Minggu, 19 Agustus 2018

Gosip Gereja Hilang, Sekolah Santa Laurensia Terima Siswa Baru

Reporter:
Editor:

Jobpie Sugiharto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi anak bersekolah. shutterstock.com

    Ilustrasi anak bersekolah. shutterstock.com

    TEMPO.CO, Tangerang - Masih ingat sekolah Santa Laurensia Sindang Jaya, Kabupaten Tangerang, yang pernah dikabarkan sebagai gereja terbesar se-Asia Tenggara? Yayasan Tunas Manunggal, pengelola sekolah tersebut, melanjutkan pembangunan dan membuka pendaftaran siswa baru untuk Tahun Ajaran 2018.

    "Kami membuka penerimaan siswa baru sambil menunggu pembangunan sekolah selesai," kata Andre Budi Wiryawan, pengurus Yayasan Tunas Manunggal, hari ini, Rabu, 7 Maret 2018.

    Menurut Andre, pembangunan sekolah tak akan rampung pertengahan tahun ini seiring dengan tahun ajaran baru sebab semoat mandek selama sekitar lima bulan. Sebelumnya ditargetkan pada Juli 2018 sekolah bisa beroperasi namun kini target digeser menjadi Desember 2018.

    BacaKepala Proyek Santa Laurensia Jamin Tak Bangun Gereja Terbesar 

    Pembangunan sekolah Santa Laurensia terhambat karena pemerintah daerah menghentikan izin menyusul kabar bahwa akan dibangun gereja terbesar di Asia Tenggara.

    "Kalau untuk izin sekolah memang sudah ada izinnya. Tapi kalau soal gereja, Pemkab tidak pernah menerima pengajuan izin, apalagi mengeluarkan izin pembangunan gereja di Sindang Jaya," kata Bupati Tangerang Ahmed Zaki Iskandar dalam keterangan tertulis yang diterima Tempo, Kamis pagi, 19 Oktober 2017.

    Dia memastikan, kabar pembangunan gereja di Perumahan Svarna Padi Alam Sutera itu adalah hoax. Zaki juga meminta masyarakat Kabupaten Tangerang tidak mudah terprovokasi oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan. "Pengajuan izin gereja juga tidak ada, itu hoax. Yang benar adalah kami menerbitkan izin pendirian sekolah umum Santa Laurensia."

    Pemerintah Kabupaten Tangerang memutuskan melanjutkan pembangunan sekolah Santa Laurensia Sindang Jaya dalam pertemuan dengan sejumlah pihak di Tigaraksa, Rabu, 7 Maret 2018. Pemaparan soal IMB Sekolah Santa Laurensia disampaikan dalam pertemuan antara Pemerintah Kabupaten Tangerang dengan pihak Sekolah Santa Laurensia, PT Delta Mega Persada selaku pengembang perumahan Suvarna Sutra, Muspika, ulama dan tokoh masyarakat Kecamatan Sindang Jaya.

    Kuasa Direksi PT Delta Mega Persada, pengembang perumahan Suvarna Sutra, Erwin Tedjakusuma menyambut baik pertemuan yang membuahkan sejumlah kesepakatan bersama itu. Sosialisasi kepada masyarakat akan dilakukan dalam sepekan ini sambil dilakukan pembangunan.

    Menurut Andre, meski pembangunan belum kelar lantaran kabar tak benar soal gereja, kegiatan belajar dan mengajar siswa baru akan dilakukan di gedung lain. Dia memastikan pembangunan sekolah ini dilakukan dengan cara-cara yang baik dan benar. Sekolah Santa Laurensia didirikan dalam upaya untuk berkontribusi dan membangun pendidikan di Kabupaten Tangerang.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    6 Fakta Pembukaan Asian Games 2018

    Pembukaan Asian Games 2018 yang spektakuler menuai pujian dari warganet. Ini fakta-faktanya.