Pertumbuhan Ekonomi Jakarta Naik 5,59 Persen, Lebih Tinggi dari Pertumbuhan Nasional

Reporter

Suasana di zebra cross kawasan Dukuh Atas, Jakarta, Minggu, 24 Juli 2022. Fenomena Citayam Fashion Week yang semakin tren dan identik dengan remaja SBCD (Sudirman, Citayam, Bojonggede, Depok) kini semakin ramai dikunjungi oleh warga yang ingin melakukan catwalk di zebra cross tersebut. TEMPO/M Taufan Rengganis

TEMPO.CO, Jakarta - Tren positif perekonomian Jakarta pada tahun 2022 terus berlanjut. Itu bisa dilihat dari pertumbuhan ekonomi pada kuartal II yang tercatat sebesar 5,59 persen, lebih tinggi dari kuartal I sebelumnya sebesar 4,62 persen year on year.

Laju pertumbuhan ekonomi Jakarta sebesar 5,59 persen ini lebih besar dari pertumbuhan ekonomi nasional pada kuartal yang sama, yang mencatat 5,44 persen year on year. "Pemulihan ekonomi Jakarta terus berlanjut pada kuartal kedua tahun 2022," tulis BPS, 5 Agustus 2022. 

Menurut BPS terdapat sejumlah faktoryang mendorong pertumbuhan ekonomi Jakarta selalu dalam tren positif, setidaknya dalam empat kuartal terakhir. 

Momen puasa dan lebaran mendorong perekonomian

BPS mencatat, peningkatan aktivitas masyarakat pada momen Ramadhan, Idul Fitri, dan Paskah, serta penyelenggaraan berbagai even, baik berskala nasional maupun internasional menjadi pendorong utama bergeraknya perekonomian Jakarta.

Selain itu, pemberian Tunjangan Hari Raya (THR) turut menjadi katalis positif bagi peningkatan permintaan masyarakat, yang berdampak positif bagi pertumbuhan ekonomi. 

"Pertumbuhan ekonomi di Jakarta sejalan dengan terus meningkatnya mobilitas masyarakat yang didukung dengan adanya program percepatan vaksinasi 'booster'," kata Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi DKI Jakarta, Onny Widjanarko, Senin, 8 Agustus 2022. 

Kebijakan pemerintah yang membolehkan mudik pada libur lebaran Idul Fitri yang lalu turut meningkatkan pertumbuhan terutama dari sisi konsumsi rumah tangga.

Kemudian dari sisi permintaan seperti kinerja ekspor, konsumsi rumah tangga dan investasi menjadi pendorong utama pertumbuhan ekonomi DKI Jakarta sepanjang Kuartal II 2022.

Adapun dari sisi lapangan usaha, pertumbuhan terutama bersumber dari lapangan usaha perdagangan, informasi dan komunikasi serta industri pengolahan.

Onny mengatakan Bank Indonesia akan memperkuat koordinasi dengan Pemprov DKI Jakarta untuk mendorong pertumbuhan ekonomi di berbagai sektor guna meningkatkan kesejahteraan masyarakat, khususnya warga Jakarta.

Kinerja ekspor tumbuh 10,68 persen

Onny menjelaskan, dari sisi permintaan, kinerja ekspor pada triwulan II 2022 tumbuh sebesar 10,68 persen (yoy) dengan andil sebesar 5,60 persen terhadap Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) DKI Jakarta.

"Meningkatnya kinerja ekspor, utamanya didorong oleh meningkatnya ekspor jasa yang tercermin dari peningkatan jumlah kedatangan wisatawan mancanegara," katanya.

Kinerja konsumsi rumah tangga pada kuartal II 2022 juga tumbuh positif sebesar 5,27 persen (yoy) dengan andil sebesar 3,12 persen terhadap PDRB DKI Jakarta. Hal itu didorong oleh peningkatan mobilitas masyarakat serta konsumsi yang tercermin dari peningkatan impor barang konsumsi dan konsumsi listrik rumah tangga.

Selanjutnya, investasi tercatat tumbuh sebesar 5,78 persen (yoy) dengan andil sebesar 2,11 persen (yoy) sejalan dengan akselerasi sektor konstruksi serta peningkatan belanja modal pemerintah dan impor barang modal.

"Namun konsumsi pemerintah mengalami kontraksi sebesar 9,58 persen (yoy) dan menjadi penahan laju pertumbuhan," katanya.
 

Pertumbuhan sektor lapangan usaha

Dari sisi sektoral atau lapangan usaha, pertumbuhan pada kuartal II 2022 terutama ditopang oleh pertumbuhan pada lapangan usaha perdagangan besar dan eceran. Yaitu sebesar 8,25 persen (yoy) dengan andil sebesar 1,27 persen (yoy) terhadap PDRB DKI Jakarta.

Peningkatan konsumsi rumah tangga banyak didorong oleh pelonggaran kapasitas pusat perbelanjaan, toko ritel dan tempat rekreasi pada PPKM level 1, serta diselenggarakannya beberapa kegiatan seperti Pekan Raya Jakarta.

