Mahasiswi Pembuat Mi Bikini: Dosen yang Usul Kata Remas Aku

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Petugas menunjukan produk makanan ringan ilegal merk Bikini yang disita Balai Besar POM Bandung, Jawa Barat, 6 Agustus 2016. Produsen mengaku telah membuat sekitar 11.000 bungkus cemilan yang bergambar wanita mengenakan bikini. TEMPO/Prima Mulia

    Petugas menunjukan produk makanan ringan ilegal merk Bikini yang disita Balai Besar POM Bandung, Jawa Barat, 6 Agustus 2016. Produsen mengaku telah membuat sekitar 11.000 bungkus cemilan yang bergambar wanita mengenakan bikini. TEMPO/Prima Mulia

    TEMPO.CO, Depok - Mahasiswi pembuat dan penjual makanan ringan mi Bikini atau Bihun Kekinian, Pertiwi Handayanti, tidak menganggap ada unsur pornografi pada kemasan produknya. Menurutnya, bikini merupakan pakaian renang yang dianggap tidak ada unsur pornografinya.

    "Disain tidak ada sedikitpun terpikir kalau itu termasuk pornografi , karena saya dan teman-teman berpikir bikini itu nama baju renang. Jadi tidak menyangka kalau namanya dipikir tidak senonoh," kata Pertiwi, dalam pernyataan tertulisnya, Sabtu, 6 Agustus 2016.

    Ia menuturkan, Awal terbentuknya camilan bikini snack saat dirinya mendapatkan tugas dari sekolah bisnisnya. Nama tugasnya, yaitu home bussines. Pada tugas tersebut, setiap kelompok diharuskan membuat produk sendiri dari belanja barang, mengolahnya, dan packagingnya.

    "Kami dibuat perkelompok. Saya berlima dengan teman-teman saya," ucapnya.

    Pada saat itu, semua anggota kelompok memberikan ide produk masing-masing. Ia memberikan ide membuat bihun goreng. Ide tersebut juga tidak murni dari dirinya, tapi melihat di dekat rumahnya ada yang menjual makanan sejenis, dan banyak yang suka. "Jadi saya berpikir kalau produk ini bisa diterima masyarakat."

    Untuk nama bikini itu, menurutnya, nyeplos dengan sendirinya karena singkatan dari bihun kekinian. Akhirnya, karena namanya bikini, kelompoknya terus berpikir gambar dan disain yang pas juga sesuai dengan namanya. Dari ide itulah, kelompoknya memutuskan tetap memasukan gambar mie yang sedang dipegang itu.

    Bahkan, slogan “remas aku” diberikan oleh guru pembimbing yang juga mengajarkan materi untuk marketing dan idenya. Kata remas aku juga bukan dimaksudkan untuk meremas dada yang ada di gambar tersebut yang orang-orang mengartikan seperti itu.

    "Kata remas aku pun dimaskudkan meremas isi kemasan tersebut sebelum dimakan, dan soal kata remas aku itu digambarkan ke arah snack  yang dipegang oleh gambar di packaging," ucapnya.

    IMAM HAMDI


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Korban Kasus Peretasan, dari Rocky Gerung hingga Pandu Riono

    Peretasan merupakan hal yang dilarang oleh UU ITE. Namun sejumlah tokoh sempat jadi korban kasus peretasan, seperti Rocky Gerung dan Pandu Riono.