Ratna Sarumpaet Bohong, Tompi Siap Jadi Saksi Ahli, Asalkan...

Reporter:
Editor:

Ali Anwar

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Tompi. TEMPO/Jacky Rachmansyah

    Tompi. TEMPO/Jacky Rachmansyah

    TEMPO.CO, Jakarta - Dokter bedah Teuku Adifitrian alias Tompi menyatakan siap jika ditunjuk sebagai saksi ahli dalam kasus luka lebam di wajah aktivis Ratna Sarumpaet. Tompi siap dijadikan saksi dalam kapasistasnya sebagai dokter spesilis bedah plastik.

    Baca juga: Polda Sebut Sejumlah Kejanggalan Kasus Ratna Sarumpaet

    "Kalau ditunjuk personal (untuk menjadi ahli), of course. Kan saya yang bertanggung jawab apa yang saya pikirkan," kata Tompi di klinik kecantikan miliknya di kawasan Pakubuwono, Kebayoran baru, Jakarta Selatan, Rabu, 3 Oktober 2018.

    Sejak awal Tompi ragu terhadap pernyataan Ratna Sarumpaet yang menyatakan lebam di wajahnya imbas dikeroyok orang. Sebab lebam-lebam di wajah Ratna Sarumpaet lebih menunjukkan tanda-tanda orang yang baru menjalani operasi plastik.

    Tompi lantas menuliskan keraguannya itu di akun twitternya @dr_tompi  pada 2 Oktober 2018.  

    "Spekulasi netijen berkembang tentang kondisi @RatnaSpaet, ada yang menduga itu bukan dihajar tapi bagian proses pasca operasi. Entahlah...semoga kebenaran terungkap. Kalau emang ada orang jahat menghajar—HUKUM !  Kalau memang ada yg membodohi rakyat dg info palsu —-HUKUM."

    Namun, untuk menjadi saksi ahli dalam kasus ini, kata Tompi, biasanya perhimpunan dokter yang memutuskan atau menunjuk. "Sebab yang di atas saya banyak. Mereka lebih senior dan lebih tahu," ujar Tompi.

    Sebagai seorang dokter bedah plastik, Tompi sangat bisa membedakan antara lebam di wajah akibat kekerasan dan bekas operasi. Karena itu saat melihat foto wajah Ratna Sarumpaet yang babak belur, dia yakin itu pasca operasi plastik.

    Baca juga: Ratna Sarumpaet Disebut Oplas, Apa Kata Dokter RS Bina Estetika?

    Menurut dokter yang juga penyanyi jazz itu, tanda-tanda bekas operasi itu bisa dilihat dari bentuk lebam yang sama antara bagian wajah yang kiri dan kanan. Sementara lebam bekas penganiayaan cenderung tidak beraturan.

    “Semua dokter spesialis bedah plastik pasti bisa membedakan,” kata Tompi. "Ibarat dukun, bisa membedakan orang kesurupan dan yang pura-pura kesurupan,” kata Tompi.

    Analisis Tompi benar, selang beberapa jam kemudian, Ratna Sarumpat mengakui telah berbohong bahwa dirinya dipukuli orang. Ratna Sarumpaet membenarkan bahwa bahwa lebah di wajahnya hasil pasca operasi kulit di Rumas Sakit Khusus Bina Estetika di Menteng, Jakarta Pusat.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Menolak Lupa, 11 Kasus Pelanggaran HAM Berat Masa Lalu

    Komisi Nasional Hak Asasi Manusia menilai pengungkapan kasus pelanggaran HAM berat masa lalu tak mengalami kemajuan.