Warga Pulau Pari Menang, Mustaghfirin: Kami Dikriminalisasi

Kapal nelayan milik dipasangi spanduk saat berlabuh di dermaga Pulau Pari, Kepulauan Seribu, Rabu, 9 Mei 2018. Tempo/Fajar Pebrianto

TEMPO.CO, Jakarta - Nelayan Pulau Pari yang baru saja diputus bebas oleh Pengadilan Tinggi DKI Jakarta, Mustaghfirin alias Boby, mengatakan penangkapan terhadap dirinya dan dua orang nelayan lainnya adalah wujud kriminalisasi dari Kepolisian Resor Kepulauan Seribu.

Baca juga: Banding Diterima, Koalisi: Stop Kriminalisasi Nelayan Pulau Pari

“Kami dikriminalisasi, untuk menakut-nakuti warga Pulau Pari,” kata Mustaghfirin di kantor Lembaga Bantuan Hukum Jakarta, Ahad, 28 Oktober 2018. Alih-alih takut, Mustaghfirin  dan rekan-rekannya menilai penangkapan tersebut justru membuat warga setempat semakin bersemangat untuk membangun Pulau Pari secara mandiri.

Mustaghfirin kemudian mengutip Pasal 33 ayat (3) UUD 1945 yang menyatakan bahwa bumi, air, dan kekayaan alam yang terkandung di dalamnya dikuasai oleh negara dan dipergunakan untuk sebesar-besarnya kemakmuran rakyat.

Pasal tersebut juga menjadi pertimbangan majelis hakim Pengadilan Tinggi DKI Jakarta untuk memutus bebas Mustaghfirin dan dua orang lainnya dalam dugaan kasus pemerasan. "Itu saya sangat setuju sekali, karena memang untuk kemakmuran rakyat," kata Mustaghfirin.

Mustaghfirin, Mastono alias Baok, dan Bahrudin alias Edo, ditahan selama 6 bulan atas tuduhan melakukan pemerasan terhadap pengunjung Pantai Pasir Perawan di Pulau Pari karena mengumpulkan donasi sebesar Rp 5000 rupiah.

Terkait dengan hal ini, Mustaghfirin  mengatakan bahwa besaran uang donasi tersebut merupakan hasil musyawarah yang telah disepakati warga Pulau Pari dan tidak digunakan untuk kepentingan memperkaya diri.

Baca juga: Siapa Shendy, Lolos dari Begal lalu Berjuang dari Penyekapan?

"Untuk kebersihannya, keamanannya, penerangannya, dan juga untuk alat-alat kebersihannya. Termasuk juga untuk donasi anak yatim, tempat ibadah, madrasah, bahkan untuk orang-orang yang sedang dirawat di rumah sakit kami bisa membantu dari hasil uang donasi itu," ujar Mustaghfirin.

Selain itu, ia berujar pemerintah daerah maupun pusat seharusnya merasa bangga dengan masyarakat Pulau Pari yang sekarang dapat mandiri secara ekonomi dari hasil pariwisata Pantai Pasir Perawan. "Yang tadinya cuma bisa nyekolahin anak sampai SMP, sekarang bisa sampai kuliah," ujar Mustaghfirin.






Polisi Islandia Tangkap 4 Terduga Aksi Teror

1 hari lalu

Polisi Islandia Tangkap 4 Terduga Aksi Teror

Kasus penangkapan perihal teroris ini disebut sebagai yang pertama terjadi di pulau kecil Eropa utara ini.


Amankan Presidensi G20, Polri Mengacu Prosedur Pengamanan Internasional

3 hari lalu

Amankan Presidensi G20, Polri Mengacu Prosedur Pengamanan Internasional

Mabes Polri saat berupaya maksimal mengamankan kegiatan Presidensi G20 di Bali pada 7-17 November 2022.


Pemimpin Tertinggi Iran Kirim Utusan Temui Keluarga Mahsa Amini, Protes Masih Berkecamuk

3 hari lalu

Pemimpin Tertinggi Iran Kirim Utusan Temui Keluarga Mahsa Amini, Protes Masih Berkecamuk

Melalui utusannya, Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei menyampaikan belangsungkawa atas kematian Mahsa Amini.


Pulau Pari Terancam Tenggelam, Warga Tuntut PT Holcim ke Pengadilan Swiss

4 hari lalu

Pulau Pari Terancam Tenggelam, Warga Tuntut PT Holcim ke Pengadilan Swiss

Warga Pulau Pari menggugat PT Holcim ke Pengadilan Swiss karena diduga berkontribusi terhadap perubahan iklim yang mengancam pulau tersebut


Inilah Daftar 3 Polisi Terkaya di Indonesia Versi LHKPN

5 hari lalu

Inilah Daftar 3 Polisi Terkaya di Indonesia Versi LHKPN

Kapolda Sumbar Irjen Teddy Minahasa bukanlah satu-satunya polisi dengan nilai kekayaan fantastis. Berikut tiga polisi terkaya versi LHKPN.


Aturan Jilbab di Iran, Kematian Mahsa Amini Trending di Twitter

5 hari lalu

Aturan Jilbab di Iran, Kematian Mahsa Amini Trending di Twitter

Kematian Mahsa Amini telah memancing unjuk rasa, yang diikuti oleh ratusan orang. Amini ditahan karena dugaan pelanggaran aturan jilbab.


Hak Apa Saja Yang Didapat Korban Salah Tangkap Polisi?

7 hari lalu

Hak Apa Saja Yang Didapat Korban Salah Tangkap Polisi?

Polisi bisa saja melakukan salah tangkap, sebagai korban bisa mengajukan ganti rugi yang dijamin KUHAP. Bagaimana caranya?


Polisi Gandeng BEM Unindra dan Unas Bagi-bagi Sembako buat Ojek Daring di Jakarta

7 hari lalu

Polisi Gandeng BEM Unindra dan Unas Bagi-bagi Sembako buat Ojek Daring di Jakarta

Polsek Ciracas bagi-bagi sembako kepada sejumlah pengemudi ojek daring (online) dan sopir angkot di wilayah tersebut.


Jelang Pemakaman Ratu Elizabeth II, 2 Polisi Ditikam di London

8 hari lalu

Jelang Pemakaman Ratu Elizabeth II, 2 Polisi Ditikam di London

Dua polisi ditikam pada Jumat pagi di pusat kota London ketika polisi Inggris tengah sibuk mengamankan prosesi pemakaman kenegaraan Ratu Elizabeth II


Polisi Usut Kelompok Pemuda Intimidasi dan Olok-olok Anggotanya

8 hari lalu

Polisi Usut Kelompok Pemuda Intimidasi dan Olok-olok Anggotanya

Polsek Jatinegara mengusut sekelompok pemuda yang diduga mengintimidasi dan olok-olok anggota polisi.