Selasa, 20 Februari 2018

Penyidik Pertimbangkan Pembebasan Bersyarat Bos First Travel

Oleh :

Tempo.co

Rabu, 23 Agustus 2017 18:29 WIB
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Penyidik Pertimbangkan Pembebasan Bersyarat Bos First Travel

    Dua tersangka Anniesa Desvitasari (kiri) dan Siti Nuraidah Hasibuan dihadirkan dalam gelar perkara kasus penipuan PT First Travel dan menunjukkan barang bukti di Badan Reserse Kriminal Mabes Polri, Jakarta, 22 Agustus 2017. TEMPO/Imam Sukamto

    TEMPO.CO, Jakarta - Mabes Polri belum mengambil sikap atas rencana pemilik First Travel untuk mengajukan permohonan pembebasan bersyarat. Sebab kewenangan itu hanya bisa diputuskan oleh penyidik. “Semua itu kewenangan penyidik, hak prerogatif penyidik," kata Kepala Bagian Mitra Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Mabes Polri, Komisaris Besar Awi Setiyono, Rabu, 23 Agustus 2017.

    Dalam mempertimbangakn permohonan itu, kata Awi, penyidik bisa melihat dari dua perspektif. "Persepktif subjektifitas penyidik dan perspektif objektifitas, syarat-syaratnya kan harus dipenuhi," ujarnya.


    Baca :
    Modus First Travel Sama Lagu Rhoma Irama Gali Lubang Tutup Lubang
    Anniesa dan Kiki Hasibuan First Travel, Uang Jemaah Enak, Bu?

    First Travel atau lengkapnya PT First Anugerah Karya Wisata adalah agen penyelenggara ibadah umrah dan haji. Polisi telah menetapkan pemilik agen perjalanan itu sebagai tersangka atas dugaan penipuan. Mereka adalah pasangan Andika Surachman dan Anniesa Desvitasari Hasibuan serta adik kandung Anniesa yaitu Siti Nuraidah alias Kiki Hasibuan. 

    Kuasa hukum First Travel, Deski, sebelumnya mengatakan, kliennya bisa memberangkatkan seluruh nasabah yang sudah melunasi biaya perjalanan. Namun semua itu bisa dilakukan jika polisi bersedia memberikan pembebasan bersyarat kepada mereka.

    FAJAR PERBRIANTO


     

     

    Lihat Juga


    Selengkapnya
    Grafis

    INFO Sasaran Strategis Pembangunan Lingkungan Hidup dan Kehutanan

    Sasaran Strategis Pembangunan Lingkungan Hidup dan Kehutanan meliputi kualitas, potensi, kesimbangan sumber daya hutan dan lingkungan hidup.