Polda Metro Tangkap Warga Pekanbaru Unggah Konten Ferdy Sambo, SAFEnet: Polisi Seperti Menebar Teror

Mantan Kadiv Propam Polri Irjen Ferdy Sambo berjalan keluar ruangan usai mengikuti sidang Komisi Kode Etik Polri (KKEP) di Gedung Transnational Crime Center (TNCC) Divisi Propam Mabes Polri, Jakarta, Jumat dini hari, 26 Agustus 2022. Ferdy Sambo juga dijatuhkan sanksi etik dengan dinyatakan sebagai perbuatan tercela dan sanksi administratif berupa penempatan khusus selama 40 hari atas kasus pembunuhan Nofriansyah Yosua Hutabarat atau Brigadir J. ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat

TEMPO.CO, Jakarta - Kepala Divisi Kebebasan Berekspresi Southeast Asia Freedom of Expression Network (SAFEnet), Nenden Sekar Arum mengungkapkan penangkapan terhadap Masril, warga Pekanbaru yang mengunggah konten Ferdy Sambo adalah langkah yang sewenang-wenang. Apalag belum didapat justifikasi mengapa orang itu ditangkap.

"Intinya upaya penangkapan sewenang-wenang kepada masyarakat hanya karena aktivitasnya di media sosial tentunya tidak bisa dibenarkan," kata Nenden saat dihubungi Ahad, 28 Agustus 2022.

Nenden menjelaskan bahwa penangkapan warga Pekanbaru oleh Polda Metro itu terkesan sewenang-wenang karena menggunakan UU ITE yang bermasalah. Ia mempertanyakan langkah penangkapan kepolisian itu, apakah sudah sesuai dengan pedoman implementasi UU ITE yang dikeluarkan oleh pemerintah tahun lalu.

"Kalau penangkapan ini dilakukan hanya karena konten yang dishare ulang berhubungan dengan institusi kepolisian, apalagi kalau dilihat laporannya juga dari kepolisian, kita tidak bisa melihat adanya objektifitas dalam penilaian kasus ini," kata Nenden.

"Kalau misalnya memang sah melanggar hukum si kontennya itu, harusnya yang diprioritaskan untuk diburu itu adalah orang yang pertama kali membuat dan menyebarkannya," tambahnya. 

Pelaku seperti ini, menurut Nenden tidak seharusnya ditangkap. Penangkapan ini menunjukkan polisi seperti menebar teror ke masyarakat agar jangan ikut campur di masalah kepolisian.

"Mungkin ya seharusnya gak perlu ditangkap. Cukup dipanggil bikin BAP untuk diproses sesuai prosedurnya. Kalau dengan model tangkap-tangkap gini dan ditahan, ya kesannya jadi nebar pesan teror ke masyarakat: jangan ikut-ikutan ngurusin kepolisian kalo gak mau ditangkap," ucapnya. 

Sebelumnya, Masril, warga Pekanbaru ditangkap Polda Metro Jaya karena mengunggah konten tentang Ferdy Sambo. Ia diciduk 31 Juli lalu di rumahnya di Jalan Hang Tuah, Tanayan Raya, Kota Pekanbaru. 

Masril ditangkap karena mengunggah ulang konten dugaan jaringan perjudian. Konten ini pertama kali dimuat oleh akun @opposite6890. Dalam konten ini, dikaitkan juga nama mantan Kadiv Propam Irjen Ferdy Sambo. 

Selain itu, Masril juga menambah tagar #BerantasJudiOnline dalam unggahan di akun media sosialnya. Ia kemudian diciduk anggota Polda Metro Jaya. Penangkapan Masril berdasarkan laporan polisi bernomor LP/A/846/VII/2022/SPKT/Polda Metro Jaya pada 29 Juli 2022.

Laporan polisi yang menjadi dasar penangkapan Masril adalah laporan polisi dengan kode A atau laporan tipe A yang artinya laporan tersebut dibuat oleh anggota Polri.

Belakangan, Polda Metro Jaya membebaskan Masril yang dituduh melanggar pasal UU ITE ini karena mengunggah ulang kontan tentang Ferdy Sambo itu. 

“Tetapi sekarang saya sudah sampaikan bahwa kasus ini akan ditangguhkan,” kata Kabid Humas Polda Metro Kombes Endra Zulpan di Gedung Direktorat Reserse Kriminal Khusus, Polda Metro Jaya, Jumat, 26 Agustus 2022.

