Apa Rencana Ahok Setelah Bebas dari Penjara? Ini Kata Djarot

Reporter:
Editor:

Clara Maria Tjandra Dewi H.

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pasangan Calon Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta nomor urut dua Ahok (kiri) dan Djarot Saiful Hidayat (kanan) bermain bola basket bersama artis Augie Fantinus dan Yosie di Jakarta, 19 Maret 2017. ANTARA/Tim Dok BaDja

    Pasangan Calon Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta nomor urut dua Ahok (kiri) dan Djarot Saiful Hidayat (kanan) bermain bola basket bersama artis Augie Fantinus dan Yosie di Jakarta, 19 Maret 2017. ANTARA/Tim Dok BaDja

    TEMPO.CO, Jakarta - Mantan Gubernur DKI Jakarta, Djarot Saiful Hidayat, mengatakan buku Kebijakan Ahok ditulis sepenuhnya dari tulisan tangan Basuki Tjahaja Purnama. Bahkan Ahok berencana bakal terus menulis meski telah keluar dari penjara pada Desember 2018 atau Januari 2019.

    Baca: Buku Kebijakan Ahok, Anies: Tentu akan Saya Baca Tapi ...

    "Rencana setelah keluar masih tetap nulis buku, jadi pembicara," kata Djarot saat peluncuran buku Kebijakan Ahok di Gedung Filateli, Jakarta Pusat, Kamis, 16 Agustus 2018.

    Ahok, kata Djarot, memang banyak bercerita tentang kegiatannya yang lebih banyak menulis selama dipenjara di Rutan Mako Brimob di Depok.

    Namun, saat ia menemui Ahok pada Jumat pekan lalu, pria yang juga mantan Gubernur DKI Jakarta itu tidak menceritakan rencana penerbitan buku Kebijakan Ahok. "Yang saya tahu memang banyak nulis setiap hari."

    Djarot mengaku belum membaca buku yang telah diterbitkan itu. Namun dari judulnya bisa terlihat bahwa yang ditulis merupakan kebijakan dan pengalaman Ahok selama menjadi anggota legislatif dan kepala daerah. "Saya belum membacanya, tapi bisa membayangkan isinya itu apa saja," ujarnya.

    Baca: Kepada Djarot, Ahok Janji Dukung Penuh Jokowi - Ma'ruf Meski ...

    Ia mengatakan yang dikerjakan Ahok merupakan program yang telah dikerjakan Presiden Joko Widodo atau Jokowi saat menjabat Gubernur DKI Jakarta. Bahkan visi dan misi yang diprogramkan Ahok tidak melenceng dari yang dirumuskan Jokowi saat menjabat gubernur.

    Djarot pun berharap pemimpin DKI Jakarta, Anies Baswedan, bisa terus membenahi kota ini agar semakin baik.

    Salah satu program Ahok yang dimintanya terus dilanjutkan Anies adalah pembangunan dan perawatan ruang publik terpadu ramah anak (RPTRA) yang jumlahnya mencapai 292 di Jakarta. "Kalau yang sudah baik, silakan diteruskan. Kalau belum, disempurnakan," ucap Djarot.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    RAPBN 2020, Ada 20 Persen untuk Pendidikan, 5 untuk Pendidikan

    Dalam RAPBN 2020, pembangunan Indonesia akan difokuskan pada peningkatan kualitas sumber daya manusia. Berikut besaran dan sasaran yang ingin dicapai.