Kopaja Klaim Sopir Berkelahi Bukan Kejar Setoran

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kopaja AC 602 Rute Ragunan-Monas. ANTARA/M Agung Rajasa

    Kopaja AC 602 Rute Ragunan-Monas. ANTARA/M Agung Rajasa

    TEMPO.CO, Jakarta - Ketua Umum Kopaja Nanang Basuki mengklaim perkelahian dua orang sopir Kopaja AC P-20 yang terjadi di ruas busway kawasan Pejaten, Jakarta Selatan, bukan disebabkan berebut penumpang.

    Nanang juga mengklaim perkelahian dua anak buahnya itu bukan disebabkan masalah setoran. "Mungkin ada masalah lain, yang pasti bukan soal berebut penumpang," kata Nanang saat dihubungi Tempo, Selasa, 25 Februari 2014. "Keduanya sudah kami bawa ke kantor untuk segera diproses." (Baca: Berebut Busway, Sopir Kopaja AC Berkelahi)

    Nanang mengatakan, memang, Kopaja AC P-20 jurusan Senen-Lebak Bulus masih menggunakan sistem setoran. Dalam satu hari, kata Nanang, para sopir harus menyetor Rp 750-800 ribu. "Sanksi buat mereka bisa dikeluarkan," ujarnya. "Kami sudah banyak mengeluarkan sopir akibat perilakunya di jalan yang ugal-ugalan."

    Meski melewati jalur Transjakarta, Nanang mengaku setoran ini diberlakukan karena pihaknya tidak mendapat subsidi dari Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. "Dan kami sudah mendapat izin dari Dishub DKI," ujar Nanang. "Mana berani kalau tidak mendapat izin, kami lewat busway. Untuk urusan teknisnya Dishub yang berwenang."

    Nanang juga mengklaim sudah ada beberapa sopir Kopaja AC yang diberi intensif. Namun dia enggan memberi tahu berapa uang intensif yang diberikan kepada sopirnya itu. "Seperti Kopaja S-602 jurusan Ragunan-Monas dan S-13 jurusan Ragunan-Grogol," kata Nanang.

    REZA ADITYA

    Berita Lain
    Pingsan, Wawan Ditolong Rudi Rubiandini 
    Mengapa Muncul Pulau Misterius di Bekasi? 
    Curhat Pembantu: Bu Jenderal Galak, Suka Jambak


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Krakatau Steel di 7 BUMN yang Merugi Walaupun Disuntik Modal

    Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menyoroti 7 BUMN yang tetap merugi walaupun sudah disuntik modal negara.