Lupa Kata Sandi? Klik di Sini

atau Masuk melalui

Belum Memiliki Akun Daftar di Sini


atau Daftar melalui

Sudah Memiliki Akun Masuk di Sini

Konfirmasi Email

Kami telah mengirimkan link aktivasi melalui email ke rudihamdani@gmail.com.

Klik link aktivasi dan dapatkan akses membaca 2 artikel gratis non Laput di koran dan Majalah Tempo

Jika Anda tidak menerima email,
Kirimkan Lagi Sekarang

Sebagian Artefak Terdampak Kebakaran Museum Nasional Sudah Dievakuasi, Polisi: Banyak yang Masih Utuh

image-gnews
Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Badan Umum Museum dan Cagar Budaya Museum Nasional (kiri) dan Kapolres Metro Jakarta Pusat Kombes Komarudin (kanan) di halaman depan Museum Nasional pada Senin, 18 September 2023 saat memaparkan kondisi terkini usai kebakaran. TEMPO/Savero Aristia Wienanto
Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Badan Umum Museum dan Cagar Budaya Museum Nasional (kiri) dan Kapolres Metro Jakarta Pusat Kombes Komarudin (kanan) di halaman depan Museum Nasional pada Senin, 18 September 2023 saat memaparkan kondisi terkini usai kebakaran. TEMPO/Savero Aristia Wienanto
Iklan

TEMPO.CO, Jakarta - Kapolres Jakarta Pusat Komisaris Besar Komarudin mengatakan artefak yang berhasil teridentifikasi usai kebakaran Museum Nasional sudah dievakuasi ke tempat yang aman. 

"Ada tempat penyimpanan di dalam, dari objek sudah kita tempatkan di dalam, dan yang tahu (persis) tentunya tim dari ahli," kata Komarudin, Senin, 18 September 2023 di depan gerbang Museum Nasional.

Artefak-artefak yang terdampak kebakaran masih dalam proses penyortiran supaya segara dipisahkan dari runtuhan sehingga dapat diselamatkan.

"Semua barang-barang kami kumpulkan nanti dipilah lagi apakah ini masuk puing atau ini masuk barang bersejarah. Nanti dipilah lagi. Sekarang baru menyortir yang dari dalam ruangan kita keluarkan dulu dari TKP," tuturnya.

Ihwal perkembangan identifikasi benda bersejarah, Komarudin mengatakan tim labolatorium forensik baru memeriksa sebagian ruangan dan akan melanjutkan pemeriksaan di ruangan yang belum tersentuh. 

"Walau secara umum  tim sudah lihat banyak barang yang masih utuh, tentu itu tugas dari ahli. Jadi, update hari ini labolatorium forensik masih melanjutkan beberapa ruangan yang belum dimasuki," kata dia.

Bukan Karena Kebakaran, Atap Museum Nasional Ambruk Diduga Picu Koleksi Benda Bersejarah Rusak

Pelaksana Tugas Kepala Badan Layanan Umum Museum dan Cagar Budaya Kemendikbud, Ahmad Mahendra mengungkap dugaan kerusakaan sejumlah koleksi Museum Nasional bukan karena kebakaran tapi karena atap gedung yang ambruk.

Dugaan itu, menurut Ahmad, ia dasarkan atas kondisi sejumlah kondisi koleksi museum yang tidak terbakar.  

“Kalau lihat koleksinya tidak terbakar langsung. Jadi, kerusakannya ambruk atapnya. Moga-moga tidak mempengaruhi (benda) langsung gitu,” kata Ahmad di depan Museum Nasional, Jakarta Pusat, Senin, 18 September 2023.

Iklan
Scroll Untuk Melanjutkan

Pantauan Tempo, selain petugas yang terlibat membereskan puing-puing sisa kebakaran pada Sabtu malam, 16 September 2023, orang yang tidak berkepentingan dilarang masuk. Petugas menjaga kawasan Museum Nasional secara ketat. 

Ahmad menjelaskan alasan tidak boleh masuk lantaran pihaknya menjaga barang-barang bersejarah musem yang disebut Museum Gajah itu agar tidak rusak.

“Kalau soal pengamanan tidak semua orang boleh masuk, bahkan masuk di ruangan harus seizin saya. Siapapun itu,” ucapnya. 

Dia menjelaskan ada dua bagian atau dua ring lokasi, yakni petugas yang boleh masuk hanya sekitar pelataran Museum Nasional dan petugas yang boleh sampai lokasi kebakaran. 

“Penanganan benda budayanya jadi yang boleh masuk sampai sini dan sampai lokasi terbakarnya sudah berlapis begitu,” tuturnya. 

Petugas yang boleh sampai pelataran yang yang berkepentingan untuk mengurus konsumsi. “Karena berhati-hati sekali,” katanya.

Termasuk petugas PPSU yang dilibatkan dalam membersihan puing-puing kebakaran Museum Nasional juga diberikan arahan terlebih dahulu supaya berhati-hati. 

“Tasnya pun harus tinggal di sini diperintahkan begitu. Itu ke arah kemananan memastikan tidak ada benda satupun yang terbawa siapapun,” ujarnya.

Pilihan Editor: Akhir Pekan Tanah Abang pun Sepi, Pedagang: Biasa Melayani Sampai Engap-Engapan

Iklan



Rekomendasi Artikel

Konten sponsor pada widget ini merupakan konten yang dibuat dan ditampilkan pihak ketiga, bukan redaksi Tempo. Tidak ada aktivitas jurnalistik dalam pembuatan konten ini.

