Manajemen Ramayana Tolak Berkomentar Soal Kebakaran

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Petugas pemadam kebakaran berusaha memadamkan api yang menghanguskan ratusan kios di gedung Ramayana Departemen Store di Kebayoran Lama, Jakarta, Jumat (2/4). TEMPO/Eko Siswono

    Petugas pemadam kebakaran berusaha memadamkan api yang menghanguskan ratusan kios di gedung Ramayana Departemen Store di Kebayoran Lama, Jakarta, Jumat (2/4). TEMPO/Eko Siswono

    TEMPO Interaktif, Jakarta -Manajemen Ramayana menolak berkomentar mengenai kabakaran yang menimpa pasar swalayan
    di Kebayoran Lama, Jakarta Selatan itu hari ini. Penanggung Jawab Operasi Ramayana Kebayoran Lama Moan Hutabarat mencoba lari dari sejumlah wartawan yang meminta keterangannya mengenai kebakaran ini.

    Sambil bergegas pergi, Moan hanya menjawab, "nanti saja sama humas saya." Ia mengaku tidak tahu  soal sumber api yang diduga berasal dari Pusat Perbelanjaan Ramayana. "Saya tidak tahu. Karyawan bilang, ketika mereka akan membuka pintu, tiba-tiba api dan asap sudah ada di dalam," ujarnya sambil mengambil langkah seribu.

    Gedung Ramayana Departement Store di Pasar Inpres Kebayoran Lama terbakar sekitar pukul 06.00 WIB.

    Puluhan unit Pemadam Kebakaran dari Suku Dinas Jakarta Selatan dibantu dari wilayah lain berupaya memadamkan si jago merah. Petugas kesulitan menjangkau lokasi kebakaran karena lokasi pasar yang berada di sekitar permukiman padat penduduk.

    Selang-selang air berukuran besar milik Pemadam Kebakaran dijulurkan melalui gang-gang sempit untuk menembus lokasi kebakaran. Salah satu sumber air yang digunakan untuk memadamkan api adalah Kali Velbak yang membelah Jalan Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, tak jauh dari lokasi.

    FEBRIYAN | BASUKI RAHMAT N


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tips Menghadapi Bisa Ular dengan Menggunakan SABU

    Untuk mengatasi bisa ular, dokter Tri Maharani memaparkan bahwa bisa ular adalah protein yang hanya bisa ditawar dengan SABU polivalen.