Dokter Insani Zulfah Tersangka Kasus Ninoy, Suaminya Kini Buron

Reporter:
Editor:

Clara Maria Tjandra Dewi H.

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Relawan Jokowi, Ninoy Karundeng, ditemui awak media di kantor Subdirektorat Resmob Polda Metro Jaya, Senin, 7 Oktober 2019. Tempo/M Yusuf Manurung

    Relawan Jokowi, Ninoy Karundeng, ditemui awak media di kantor Subdirektorat Resmob Polda Metro Jaya, Senin, 7 Oktober 2019. Tempo/M Yusuf Manurung

    TEMPO.CO, Jakarta - Polda Metro Jaya kini memburu suami dokter Insani Zulfah Hayati, yaitu Shairil Anwar yang diduga terlibat dalam kasus Ninoy Karundeng. Suami istri itu disebut ikut menginterogasi Ninoy di Masjid Al Falaah, Jakarta Pusat, 30 September 2019.  

    "Suaminya menjadi DPO (daftar pencarian orang)," kata Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya Komisaris Besar Suyudi melalui pesan singkat pada Kamis, 17 Oktober 2019.

    Menurut Suyudi, keduanya berada di Masjid Al Falaah saat Ninoy diduga disekap dan diancam dibunuh pada 30 September hingga 1 Oktober 2019. Saat itu, kerusuhan berlangsung di beberapa titik di Ibu Kota pasca demonstrasi mahasiswa dan pelajar.

    "Pada saat unjuk rasa yang lalu, Insani diajak suaminya untuk menjadi relawan medis dalam rangka pengobatan atau perawatan para pendemo yang luka atau terkena gas air mata. Namun malah ikut-ikutan interogasi korban dan tidak membantu medis. Padahal Ninoy babak belur," ujar Suyudi.

    Kuasa hukum dokter Insani, Gufroni memastikan kliennya sudah ditetapkan sebagai tersangka oleh penyidik Polda Metro Jaya dalam kasus dugaan penyekapan, penganiayaan dan ancaman pembunuhan terhadap Ninoy.

    "Infonya diduga melanggar pasal 333 KUHP tentang merampas kemerdekaan seseorang," kata dia.

    Selain dokter Insani Zulfah, Polda Metro Jaya telah menetapkan 14 tersangka dalam kasus Ninoy Karundeng. 13 tersangka di antaranya adalah Sekretaris PA 212 Bernard Abdul Jabbar, F, AA, ARS, YY, RF, Baros, S, TR, SU, ABK, IA, dan R.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    UMP 2020 Naik 8,51 Persen, Upah Minimum DKI Jakarta Tertinggi

    Kementerian Ketenagakerjaan mengumumkan kenaikan UMP 2020 sebesar 8,51 persen. Provinsi DKI Jakarta memiliki upah minimum provinsi tertinggi.