Minggu, 22 September 2019

Beda Versi Pejabat BPJS dan Eks Sekretaris Soal Niat Bunuh Diri

Reporter:
Editor:

Zacharias Wuragil

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi Pemerkosaan. shutterstock.com

    Ilustrasi Pemerkosaan. shutterstock.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Anggota Dewan Pengawas Badan Penyelenggara Jaminan Sosial atau BPJS Ketenagakerjaan, Syafri Adnan Baharuddin, membenarkan kronologis eks sekretaris pribadinya, RA (27), yang pernah berniat bunuh diri. Namun, versi Syafri, niat bunuh diri tidak jelas latar belakangnya.

    Baca:
    Skandal Seks Pejabat BPJS, Eks Sekretaris Mencoba Bunuh Diri

    Syafri bahkan mengatakan kalau dirinya yang menjadi 'pahlawan' karena berhasil membuat RA mengurungkan niatnya. Dalam keterangan yang disampaikannya Minggu 30 Desember 2018, Syafri yang juga mantan Duta Besar Indonesia untuk WTO itu mengisahkan baru saja mendarat kembali di Jakarta usai perjalanan dinas ketika dikabari orang tua RA.

    Syafri menuturkan langsung menuju rumah yang bersangkutan sehingga sang sekretaris pribadi pun berhasil diselamatkan. "Saya sebagai atasan dan orang tua justru membantu, jadi jangan dibelok-belokkan," katanya di antara pernyataannya pada hari itu.

    Syafri Adnan Baharuddin (tengah) anggota Dewan Pengawas Badan Penyelenggara Jaminan Sosial atau BPJS Ketenagakerjaan yang baru saja dituduh melakukan aksi pelecehan seksual terhadap Tini (bukan nama sebenarnya) dalam konferensi pers di Hotel Hermitage, Jakarta Pusat, Minggu, 30 Desember 2018. Tempo/Fajar Pebrianto

    Syafri menepis versi RA kalau niat bunuh diri akibat serangkaian pelecehan seksual dan pemerkosaan yang dilakukannya terhadap perempuan pemilik rambut hitam lurus dan panjang itu. Dia menganggap tuduhan itu sebagai fitnah dalam 40 tahun karirnya mengabdi negara.

    Baca berita sebelumnya:
    Dua Alasan Eks Sekretaris Pejabat BPJS Tunda Laporan ke Polisi

    Menyatakan selalu mencoba bersikap baik kepada setiap asistennya, Syafri menambahkan, "Saya ini juga punya keluarga, punya istri, dan anak-anak."

    Sebelumnya, dalam penuturan terpisah, RA mengaku menjadi korban pelecehan seksual dan bahkan pemerkosaan Syafri. Peristiwa itu terjadi selama dua tahun dia ditugaskan sebagai sekretaris pribadi pria berusia 59 tahun itu.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Imam Nahrawi Diduga Terjerat Dana Hibah

    Perkara dugaan korupsi Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi bermula dari operasi tangkap tangan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi pada 18 Desembe