 

Video Pilihan


Kembali Beroperasi, Apa yang Baru dari Museum Benteng Vredeburg Yogyakarta?

4 hari lalu

Wajah baru Museum Benteng Vredeburg Yogyakarta pascarevitalisasi selama tiga bulan. Dok. Istimewa
Kembali Beroperasi, Apa yang Baru dari Museum Benteng Vredeburg Yogyakarta?

Museum Benteng Vredeburg tak lagi hanya pusat edukasi sejarah dan budaya, tapi juga sebagai ruang baru berkumpul anak muda dan keluarga.


Museum Keju di Prancis Ajak Pengunjung Melihat Pembuatan Keju Tradisional

5 hari lalu

Ilustrasi keju. Shutterstock
Museum Keju di Prancis Ajak Pengunjung Melihat Pembuatan Keju Tradisional

Museum keju di Paris akan dibuka pada 1 4 Juni 2024


Aksi Bela Palestina di Patung Kuda, Polisi: Pengalihan Arus Situasional

6 hari lalu

Kapolres Metro Jakarta Pusat Kombes Susatyo Purnomo Condro di Jakarta, Rabu, 1 Mei 2024. Foto: ANTARA/HO-Polres Metro Jakarta Pusat
Aksi Bela Palestina di Patung Kuda, Polisi: Pengalihan Arus Situasional

Dalam rangka pengamanan Aksi Bela Palestina di Patung Kuda Polres Jakarta Pusat melibatkan 1.597 Personel.


Aksi Bela Palestina Sore Ini di Patung Kuda, Polisi Siagakan 1.597 Personel

6 hari lalu

Massa menggelar demonstrasi bela Palestina di depan Kedubes Amerika Serikat, Jakarta, Jumat, 10 Mei 2024. Dalam aksinya massa menyuarakan agar genosida di Palestina segera dihentikan. TEMPO/Martin Yogi Pardamean
Aksi Bela Palestina Sore Ini di Patung Kuda, Polisi Siagakan 1.597 Personel

Polisi menyiagakan sebanyak 1.597 personel guna mengamankan Aksi Bela Palestina di sekitar Patung Kuda


Museum KCBN Muarajambi Siap Dibangun, Masyarakat Gelar Prosesi Tegak Tiang Tuo

9 hari lalu

Prosesi adat Tegak Tiang Tuo di KCBN Muarajambi pada 5 Juni 2024/Kemdikbud
Museum KCBN Muarajambi Siap Dibangun, Masyarakat Gelar Prosesi Tegak Tiang Tuo

Makna prosesi adat Tegak Tiang Tuo dalam peletakan batu pertama untuk Museum KCBN drasa Muarajambi


29 Demonstran Pro-Palestina di Museum Brooklyn Ditahan Kepolisian New York City

13 hari lalu

Demonstran memegang bendera Palestina saat unjuk rasa pro-Palestina yang diadakan di seberang jalan Konsulat Jenderal Israel di New York City, AS, 9 Oktober 2023. REUTERS/Roselle Chen
29 Demonstran Pro-Palestina di Museum Brooklyn Ditahan Kepolisian New York City

Kepolisian New York City mengkonfirmasi menahan 29 orang yang ada sangkut-pautnya dengan unjuk rasa pro-Palestian di museum Brooklyn.


Tim Peneliti BRIN Telusuri Jejak Manusia Purba dan Artefak di Gua Aul Ciamis

17 hari lalu

Gua Aul tampak dari luar sebagai lokasi temuan artefak dan fosil manusia purba di daerah Ciamis, Jawa Barat. (Dok. Lutfi Yondri)
Tim Peneliti BRIN Telusuri Jejak Manusia Purba dan Artefak di Gua Aul Ciamis

Tim peneliti BRIN menelusuri hasil temuan sisa kerangka manusia purba dan artefak lain di Gua Aul, Ciamis, Jawa Barat.


710 Polisi Jaga Konser Avenged Sevenfold di GBK, Deathbat Diimbau Waspada Pencuri

21 hari lalu

Ketika Avenged Sevenfold Lunasi Utang
710 Polisi Jaga Konser Avenged Sevenfold di GBK, Deathbat Diimbau Waspada Pencuri

Band metal Avenged Sevenfold menggelar konser di GBK malam ini


Rekomendasi 4 Wisata Virtual untuk Study Tour

22 hari lalu

Siswa-siswi SD hingga SMP asyik menikmati pengalaman menjelajah angkasa menggunakan teknologi Virtual Reality dalam acara Widya Wisata Jelajah Angkasa Anak Bangsa di Stasiun Pengendali Utama Satelit Telkom Cibinong, Bogor (30/7)
Rekomendasi 4 Wisata Virtual untuk Study Tour

Kegiatan study tour tak harus selalu ke luar kota, apalagi naik bus tidak layak. Ada layanan wisata virtual yang edukatif.


Melihat Sejarah Blambangan dari Abad ke-13 di Omahseum Banyuwangi

27 hari lalu

Omahseum Banyuwangi, Jawa Timur, dibuka pada Sabtu, 18 Mei 2024. Museum ini berisi ribuan artefak Kerajaan Blambangan di masa lalu. (Tangkapan layar Instagram @banyuwangi_kab)
Melihat Sejarah Blambangan dari Abad ke-13 di Omahseum Banyuwangi

Ribuan artefak Balambangan kuno seperti lingga, kendi, manik-manik, kitab kuno, keris, pedang, sampai fosil-fosil tersaji di Omahseumvdi Banyuwangi.