Geram Ahok Soal Molornya APBD DKI

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Wakil Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok. Tempo/Aditia Noviansyah

    Wakil Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok. Tempo/Aditia Noviansyah

    TEMPO.CO, Jakarta - Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok mengaku geram dengan molornya pengesahan Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah DKI Tahun 2014. Seharusnya, APBD tahun 2014 itu sudah diketok DPRD DKI dan tidak berbuah surat teguran dari Menteri Dalam Negeri Gamawan Fauzi.

    "Saya ngarepnya segera disahkan. Katanya Rabu," kata Ahok kepada Tempo di Balai Kota, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Senin, 20 Januari 2014.

    Menurut Ahok, akibat terlambatnya pengesahan APBD DKI itu, hampir semua program pembangunan Kota Jakarta terlambat dimulai. Kondisi ini menimbulkan kekhawatiran penyerapan anggaran tahun ini akan lebih lambat dari tahun lalu.

    Ahok mengaku pernah bertanya kepada salah seorang anggota Dewan, kenapa APBD belum juga disahkan. Kata Ahok, anggota Dewan itu menjawab alasannya, karena Dewan memberikan kesempatan kepada pihak eksekutif untuk mengurusi dan menyelesaikan bencana banjir yang melanda Jakarta.

    "Alasan itu masuk akal enggak? Jelas tak masuk akal. Tapi mau gimana lagi?" kata Ahok lagi.

    Ahok mengaku tak bisa memaksa dan hanya bisa pasrah entah kapan APBD DKI 2014 itu disahkan. Apalagi, yang menjadi Ketua DPRD DKI bukan berasal dari Partai Gerindra maupun Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP).



    WDA



    Berita Terpopuler
    Curhat SBY Soal Hubungannya dengan Mega 
    Ibu Negara Prancis Tinggalkan Istana Kepresidenan
    Eto'o Hat-trick, Chelsea Bantai MU 
    4 Alasan Bupati Tangerang Tolak Sodetan Cisadane


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Virus Korona Menyebabkan Wabah Mirip SARS di Kota Wuhan, Cina

    Kantor WHO cabang Cina menerima laporan tentang wabah mirip SARS yang menjangkiti Kota Wuhan di Cina. Wabah itu disebabkan virus korona jenis baru.