Ahad Pagi Ini, Kualitas Udara Jakarta Terburuk di Dunia

Reporter:
Editor:

Ali Anwar

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kualitas udara Jakarta terburuk di dunia, Kamis, 1 Agustus 2019. Kredit: AirVisual

    Kualitas udara Jakarta terburuk di dunia, Kamis, 1 Agustus 2019. Kredit: AirVisual

    TEMPO.CO, JakartaKualitas udara Jakarta terburuk di dunia pada Ahad pagi ini, 18 Agustus 2019, pukul 08.10 WIB. Posisi ini membuat Jakarta tidak sehat dibandingkan kota besar negara-negara lain.

    Kualitas udara di Ibu Kota pagi ini tercatat di angka 160 atau dengan parameter PM2.5 konsentrasi 72,5 ug/m3 berdasarkan US Air Quality Index (AQI) atau indeks kualitas udara.

    Berdasarkan data dari laman resmi AirVisual, kualitas udara di wilayah Jakarta mengalahkan Krasnoyarsk, Russia yang semula berada di urutan pertama. Kualitas udara Krasnoyarsk saat ini pada angka 157 dengan konsentrasi parameter PM2.5 sebesar 70 ug/m3.

    Jakarta juga mengalahkan Chengdu, China yang berada di posisi ketiga dengan angka 155 dengan konsentrasi parameter PM2.5 sebesar 63 ug/m3.

    Sedangkan di posisi keempat ditempati Hangzhou, China juga dengan angka 151 dengan konsentrasi parameter PM2.5 sebesar 55,5 ug/m3.

    Hanoi, Vietnam berada diposisi kelima dengan angka 146 atau masuk kategori tidak sehat untuk kelompok yang sensitif, dengan konsentrasi parameter PM2.5 sebesar 54,1 ug/m3.

    Kualitas udara Jakarta terburuk di dunia jika daripada kota Shanghai, Cina. Udara di kota industri penting Cina itu masuk dalam kategori tidak sehat untuk kelompok sensitif. Ibu kota provinsi Shanghai tersebut berada di posisi keenam dengan angka 122 dengan konsentrasi parameter PM2.5 sebesar 48 ug/m3.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Cesium 137 dan Bahaya Radiasi Pada Tubuh Manusia

    Cesium 137 adalah bahan radioaktif yang digunakan berbagai industri dan pengobatan. Bila salah dikelola, bahan itu akan menimbulkan sejumlah penyakit.