Senin, 17 Desember 2018

Amien Rais Diperiksa, Hanafi Rais: Ada yang Ingin Prabowo Gagal

Reporter:
Editor:

Ali Anwar

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Dewan Penasehat Partai PAN Amien Rais mendatangi Polda Metro Jaya, Jakarta, Rabu 10 Oktober 2018. Amien Rais memenuhi panggilan pemeriksaan Polda Metro Jaya sebagai saksi kasus penyebaran hoax yang dilakukan oleh Ratna Sarumpaet. TEMPO/Muhammad Hidayat

    Dewan Penasehat Partai PAN Amien Rais mendatangi Polda Metro Jaya, Jakarta, Rabu 10 Oktober 2018. Amien Rais memenuhi panggilan pemeriksaan Polda Metro Jaya sebagai saksi kasus penyebaran hoax yang dilakukan oleh Ratna Sarumpaet. TEMPO/Muhammad Hidayat

    TEMPO.CO, Jakarta - Putra Ketua Dewan Kehormatan Partai Amanat Nasional (PAN) Amien Rais, Hanafi Rais, menilai pemanggilan ayahnya oleh polisi terkait kasus penyebaran berita bohong atau hoax oleh aktivis Ratna Sarumpaet sarat nuansa politis. 

    Baca juga: Diperiksa Kasus Ratna Sarumpaet, Amien Rais: Upaya Kriminalisasi

    Hanafi curiga pemanggilan terhadap Amien Rais berkaitan dengan Pemilihan Presiden 2019. Menurut Hanafi, melalui pemeriksaan Amien Rais dalam kasus Ratna Sarumpaet ada oknum yang sengaja ingin menggagalkan pasangan calon presiden dan calon wakil presiden Prabowo Subianto - Sandiaga Uno dengan menyeret Amien Rais dalam kasus tersebut.

    "Seolah-olah ini ingin dibawa ke urusan Pilpres, ada yang ingin menunggangi ini atau mengkredit ini sengaja untuk menggagalkan capres nomor 02, sehingga muncul calon tunggal," ucap Hanafi di Polda Metro Jaya, Jakarta Selatan pada Rabu, 10 Oktober 2018.

    Hari ini Amien diperiksa polisi terkait kasus penyebaran berita bohong atau hoax oleh aktivis Ratna Sarumpaet. Polisi sebelumnya telah menjadwalkan pemeriksaan Amien Rais pada Jumat, 5 Oktober 2018 pukul 10.00 WIB. Namun, Amien Raiz tidak datang.

    Adapun PAN merupakan salah satu partai koalisi Gerindra yang mengusung Prabowo - Sandiaga dalam Pilpres 2019.

    Hanafi mencurigai kubu pasangan capres dan cawapres nomor urut 1, Joko Widodo - Ma'aruf Amin, memiliki andil dalam pemanggilan ayahnya tersebut.

    "Kalau hanya ada pihak satu dan dua, dan pihak dua sebagai korban, berarti pihak satunya," kata Hanafi.

    Baca juga: Amien Rais Ungkit Dua Kejanggalan Pemeriksaannya di Polda Metro

    Kabar penganiayaan kepada Ratna Sarumpaet muncul awal pekan ini dan bergulir cepat menjadi heboh. Beredar foto wajah Ratna Sarumpaet yang mengalami lebam-lebam tersebar di media sosial.

    Beberapa tokoh di dalam koalisi partai Prabowo-Sandiaga kemudian ramai-ramai mengecam atas kasus dugaan penganiayaan itu. Prabowo Subianto dan Amien Rais  kemudian bertemu dengan Ratna Sarumpaet.

    Namun, polisi akhirnya mengungkap kebohongan Ratna Saurmpaet hingga akhirnya Ratna Sarumpaet mengakui dirinya berbohong. Ratna Sarumpaet ditangkap di Bandara Soekarno - Hatta saat akan pergi ke Santiago, Cile, untuk menghadiri pertemuan budaya di negeri benua Amerika Selatan tersebut.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Fintech Lending, Marak Pengutang dan Pemberi Utang

    Jumlah lender dan borrower untuk layanan fintech lending secara peer to peer juga terus bertumbuh namun jumlah keduanya belum seimbang.