empat jadi tersangka," kata Zulpan di Polda Metro Jaya, Jakarta, Senin, 4 Juli 2022.

Zulpan menagtakan, penetapan tersangka ini telah dilakukan tim penyidik Sub Direktorat Remaja, Anak dan Wanita (Renakta) Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya setelah gelar perkara. Hasil gelar perkara ini pun telah menetapkan status proses hukum pencabulan ini dari semula penyelidikan menjadi penyidikan.

Zulpan belum membeberkan identitas para pelaku maupun pasal yang disangkakan, tapi dia mengatakan, satu orang pelaku telah diketahui berperan menyetubuhi santriwati yang merupakan anak di bawah umur, dua orang lainnya melakukan pencabulan, dan satu orang yang merupakan santri putra senior menyetubuhi dan juga mencabuli santriwati itu. 

"Jadi ya sudah dinaikan ke penyidikan ya, kemudian statusnya sudah naik sidik, dan jadi tersangka," ujar Zulpan. 

Belasan santriwati di sebuah pondok pesantren kawasan Beji Timur, Depok diduga menjadi korban kekerasan seksual oleh empat ustad dan seorang kakak kelasnya. Kekerasan seksual ini sudah terjadi selama setahun, namun kasus ini baru terungkap sejak sepekan yang lalu.

Kuasa hukum korban Megawati mengatakan, para korban baru menceritakan saat libur belajar dan telah dijemput oleh orang tuanya untuk pulang. Ia pun menyebut ada 11 anak yang jadi korban kekerasan seksual namun, hanya 5 yang berani melaporkan dan telah diperiksa oleh penyidik Polda Metro Jaya.

"Dari 11 yang dilecehkan, yang berani untuk speak up hanya 5 orang, tapi sekarang yang diperiksa baru 3 orang. Karena yang 1 orang lainnya masih di Bandung dalam kondisi sakit," ujar Mega di Polda Metro Jaya, pada Rabu, 29 Juni 2022.

Mega menjelaskan, dirinya telah mendengar pengakuan dari korban dan langsung membuat laporan ke Polda Metro Jaya bersama orang tua korban untuk ditindaklanjuti. Pihak kepolisian pun mengembangkan laporan hingga korban melakukan visum di rumah sakit.

Polda Metro Jaya telah menerima tiga laporan dari para korban. Dalam laporan itu ketiga korban melaporkan sejumlah pelaku yang sama. Tiga laporan terpisah sudah teregister di Polda Metro Jaya dengan nomor: LP/B/3082/VI/SPKT/PMJ; LP/B/3083/VI/SPKT/PMJ; dan LP/B/3084/VI/SPKT/PMJ.  

Baca juga: 11 Santriwati Anak di Depok Diduga Jadi Korban Kekerasan Seksual oleh 4 Ustad dan 1 Kakak Kelas






Anak Citayam Main ke Dukuh Atas, Pemkot Depok Segera Bangun Depok Open Space

14 jam lalu

Anak Citayam Main ke Dukuh Atas, Pemkot Depok Segera Bangun Depok Open Space

Pemkot Depok akan membangun Depok Open Space sebagai wadak ekspresi anak-anak muda. Dibangun di depan Balai Kota tanpa pakai APBD.


Sopir Taksi Buron Kasus Pencabulan Anak di Kebayoran Lama Ditangkap Polisi

15 jam lalu

Sopir Taksi Buron Kasus Pencabulan Anak di Kebayoran Lama Ditangkap Polisi

Polres Metro Jakarta Selatan sempat menerbitkan DPO sopir taksi pelaku pencabulan anak tetangganya sendiri itu.


Kekerasan Seksual Anak di Bogor, Kementerian PPPA Desak Polisi Tangkap Pelaku

16 jam lalu

Kekerasan Seksual Anak di Bogor, Kementerian PPPA Desak Polisi Tangkap Pelaku

Kasus kekerasan seksual anak ini telah dilaporkan ke Polres Bogor dan naik ke tahap penyidikan, namun belum ada penahanan terhadap terlapor.


MA Bebaskan Eks Dekan Fisip Unri dari Kasus Dugaan Pencabulan

1 hari lalu

MA Bebaskan Eks Dekan Fisip Unri dari Kasus Dugaan Pencabulan

MA membebaskan eks Dekan Fisip Unri yang diduga melakukan pelecehan seksual kepada mahasiswanya. Pengacara sebut perkara ini sudah inkrah.


Proyek Underpass Dewi Sartika Depok Rusak Jaringan Internet, Layanan Disdukcapil Terdampak

1 hari lalu

Proyek Underpass Dewi Sartika Depok Rusak Jaringan Internet, Layanan Disdukcapil Terdampak

Jaringan internet milik PT Telkom Indonesia rusak akibat pembangunan underpass Dewi Sartika di Kota Depok.


ASN Depok Ditahan karena Potong Upah Honorer, setelah Viral Poster Minta Tolong Jokowi

1 hari lalu

ASN Depok Ditahan karena Potong Upah Honorer, setelah Viral Poster Minta Tolong Jokowi

ASN Depok ditahan karena memotong upah tenaga honorer dengan dalih buat bayar BPJS. Terungkap setelah viral poster minta tolong Jokowi.


Zulkifli Hasan Targetkan Tiap Pesantren Ada Supermarket Murah

1 hari lalu

Zulkifli Hasan Targetkan Tiap Pesantren Ada Supermarket Murah

Zulkifli Hasan mengungkapkan, sudah ada 48 ribu warung bentukan Kementerian Perdagangan di seluruh Indonesia.


3 Ustad dan 1 Santri Senior Tersangka Pencabulan Santriwati Depok, Kuasa Hukum: Ada Dipersi

1 hari lalu

3 Ustad dan 1 Santri Senior Tersangka Pencabulan Santriwati Depok, Kuasa Hukum: Ada Dipersi

Kuasa hukum 3 ustad dan 1 santri tersangka pencabulan santriwati berinisial P alias A di Depok mengaku belum berkomunikasi dengan pelapor:


LPSK Sebut Putri Candrawathi Trauma Berat dan Butuh Penanganan Psikiater

2 hari lalu

LPSK Sebut Putri Candrawathi Trauma Berat dan Butuh Penanganan Psikiater

Berdasarkan pengamatan psikiater LPSK, Edwin mengatakan kondisi Putri Candrawathi memang membutuhkan pemulihan mental.


Kuasa Hukum Terduga Pelaku Pencabulan Santriwati Minta Sebutan Santri Senior Tidak Disalahartikan

2 hari lalu

Kuasa Hukum Terduga Pelaku Pencabulan Santriwati Minta Sebutan Santri Senior Tidak Disalahartikan

Tim kuasa hukum P alias A, kakak kelas yang disebut terlibat kasus pencabulan santriwati di Depok menyatakan kliennya baru 15 tahun.