Selanjutnya, kata dia, lapangan usaha informasi dan komunikasi tumbuh sebesar 7,14 persen (yoy) dengan andil sebesar 0,94 persen (yoy) serta lapangan usaha industri pengolahan tumbuh sebesar 6,83 persen (yoy) dengan andil 0,78 persen (yoy).

Di samping itu, beberapa sektor lainnya juga masih mencatat pertumbuhan positif seperti lapangan usaha jasa kesehatan dan kegiatan sosial sebesar 15,66 persen (yoy), seiring dengan akselerasi pemberian vaksin booster dan belanja fungsi kesehatan pemerintah yang meningkat.

Lapangan usaha jasa lainnya sebesar 15,12 persen (yoy) seiring dengan peningkatan aktivitas pariwisata dan kegiatan olahraga berskala nasional dan internasional.

Baca juga: BI: Inflasi Juli di Jakarta di Bawah Nasional, Terendah di Seluruh Jawa






Prakiraan Cuaca Jakarta Hari Ini: Hujan Merata di Seluruh Wilayah dari Siang Hingga Malam

47 menit lalu

Prakiraan Cuaca Jakarta Hari Ini: Hujan Merata di Seluruh Wilayah dari Siang Hingga Malam

Prakiraan cuaca BMKG menyebutkan hujan akan turun merata di seluruh wilayah dari siang hingga malam.


Penahanan Produk Hortikultura, Stranas Pencegahan Korupsi Minta Pemerintah Review Regulasi Importasi

2 jam lalu

Penahanan Produk Hortikultura, Stranas Pencegahan Korupsi Minta Pemerintah Review Regulasi Importasi

Stranas Pencegahan Korupsi merekomendasikan pemerintah untuk melakukan review terhadap regulasi yang abu-abu soal imporasi produk hortikultura.


Rupiah Melemah 2,24 Persen terhadap Dolar, Ringgit Malaysia 10,2 Persen

11 jam lalu

Rupiah Melemah 2,24 Persen terhadap Dolar, Ringgit Malaysia 10,2 Persen

Bank Indonesia menyatakan depresiasi rupiah tidak sedalam nilai tukar mata uang negara setara lainnya.


Kementan Tahan Produk Hortikultura, Kepala Barantan: Beri Efek Jera Pelaku Usaha

13 jam lalu

Kementan Tahan Produk Hortikultura, Kepala Barantan: Beri Efek Jera Pelaku Usaha

Kepala Barantan Bambang menjelaskan penahanan 1.619 ton produk hortikultura dilakukan untuk memberikan efek jera terhadap pelaku usaha.


Kementan Lepas 1.619 Ton Produk Hortikultura yang Sempat Ditahan di Tiga Pelabuhan

14 jam lalu

Kementan Lepas 1.619 Ton Produk Hortikultura yang Sempat Ditahan di Tiga Pelabuhan

Kementan menyatakan 1.619 ton produk hortikultura telah melalui serangkaian tindakan karantina, serta dipastikan sehat dan aman.


BI: Tekanan terhadap Rupiah Disebabkan Ketidakpastian Pasar Keuangan Global

15 jam lalu

BI: Tekanan terhadap Rupiah Disebabkan Ketidakpastian Pasar Keuangan Global

Bank Indonesia menyatakan depresiasi rupiah relatif lebih baik dibandingkan dengan depresiasi mata uang sejumlah negara berkembang lainnya.


DKI Kembali Gelar Lomba Baca Jakarta, Tantangan Membaca Buku Selama 30 Hari

17 jam lalu

DKI Kembali Gelar Lomba Baca Jakarta, Tantangan Membaca Buku Selama 30 Hari

Pemprov DKI Jakarta kembali menggelar lomba Baca Jakarta, tantangan membaca buku selama 30 hari.


Rupiah Terus di Level Rp 15.000-an per Dolar AS, BI: Utang Luar Negeri Tak Seperti 1998

18 jam lalu

Rupiah Terus di Level Rp 15.000-an per Dolar AS, BI: Utang Luar Negeri Tak Seperti 1998

Bank Indonesia (BI) memastikan, kondisi utang luar negeri (ULN) Indonesia saat ini masih sangat aman, meskipun kurs rupiah terus bertengger di level atas Rp 15.200 per dolar AS.


Intervensi BI Untuk Selamatkan Rupiah Kini Diklaim Tak Kuras Cadangan Devisa, Kenapa?

18 jam lalu

Intervensi BI Untuk Selamatkan Rupiah Kini Diklaim Tak Kuras Cadangan Devisa, Kenapa?

Intervensi BI untuk menyelamatkan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS kini tak harus banyak memakan cadangan devisa. Kenapa?


Transjakarta Gandeng Kodam Jaya untuk Melatih Kedisiplinan Karyawan

19 jam lalu

Transjakarta Gandeng Kodam Jaya untuk Melatih Kedisiplinan Karyawan

Transjakarta menggandeng Kodam Jaya untuk memberikan pelatihan dan pendidikan kepada staf dan karyawan.