Baca juga: Polda Metro Tahan Warga Pekanbaru 22 Hari Karena Unggah Konten Ferdy Sambo

 






Diminta Kabareskrim Buka BAP Kasus Ismail Bolong, Ferdy Sambo: Merekalah yang Buka, Kenapa Saya

9 jam lalu

Diminta Kabareskrim Buka BAP Kasus Ismail Bolong, Ferdy Sambo: Merekalah yang Buka, Kenapa Saya

Ferdy Sambo mengatakan seharusnya Kepolisian RI yang membuka BAP penyelidikan kasus Ismail Bolong perihal dugaan setoran hasil tambang ilegal.


Polisi Sebut Adik Keluarga yang Meninggal di Kalideres Aktif Melakukan Ritual

9 jam lalu

Polisi Sebut Adik Keluarga yang Meninggal di Kalideres Aktif Melakukan Ritual

Polisi bakal mengundang ahli sosiologi agama untuk menganalisa tulisan dalam buku yang ditemukan di rumah satu keluarga meninggal di Kalideres.


Penyidik Polres Jakarta Selatan Jadi Korban Kebohongannya, Ferdy Sambo Minta Maaf

9 jam lalu

Penyidik Polres Jakarta Selatan Jadi Korban Kebohongannya, Ferdy Sambo Minta Maaf

Ferdy Sambo tampak emosional ketika menyampaikan permohonan maaf kepada penyidik Kepolisian Resor Jakarta Selatan.


Polda Duga Ada Ritual Tertentu di Kasus Satu Keluarga Tewas di Kalideres, Ada Mantra dan Kemenyan

10 jam lalu

Polda Duga Ada Ritual Tertentu di Kasus Satu Keluarga Tewas di Kalideres, Ada Mantra dan Kemenyan

Polda Metro Jaya menduga ada ritual tertentu perihal satu keluarga tewas yang beranggotakan empat orang di Kalideres, Jakarta Barat.


Bantah Pernah Diperiksa Propam soal Ismail Bolong, Kabareskrim Tantang Ferdy Sambo Buka BAP

12 jam lalu

Bantah Pernah Diperiksa Propam soal Ismail Bolong, Kabareskrim Tantang Ferdy Sambo Buka BAP

Kabareskrim Agus Andrianto meminta Ferdy Sambo untuk membuka Berita Acara Pemeriksaan (BAP) penyelidikan kasus Ismail Bolong.


Rekaman CCTV Duren Tiga Diputar, Kuasa Hukum Klaim Ferdy Sambo Tidak Pakai Sarung Tangan Hitam

12 jam lalu

Rekaman CCTV Duren Tiga Diputar, Kuasa Hukum Klaim Ferdy Sambo Tidak Pakai Sarung Tangan Hitam

Kuasa hukum klaim Ferdy Sambo tak mengenakan sarung tangan hitam seperti kesaksian Adzan Romer. Sebab itu, dia minta Romer dihadirkan sebagai saksi.


Ferdy Sambo Sebut Pernah Periksa Kabareskrim soal Ismail Bolong, Agus: Gak Pernah ya, Saya Belum Lupa Ingatan

12 jam lalu

Ferdy Sambo Sebut Pernah Periksa Kabareskrim soal Ismail Bolong, Agus: Gak Pernah ya, Saya Belum Lupa Ingatan

Kabareskrim menyampaikan tanggapannya mengenai ungkapan Ferdy Sambo yang menyebut pernah memeriksanya pada kasus Ismail Bolong.


Eks Kasatreskrim Polres Jaksel Akui Disodorkan Kronologi Berita Acara Interogasi Putri Pesanan Ferdy Sambo

13 jam lalu

Eks Kasatreskrim Polres Jaksel Akui Disodorkan Kronologi Berita Acara Interogasi Putri Pesanan Ferdy Sambo

Ridwan Soplanit, mengatakan penyidik mendapat kronologi tertulis untuk Berita Acara Interogasi (BAI) Putri Candrawathi berdasarkan pesanan Ferdy Sambo


Ferdy Sambo Harap Bareskrim Polri Limpahkan Kasus Ismail Bolong ke Instansi Lain

14 jam lalu

Ferdy Sambo Harap Bareskrim Polri Limpahkan Kasus Ismail Bolong ke Instansi Lain

Ferdy Sambo mengatakan pihaknya sudah memeriksa Ismail Bolong dan Kepala Bareskrim Komisaris Jenderal Agus Andrianto dalam dugaan suap tambang ilegal.


Kasus Ismail Bolong, Ferdy Sambo Sebut Sudah Laporkan ke Pimpinan: Kan Tinggal Ditindaklanjuti

14 jam lalu

Kasus Ismail Bolong, Ferdy Sambo Sebut Sudah Laporkan ke Pimpinan: Kan Tinggal Ditindaklanjuti

Ferdy Sambo mengatakan sudah menyelesaikan penyelidikan kasus dugaan suap tambang ilegal yang melibatkan Ismail Bolong dan menyeret nama Kabareskrim