Jelang Proyek MRT, Jalan Fatmawati Dilebarkan  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Mass Rapid Transit Jakarta

    Mass Rapid Transit Jakarta

    TEMPO.CO, Jakarta - Pemerintah DKI Jakarta segera melebarkan Jalan Fatmawati untuk mengantisipasi kemacetan akibat pembangunan proyek mass rapid transit (MRT). “April atau Mei ini sudah mulai diperlebar,” kata Kepala Dinas Pekerjaan Umum DKI Jakarta Ery Basworo ketika dihubungi Tempo, Selasa, 3 April 2012.

    Ery mengatakan pelebaran jalan itu merupakan upaya untuk meminimalisasi kemacetan ketika pembangunan proyek MRT Jakarta berlangsung. Menurut dia, saat ini, pihaknya tengah menyelesaikan proses pembebasan lahan di sisi sebelah barat Jalan Fatmawati.

    “Lahan selebar 1 hingga 2 meter di sisi sebelah barat akan dibebaskan untuk dijadikan pengganti jalan selama proses konstruksi MRT berlangsung,” katanya. Sedangkan sisi sebelah timur tidak ada kendala karena garis sempadan jalan masih cukup lebar.

    Ery menjelaskan, selama proses pembangunan MRT jalur layang, sebagian ruas Jalan Fatmawati akan ditutup. Namun, untuk mengurangi dampak kemacetan yang ada, sebelum pembangunan dilakukan, jalan akan lebih dulu dilebarkan. “Pembangunan MRT jalur layang akan memakan Jalan Fatmawati. Jadi, sebelum pembangunan MRT dilakukan, kita siapkan jalan pengganti,” katanya.

    Secara terpisah, Kepala Biro Humas PT MRT Jakarta Manpala Gupta Sitorus mengatakan proses persiapan konstruksi MRT dilakukan selama April. Selama proses persiapan konstruksi MRT itu, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan memindahkan Stadion dan Terminal Lebak Bulus, memperlebar Jalan Fatmawati, dan memindahkan utilitas di lokasi proyek MRT.

    Pembangunan MRT sendiri baru akan dimulai pada November 2012. “Saat ini, 10 konsorsium yang lulus prakualifikasi sedang proses tender,” kata Gupta. Menurut dia, pengumuman pemenang dan penandatanganan kontrak kerja sama baru akan dilakukan pada Agustus atau Oktober tahun ini.

    Gupta mengatakan pembangunan MRT jalur utara-selatan tahap 1 Lebak Bulus-Bundaran HI telah memiliki analisis mengenai dampak lingkungan (Amdal). “Dampak kemacetan telah diminimalisir,” katanya.

    Menurut dia, sebanyak 412 ribu penumpang akan diangkut setiap harinya ketika jalur ini beroperasi pada 2016. MRT tahap 1 sepanjang 15,7 kilometer akan memiliki 7 stasiun layang dari Lebak Bulus hingga Blok M, sedangkan 6 stasiun bawah tanah akan dibangun dari Blok M hingga Bundaran HI. Kemudian MRT tahap 2 dari Bundaran HI hingga Kampung Bandan sepanjang 8,1 kilometer akan beroperasi pada 2018.

    Saat ini, cetak biru MRT jalur timur-barat yang menghubungkan Balaraja hingga Cikarang sepanjang 87 kilometer sedang dalam tahap finalisasi. Jalur timur-barat diperkirakan akan beroperasi antara 2024-2027.

    Pembangunan MRT jalur utara-selatan membutuhkan dana sebesar ¥144 miliar. Dana sebesar ¥120 miliar berasal dari pinjaman Japan International Corporation Agency (JICA). Sementara sisanya berasal dari APBN (42 persen) dan APBD (58 persen).

    AMANDRA MUSTIKA MEGARANI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    GERD Memang Tak Membunuhmu tapi Dampaknya Bikin Sengsara

    Walau tak mematikan, Gastroesophageal reflux disease alias GERD menyebabkan berbagai kesengsaraan.